This is the third short story from @bininyakimseokmin.

Enjoy reading!
Don't forget to rate this story, okay? 😗

.
.
.
.
.
.
.
.
.

​Di balik gemerlap lampu sorot dan sorakan puluhan ribu penggemar, kehidupan seorang idola adalah sebuah etalase kaca yang rapuh. Choi Soobin sangat memahami hal itu. Di usianya yang menginjak dua puluh lima tahun, ia berada di puncak rantai makanan industri hiburan Korea Selatan.

Wajahnya menghiasi papan reklame dari Myeongdong hingga Times Square, senyumnya yang manis dengan lesung pipi adalah candu bagi publik, dan proporsi tubuhnya yang menjulang setinggi 186 sentimeter membuatnya tampak seperti pangeran yang keluar dari buku dongeng.

​Namun, malam ini, di dalam kemewahan apartemen penthouse-nya di kawasan Hannam-dong, tidak ada pangeran. Yang ada hanyalah seorang pemuda yang meringkuk di sudut sofa, gemetar menatap layar ponselnya yang menyala redup dalam kegelapan.

​Pesan itu datang lagi.
​[Pengirim Tidak Dikenal]

Waktumu semakin menipis, Choi Soobin. Apa kau pikir aku bermain-main? Berita utama: 'Idola Nasional Choi Soobin Terlibat Skandal Penggelapan Dana Keluarga dan Manipulasi Saham Pra-Debut.' Ditambah dengan bukti rekaman ayahmu. Kariermu akan hancur, grupmu akan bubar, dan teman-temanmu akan menanggung malu seumur hidup. Lakukan apa yang kusuruh.

​Napas Soobin tercekat. Jantungnya bergemuruh liar di dadanya, menghantam tulang rusuknya dengan rasa sakit yang nyata. Keringat dingin merembes di pelipisnya, membasahi poni rambutnya yang mulai memanjang.
​Rahasia itu. Rahasia busuk tentang ayahnya yang nyaris membuat agensinya bangkrut sebelum ia debut, sesuatu yang telah Soobin kubur dalam-dalam dengan darah, keringat, dan air mata selama bertahun-tahun, kini berada di tangan seseorang yang entah siapa. Seseorang yang menginginkan satu hal spesifik dari Soobin sebagai tebusannya.

​Bukan uang. Bukan koneksi. Melainkan sesuatu yang jauh lebih kejam.

​[Pengirim Tidak Dikenal]
Pisahkan Lee Chaemin dan Ryu Dain. Hancurkan hubungan mereka sampai tidak tersisa. Buat mereka saling membenci. Jika dalam dua minggu mereka masih bersama, video itu akan berada di meja redaksi Dispatch.
​Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah. Soobin meremas rambutnya sendiri, mengeluarkan erangan frustrasi yang tertahan di tenggorokannya.

​Lee Chaemin.

Sahabatnya. Saudara satu gengnya. Aktor papan atas yang sedang naik daun, pria dengan tinggi 190 sentimeter yang selalu menjadi tempat Soobin bersandar ketika dunia idola terasa terlalu menyesakkan.
Mereka lahir di tahun yang sama, tumbuh bersama dalam industri yang kejam, saling mendukung dari peran figuran dan panggung debut hingga kini keduanya berada di puncak popularitas.

​Chaemin adalah pria yang tangguh, memiliki bahu yang lebar dan tatapan tajam yang bisa mengintimidasi siapa saja, namun di mata Soobin, Chaemin adalah pria paling hangat yang pernah ia kenal. Dan Ryu Dain... Dain adalah wanita yang baik, aktris berbakat yang telah menjalin hubungan dengan Chaemin selama hampir tiga tahun. Hubungan mereka adalah rahasia umum di kalangan teman-teman terdekat, sebuah oase di tengah industri yang penuh kepalsuan. Chaemin sangat, sangat mencintai Dain.

​Dan Soobin diperintahkan untuk menghancurkan itu semua.

​"Kenapa..." bisik Soobin pada udara kosong, suaranya parau dan pecah.
"Kenapa harus mereka? Kenapa harus Chaemin?"

​Ia tidak tahu siapa peneror ini. Mungkin saingan bisnis Chaemin, mungkin sasaeng fans yang terobsesi pada Chaemin, atau mungkin seseorang yang mendendam pada Dain. Yang Soobin tahu hanyalah, ia terjebak dalam dilema yang mustahil. Jika ia diam, hidupnya, anggota grupnya yang tidak bersalah, dan semua yang ia bangun akan hancur berkeping-keping. Jika ia bertindak, ia akan menghancurkan kebahagiaan sahabatnya sendiri.

Shattered MendsStories to obsess over. Discover now