"Dan ini uang kompensasi Anda, Jisoo."
Seamplop cokelat agak tebal digeser mendekati Jisoo perlahan oleh manager HR setelah wanita itu menerima selembar kertas berisikan peresmian pemecatan yang sudah tertanda tangan oleh direktur perusahaan. Jisoo menjadi salah satu dari belasan karyawan lama yang mengalami PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja diakibatkan oleh efesiensi dana paska perusahaan terus-menerus mengalami penurunan profit secara signifikan tiap tahun. Pemecatan karyawan lama dilakukan dikarenakan perusahaan lebih memilih membayar karyawan baru dengan upah minimum kota sehingga pengeluaran dana untuk gaji karyawan dapat ditekan.
Senyum pahit terpancar dari kedua sudut bibir Jisoo sembari matanya seksama memeriksa setiap tulisan pada kertas. Dia benar-benar diberhentikan sepihak. Kemudian ia mengambil amplop cokelat, berisikan uang kompensasi atas kerja Jisoo selama tiga tahun lamanya bekerja di sani. Uang di dalam bisa terbilang cukup banyak jika dilihat dari ketebalannya, tapi tentu ini takkan menjamin bisa menjadi tabungan yang cukup untuk tiga sampai empat bulan ke depan. Ini dikarenakan ia baru saja menguras hampir sebagian tabungannya.
Keuangannya menipis lantaran beberapa minggu lalu seseorang menabrak dek belakang mobil Jisoo yang terparkir dan pelaku kabur tanpa ganti rugi, meninggalkan mobilnya ringsek begitu saja dan Jisoo harus membayar semua kerusakannya sendiri.
Kalau Jisoo setelah ini bisa langsung cepat mendapatkan pekerjaan, ia akan aman, perekonomiannya bisa berputar. Tapi tak ada jaminan untuk itu. Apalagi uang sewa apartemen sebentar lagi harus dibayar agar ia masih punya tempat tinggal untuk sebulan setelahnya. Mobil yang ia punya sekarang juga masih menyicil dan baru akan lunas dua tahun kemudian, itupun semisalnya ia lancar membayar, kalau tidak? Mobilnya akan ditarik.
Tak ada pemasukan pasti, tapi pengeluaran selalu berjalan. Keuangannya sungguh seret.
Setelah berjabat tangan dengan manager HR, Jisoo berjalan keluar ruangan. Pandangannya sempat tertuju pada beberapa karyawan seperti dirinya tengah terduduk di depan ruang HR, menunggu giliran untuk diberi uang kompensasi. Beberapa dari mereka terlihat memijat pelipis—pusing, menahan tangis, atau pasrah dengan keadaan.
Diantara ketiga reaksi itu, Jisoo lebih mendekati reaksi ketiga. Ia pasrah karena perusahaan kini sedang dalam fase krisis. Protes takkan mengubah apapun. Diberi uang kompensasi sudah lebih dari cukup daripada tidak sama sekali.
Nyatanya pengabdian disiplin kerja pada perusahaan tak selalu membuahkan hal manis. Meskipun tekun dan minim kesalahan dalam mengerjakan tugas, perusahaan licik dengan senang hati menendang karyawan bergaji tinggi untuk membayar karyawan dengan tarif lebih rendah.
Jisoo mengendarai mobil untuk pulang. Tak ada sumringah biasa ia perlihatkan saat pulang kerja karena besok ia sudah tak perlu repot-repot datang ke perusahaan itu lagi. Sebelum benar-benar pulang, Jisoo melipir di supermarket untuk membeli beberapa persediaan di apartemen yang sudah menipis. Bulan lalu, saat ia masih berstatus karyawan, pasti setiap awal bulan ia akan belanja bulanan besar-besaran. Terkadang beberapa kebutuhan yang masih tersisa setengah pun Jisoo tetap beli demi menjaga stok. Namun sekarang ia lebih memilih kebutuhan primer dan beberapa diantaranya barang diskonan.
Sepertinya dia wajib berhemat sampai setidaknya mendapatkan pekerjaan baru.
Wanita 25 tahun itu menghela napas gusar, ia pikir hidupnya aman-aman saja. Selang beberapa bulan setelah lulus kuliah jurusan manajemen bisnis, Jisoo diterima di perusahaan tersebut. Semuanya berjalan baik karena bayarannya sangat lumayan untuk ukuran seseorang fresh graduate pada zaman itu. Semua kebutuhannya di kota tercukupi hanya dari gaji tersebut, Jisoo bisa menabung bahkan lancar memberi uang kepada kedua orang tuanya setiap bulan meskipun masih dalam nominal kecil. Dia bukan seseorang yang benar-benar kaya, tapi setidaknya cukup untuk membeli beberapa barang tersier seperti mobil yang ia pakai sekarang, meskipun masih menyicil.
ESTÁS LEYENDO
Golden Blood [VSOOKOOK]
FanfictionDarah emas merupakan golongan darah terlangka di dunia dan Kim Jisoo menjadi salah satu orang yang dianugerahi kondisi tersebut. Kelangkaan ini membuat wanita itu harus bolak-balik setidaknya tiga bulan sekali untuk membekukan darah di rumah sakit...
![Golden Blood [VSOOKOOK]](https://img.wattpad.com/cover/412808857-64-k27141.jpg)