Di suatu kampus ternama, ada seorang mahasiswa yang sedang mengeluh atas perlakuan dosen dia. Dosen tersebut telah memberinya nilai rendah pada tugas yang telah dia kerjakan seorang diri. Namun, sang dosen malah memberi nilai tinggi pada seorang mahasiswi di kelompok dia yang bahkan tidak membantu apa pun dalam tugas kelompok tersebut.
Fadli:"Pak, ini kok nilai tugas saya C sih, Pak?"
Fadli:"Saya sudah mengerjakan dan mempresentasikan semuanya dengan baik, tapi kok masih C?"
Sementara itu, dosen dia yang bernama Asminanto seolah tidak mau mendengar keluhan dari mahasiswa tersebut dan malah langsung merendahkan dia.
Asminanto:"Tugasmu jelek, tidak cocok sama yang aku minta!"
Asminanto:"Terus pas presentasi, kamu juga main-main saja!"
Fadli yang mendengar ucapan itu langsung merasa murka dan menaikkan nada suaranya.
Fadli:"Hah? Tugas saya sudah sesuai dengan yang Bapak minta! Saya juga menjawab semua pertanyaan dari teman-teman saat presentasi!"
Fadli:"Justru Bapak yang sibuk main ponsel sendiri saat saya sedang presentasi!"
Asminanto langsung tersulut amarahnya saat Fadli berani menaikkan nada bicaranya.
Asminanto:"Jaga nada bicaramu! Aku dosen di sini! Kalau kau tidak menghargai aku, aku bakalan turunkan nilaimu menjadi lebih buruk lagi!"
Fadli:"Loh, kok Bapak begitu sih! Okelah nilai saya C, tapi kenapa nilai si Arisu malah Bapak kasih A?"
Fadli:"Padahal si Arisu tidak ikut membantu apa-apa saat kerja kelompok! Dia juga tidak bisa menjawab apa pun saat presentasi tadi!"
Kemarahan Asminanto menjadi semakin memuncak setelah dia mendengar protesan itu.
Asminanto:"DIAM KAU! SUDAH AKU BILANG AKU DOSEN DI SINI! AKU BEBAS MENILAI SIAPA PUN SESUKAKU!"
Asminanto:"KELUAR SANA! KAU TIDAK USAH DATANG LAGI KE KELASKU! DASAR MAHASISWA TIDAK TAHU DIRI!"
Asminanto mengusir Fadli dari ruangannya, dan perlakuan itu membuat Fadli ikutan menjadi semakin marah.
Fadli:"BAPAK ITU DOSEN YANG TIDAK ADIL!"
Setelah membentak Asminanto, Fadli keluar dari ruangan dan membanting pintu tersebut dengan cukup keras.
Fadli:"Dosen bajingan! Tua bangka mesum! Kok bisa orang seperti dia jadi dosen? Pasti dia menyogok pakai duit!"
Fadli terus menggerutu dan mencaci maki Asminanto saat dia berada di ruang himpunan mahasiswa. Dia sedang bersama dengan teman dia, yaitu Haikal, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan.
Haikal:"Ya, kau sendiri kan sudah tahu seperti apa kelakuan si Asminanto itu. Kenapa kau masih saja mencari masalah dengan beliau?"
Fadli:"Ya gimana tidak mencari masalah? Orang itu selalu memberi nilai jelek kepadaku, tapi dia malah sering banget memberikan nilai tinggi kepada mahasiswi cewek."
Fadli:"IPK-ku turun gara-gara si bajingan itu, Kal! Aku sudah komplain dan melapor ke pihak kampus, tapi pihak kampus malah seakan tidak peduli sama sekali."
Fadli:"Mana mata kuliah yang dia ajar itu mata kuliah yang wajib. Jadi, aku bisa saja tidak lulus semester ini kalau sampai mata kuliah dia aku gagal."
Haikal langsung menghela napas panjang setelah mendengar keluhan itu. Walaupun dia adalah seorang Ketua Himpunan, tetapi dia sebenarnya juga sering mendapatkan masalah yang sama dari pihak kampus.
Haikal:"Sabar saja, Fad. Kampus kita memang begitu. Mentang-mentang ini kampus ternama, para staf dan dosennya sering kali berlaku seenaknya sendiri."
Fadli:"Kau tidak bisa melakukan sesuatu kah buat membantu mahasiswa tertindas seperti aku?"
Haikal:"Membantu seperti apa? Aku sudah melakukan banyak hal, tapi selalu gagal terus. Kau sendiri juga tahu kalau aku juga sering mendapat masalah dari dosen dan staf kampus."
Fadli:"Huft! Kenapa pula dulu aku memilih untuk kuliah di kampus busuk seperti ini?"
Haikal menepuk perlahan pundak kawannya itu untuk mencoba menenangkan dia.
Haikal:"Sabar, sabar. Kita ke kantin saja, yuk! Kita jajan supaya kau bisa lebih tenang."
Haikal:"Tidak usah memikirkan dosen sesat itu lagi."
Fadli kembali menghela napas, kemudian dia menganggukkan kepala dan melangkah mengikuti Haikal menuju ke kantin.
Ketika mereka berdua sampai di kantin fakultas, mereka melihat suasana kantin yang sangatlah ramai. Di sana, mereka melihat Arisu sedang dikelilingi oleh banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi. Suasananya begitu meriah karena Arisu rupanya sedang mentraktir mereka semua. Saat melihat pemandangan itu, raut wajah Fadli menjadi semakin masam dan dia langsung membalikkan badan untuk pergi.
Haikal:"Fad, mau ke mana kau? Tidak jadi jajan di kantin?"
Fadli:"Malas aku. Mau cari makan di luar saja."
Haikal yang tidak tahu akar masalahnya hanya bisa mengangkat kedua bahu. Kemudian, dia langsung melangkah mengikuti Fadli pergi untuk mencari makan di luar area kampus.
----
YOU ARE READING
The BudDogs
Teen FictionMenceritakan tentang sekawanan mahasiswa pembuat onar yang ingin membalas ketidakadilan yang mereka dapatkan, sehingga membuat mereka bekerjasama untuk membongkar kebobrokan dan kebusukan dari siapapun yang telah menjahati mereka.
