Bab 1: My Fineshyt?

24 4 0
                                        

@_@

Senin, hari yang di takuti anak kelas X IPS 1. Hanya satu mata pelajaran yang membuat mereka takut untuk terlambat, Matematika. Tak terkecuali dengan Rahaya Atmadja, yang saat ini menaiki anakan tangga secara terburu-buru. Waktu sudah menunjukkan pukul 07:28 beberapa menit lagi adalah bel jam pertama.

Rahaya berjalan agak cepat menuju kelasnya yang paling ujung, ia sesekali tersenyum ketika beberapa orang menyapanya.

"Fenomena langka guys, Rahaya terlambat! " Heboh Nabila, membuat kelima teman nya serentak melihat ke arah pintu.

Rahaya punya circle pertemanan yang unik, kalo kata orang pertemanan mereka agak gila. Starlight namanya, terdiri dari 7 orang yaitu Bella, Sofie, Aira, Nurul, Nabila, Bintang, dan terakhir tentunya Rahaya. Circle mereka asik, dan isinya orang-orang baik, itu kata wali kelas mereka.

"Biasalah, bintang selalu datang terlambat," ujar Rahaya sekenanya.

"Menurut gue sih, lo bukan bintang tapi meteor, " celetuk Sofie. Perempuan dengan rambut panjang itu tertawa kecil.

"Tumben terlambat, kenapa? Biasanya juga paling teladan. " Aira perempuan yang hobi main game itu ikut bertanya-tanya tanpa mengindahkan pandangan dari layar ponsel.

Bella yang asik main game melirik sebentar dan lanjut ke layar ponsel. "Paling nonton drakor sampe tengah malam, " ujarnya.

"Tau aja, Bel. " Rahaya menaruh tas nya di atas meja dan ikut duduk di antara mereka berenam. "Btw Bu Ika belum dateng, Kira-kira kenapa ya? "

"Kayaknya Bu Ika enggak masuk deh hari ini, ada rapat bulanan, " ucap Nurul membuat Rahaya tersenyum paksa.

"Tau gitu, tadi gue ga dateng. "

Suasana kelas X IPS 1 sedikit hening hari ini, mungkin karena rapat beberapa orang memilih tidak hadir. Kalo Rahaya tau hari ini rapat, mungkin dia juga tidak hadir. Rahaya menatap ketiga temannya yang sibuk main game. Ia tertawa kecil saat melihat Bella dan Nabila kalah dalam permainan.

"Daripada main game tapi kalah terus, mending kita keluar kelas. Mencari udara segar, " ajak Rahaya yang langsung di setujui oleh teman lainnya.

"Kalian aja, gue mau telponan dulu sama my bebeb, " ujar Bella membuat teman-temannya mual seketika.

"Bucin teross! Putus jangan nangess... " ledek Sofie dengan wajah tengilnya.

"Yaudah kita keluar dulu ya, kalo mau susulin kabarin aja. " Rahaya dan kelima teman lainnya berjalan keluar kelas.

Sebenarnya cari angin itu hanya alibi belaka, maksud dan tujuan Rahaya adalah sekedar ingin melihat seseorang. Saat ini mereka berlima berjalan di tengah lapangan, terik matahari yang kian meninggi spontan membuat mereka melindungi wajah masing-masing. Namun, tidak dengan Rahaya. Gadis itu malah mendongak ke arah gedung lantai dua, sosok yang ia cari sedang berdiri memandang kosong ke depan. Dia Zayyan Hafizh, orang-orang biasa memanggilnya Hafizh lelaki berwajah teduh yang berhasil membuat Rahaya jatuh cinta lagi. Mereka tidak saling kenal, Hafizh tidak tahu jika ada Rahaya menyukai nya diam-diam.

Rahaya kembali pada teman-temannya, saling melempar candaan yang membuat mereka tertawa puas. Inilah pertemanan Rahaya, memang tidak se-normal yang lain, tapi ini cukup membuat nya merasa hidup.

Secret AdmirerStories to obsess over. Discover now