Pagi itu Boruto bangun dengan nafas yang terengah-engah, keringat dingin membahasi sekujur tubuhnya. Seolah habis terbangun dari mimpi buruk yang terasa amat nyata, pria itu mengusap wajahnya dengan kasar berusaha memupuk kembali kesadarannya. Setelah dirasa cukup ia pun bangkit dari tidurnya dan berniat untuk berjalan keluar dari tempat persembunyiannya demi memastikan posisi matahari tidak terlalu berada jauh diatas kepalanya.
Namun sesuatu yang empuk dan lembut ia rasakan saat hendak melangkahkan kaki, Boruto merasa aneh karena seharusnya tanah yang ia pijak bertekstur dan keras. Tubuhnya yang biasa menanggung beban berat kini terasa lebih ringan, pakaian yang dipakainya pun dirasa lebih tipis. Sadar dengan ke anehan yang terjadi pada sekelilingnya, Boruto segera mengedarkan pandangannya dan mendapati kalau ia sedang berada di sebuah ruangan yang asing.
Setelah berhasil memfokuskan pikirannya ia mendapati kalau Ini adalah sebuah kamar yang cukup luas dengan design yang sangat modern. Hawa dingin yang terasa menusuk itu berasal dari kotak pendingin ruangan, Boruto bisa tau karena dulu sekali ia pernah memilikinya satu. Aroma tanah dan hutan yang biasa ia hirup kini berganti dengan semerbak bunga yang wangi.
Boruto kemudian beralih menatap telapak tangannya. "Ke mana... semua kapalan bekas latihan-ku?" Gumamnya panik. Tangannya terasa terlalu halus. Saat dia mencoba mengalirkan chakra ke ujung jarinya, nihil. Kosong. Tubuh ini sama sekali tidak memiliki aliran chakra.
Di atas meja belajar di kamar asing itu, sebuah buku catatan bersampul kulit biru tua terbuka lebar. Halaman terakhirnya memancarkan sisa sihir berwarna keperakan yang perlahan meredup. Boruto teringat, kemarin malam di tempat persembunyianya seperti biasa, dia membawa kembali buku misterius itu dari sela-sela batu reruntuhan tampat dimana ia melakukan misi yang diminta oleh Kóji guna memeriksa kondisi luar sementara. Karena penasaran dan juga untuk penyelidikkan, akhirnya dia sempat mencoret-coret namanya di sana.
"Sialan, apakah ini jutsu ruang-waktu musuh?!" Boruto mengacak rambutnya frustrasi.
Pria itu menatap cermin yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, mengamati penampilannya sesaat. Kaos putih polos dengan celana panjang bahan melekat pada tubuhnya. Meskipun terlihat lebih kecil dari tubuh aslinya tetapi ia masih memiliki otot yang cukup terlatih, pikir Boruto. Dan jika diperhatikan lagi, wajah pria ini sangat persis sama dengannya. Yang berbeda hanya pada mata dan garis seperti kumis kucing dikedua pipinya. Tidak ada goresan bekas luka di mata kanannya, begitupun dengan dua baris kumis kucingnya.
Boruto menghela nafas dengan gusar, matanya berkeliling mencari sesuatu yang bisa ia kenakan untuk pergi keluar. Memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Namun ia hanya menemukan sebuah hoodie polos yang tergeletak dibawah lantai disamping tempat tidurnya.
Mau tidak mau, dengan modal pakaian yang seadanya, Boruto melangkah keluar dari apartemen asing tersebut. Pikirannya buntu. Saat mendapati jalanan di luar dipenuhi kotak besi besar yang bergerak tanpa kuda dan gedung-gedung yang tingginya melampaui Monumen Hokage. Pria itu terus melangkah maju mengikuti kemana pun kakinya berjalan sambil matanya menganalisis setiap benda asing yang baru pertama kali dia lihat. Hingga akhirnya membawa tubuh asing itu sampai kesebuah area koridor bangunan luas yang dipenuhi orang-orang sebaya membawa buku.
●○●○●
Di tengah keputusasaannya mencari petunjuk, sudut mata Boruto menangkap sekelebat rambut hitam pendek dan kilatan kacamata berbingkai merah yang sangat dia kenali. Gadis itu sedang berjalan terburu-buru sambil memeriksa tumpukan kertas di tangannya.
"Sarada?!" Panggil Boruto refleks, suaranya naik satu oktav karena rasa lega yang luar biasa. Dia langsung berlari menghampiri gadis itu.
Gadis berkacamata itu menghentikan langkahnya. Dia menoleh, menatap Boruto dari atas ke bawah dengan tatapan bingung, lalu menghela napas panjang seolah-olah kehadiran Boruto adalah gangguan terbesar dalam harinya.
YOU ARE READING
Parallels Of You & Me
FanfictionDua dimensi, dua kehidupan, dan dua jiwa yang bertukar tempat demi menyelesaikan misi batin yang tak mereka duga. Melalui sebuah celah kosmis misterius, jiwa Boruto-sang shinobi pelarian yang dingin dan membawa luka batin mendalam akibat manipulasi...
