Ada waktu yang selalu kalah dariku.
Ada pengakuan yang selalu kalah darinya.
Dan "kebetulan" yang datang, kesekian kali, dengan wajah yang sama.
Pagar berkarat, dingin, dan sunyi. Disinilah semua bermula. Tapi bukan tentang cinta.
Tidak. Lebih tepatnya, belum.
Tentang dua orang yang pandai berpura-pura bahwa dua detik bertemu mata tidak berarti apa-apa. Tentang ego kuat dan tinggi dari usia remaja.
Sekedar mengucapkan kalimat sederhana: "Aku menunggumu di sini."
Menantikan karma.
Sampai datang waktu.
Dan semesta akhirnya membalik.
Selamat datang.
Selamat jatuh perlahan.
Mari kita mulai dari tempat yang sama:
Pagar belakang
---
KAMU SEDANG MEMBACA
ANOMALI: Topeng Paling Dingin
FanfictionAda jam yang tidak pernah aku menangkan. Ada pagar yang tidak pernah aku taklukkan. Dan ada Kendio. Pemuda bersorot mata teduh yang menyembunyikan badai di balik raut dinginnya. Ia datang tanpa ketukan, merebut kunci motorku di suatu sore, lalu me...
