Setiap orang punya satu cerita yang tidak pernah benar-benar mereka ceritakan kepada siapa pun.
Bukan karena terlalu rahasia.
Hanya saja, mereka tidak tahu harus memulainya dari mana.
Ini adalah cerita tentang kenangan, tentang waktu yang terus berj...
Mempunyai toko bunga adalah impian Kisa sejak kecil.
Sejak dulu, Kisa selalu menyukai bunga. Saat teman-temannya sibuk mengoleksi stiker atau gantungan kunci lucu, Kisa justru senang menghabiskan waktu melihat berbagai jenis bunga di halaman rumah neneknya. Ia hafal nama-nama bunga, warna-warnanya, bahkan makna yang tersimpan di balik setiap kelopak.
Karena itu, ketika orang lain bertanya tentang cita-citanya, Kisa selalu menjawab dengan yakin.
"Aku mau punya toko bunga."
Mimpi itu masih ia pegang hingga sekarang.
Beberapa bulan yang lalu, tepat setelah lulus SMA, Kisa memutuskan untuk mulai mewujudkan impian tersebut. Dengan tabungan yang berhasil ia kumpulkan selama sekolah, ia membuka toko bunga online kecil-kecilan bernama Fleur de Lune.
Awalnya tidak mudah.
Pesanan yang masuk bisa dihitung dengan jari.
Kadang dalam seminggu hanya ada satu pelanggan.
Kadang tidak ada sama sekali.
Namun Kisa tidak pernah menyerah.
Ia terus belajar merangkai bunga, membuat konten sederhana untuk media sosial, dan melayani setiap pelanggan dengan sepenuh hati.
Perlahan, usahanya mulai berkembang.
Pesanan semakin ramai.
Akun tokonya mulai dikenal banyak orang.
Dan sekarang, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa baru, Kisa masih menjalankan toko bunga itu seorang diri.
Siang itu Kisa sedang sibuk merangkai beberapa tangkai mawar ketika seseorang membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk.
"Permisi, Mbak Owner Fleur de Lune yang terkenal."
Kisa langsung mendengus.
"Masuk aja, Lin."
Alin tertawa lalu menjatuhkan dirinya ke atas kasur.
"Kamu lagi ngerjain pesanan?"
"Iya."
"Kapan nggak?"
"Kalau lagi tidur."
"Lucu banget."
Kisa hanya menggeleng sambil melanjutkan pekerjaannya.
Alin memperhatikan sahabatnya itu beberapa saat.
Kadang ia kagum melihat Kisa.
Meski baru masuk kuliah dan sering mengeluh tugas yang menumpuk, Kisa tetap meluangkan waktu untuk mengurus tokonya.
"Aku salut sama kamu."
"Kok tiba-tiba?"
"Dari dulu ngomongnya pengen punya toko bunga. Sekarang beneran dijalanin."
Kisa tersenyum kecil.
"Masih online doang."
"Ya tetap aja."
Belum sempat Kisa menjawab, ponselnya bergetar.
Notifikasi pesan baru muncul dari akun Fleur de Lune.
"Wah, ada pelanggan."
"Masa?" Alin langsung mendekat.
Kisa membuka pesan tersebut.
Nama akun pengirimnya hanya satu huruf.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.