12. Our First Week

226 42 12
                                        

》》》​Kale's PoV《《《🍀

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

》》》Kale's PoV《《《
🍀

​Sudah seminggu sejak pernikahan.

Aneh, hidupku ternyata tidak banyak berubah. Aku masih bangun pukul enam pagi, berangkat ke kantor tepat waktu, menghadiri rapat yang sama, dan menandatangani puluhan dokumen setiap hari. Namun, jika ada satu hal yang berbeda, itu adalah pemandangan saat aku pulang; kini setiap malam, lampu utama mansion selalu masih menyala.

​"Tuan Muda," pelayan menyambutku dan mengambil alih jas.

​"Di mana Nine?" Pertanyaan itu keluar begitu saja. Baru setelah mengucapkannya, aku sadar, sejak kapan aku mulai menanyakan keberadaannya lebih dulu?

​Pelayan itu membungkuk sopan. "Tuan Nine sedang berada di ruang keluarga."

​Aku mengangguk singkat dan berjalan ke sana. Begitu memasuki ruangan, aku menemukannya. Nine duduk di sofa dekat jendela dengan sebuah buku terbuka di pangkuannya, namun kepalanya sudah terkulai menyandar. Dia tertidur. Aku melirik jam di dinding. Pukul delapan lewat tiga puluh.

​"Sejak kapan dia di sini?" tanyaku pada Mrs. Gable yang baru keluar dari pantry.

​"Sejak sore, Tuan. Beliau bilang ingin makan malam bersama Anda," jawabnya pelan.

​Aku kembali menatap Nine. Bukunya hampir jatuh dari pangkuan. Aku mengembuskan napas pelan. "Kenapa tidak dibangunkan?"

"Beliau tidak mau makan duluan," jawab Mrs. Gable.

Aku terdiam beberapa detik sebelum melangkah mendekat, "Nine," panggilku.

Tidak ada jawaban. Aku mencoba sekali lagi, "Nine."

​Kelopak matanya bergerak pelan sebelum terbuka. Butuh beberapa detik sampai tatapannya fokus padaku.

"P'Kale..." suaranya masih serak karena baru bangun. "Kau baru pulang?"

​"Hm."

​Dia buru-buru duduk tegak. "Maaf, aku ketiduran."

​Mrs. Gable tersenyum kecil. "Saya akan minta makan malam disiapkan sekarang."

​Nine menatapku sambil tersenyum malu. "Aku sebenarnya tidak berniat tidur."

"Hm."

"Awalnya cuma baca buku," lanjutnya.

"Hm."

"Lalu mungkin karena terlalu nyaman...."

"Hm."

Nine tertawa kecil. "P'Kale cuma bisa bilang 'hm', ya?"

Aku berpikir sejenak. "...Mungkin."

​Dia justru tertawa lebih keras. Aku tidak mengerti apa yang lucu, tapi suaranya membuat suasana tidak terasa sepi lagi.

𝐊𝐚𝐥𝐞'𝐬 𝐋𝐢𝐭𝐭𝐥𝐞 𝐖𝐢𝐟𝐞 | 𝓚𝓮𝓷𝓰𝓝𝓪𝓶𝓹𝓲𝓷𝓰Mga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon