- UPDATE SETIAP HARI
- DUA EPISODE SETIAP UPDATE
- JANGAN LUPA BERIKAN VOTE, KOMENTAR, DAN FOLLOW AKUN WATTPADKU.
* * *
Ada banyak orang yang menjabat tangannya hari itu. Beberapa orang juga memeluk dan menepuk-nepuk bahunya, agar tetap kuat dan bersabar. Di depan pusara Ayahnya yang masih basah dan bertabur bunga-bunga segar, Rama hanya bisa diam sambil menatap kosong ke arah nisan yang tertancap. Di sana terpampang jelas, dr. Syarizal Pramardi bin Yudho Sastro Pramardi. Nama itu tertulis lengkap, selengkap duka yang datang secara tiba-tiba.
Rintik hujan mulai membasahi tanah. Sebuah payung pun terbuka lebar tepat di atas kepala Rama. Seakan mencoba menjauhkannya dari serangan menyakitkan bulir-bulir dingin yang datang serempak. Rama pun menoleh ke belakang, ketika sadar bahwa di sekelilingnya sudah tak ada lagi para pelayat. Hanya keberadaan Azwar yang masih ada di sisinya, sambil memegang payung untuknya.
"Mas Rama sudah mau pulang?" tanya Azwar.
Rama pun mengangguk pelan, lalu berbalik meninggalkan pusara tersebut tanpa mengatakan apa-apa. Dukanya terlalu dalam dan menyakitkan. Banyak pertanyaan yang belum terjawab. Namun kini ia telah ditinggalkan oleh si pemilik jawaban. Membuat semuanya menjadi lebih terombang-ambing daripada sebelumnya, bagi Rama.
"Mau langsung pulang ke rumah, Mas?"
"Iya, Az. Kita langsung pulang saja ke rumah. Kamu pasti capek, soalnya sejak sore kemarin kurang istirahat setelah membantuku mengurus jenazah Ayah," jawab Rama.
"Aku enggak capek sama sekali, kok, Mas. Mengurus jenazah Ayah jelas harus menjadi tanggung jawab kita berdua, meski aku hanya anak angkat. Ayah sudah banyak memberikan yang terbaik padaku, jadi pastinya aku harus andil ketika akan mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir," ujar Azwar.
"Jangan bahas lagi soal status anak angkat, Az. Kamu anaknya Ayah juga, kok, sama seperti aku. Sekarang, aku cuma punya kamu sebagai saudaraku. Jadi aku enggak mau terbatasi dari kamu hanya karena perkara status seperti itu."
"Iya, Mas. Maaf. Aku enggak bermaksud mengungkit soal status di antara kita. Aku kebiasaan membahas hal itu sejak kita kecil. Jadi kadang terlepas begitu saja dari mulutku ketika bicara sama Mas Rama. Maaf ya, Mas," ucap Azwar.
"Enggak apa-apa, Az," tanggap Rama, sangat tenang.
Keadaan mobil itu kembali sunyi. Baik itu Rama ataupun Azwar sama-sama diam, sambil menikmati perjalanan menuju rumah diiringi oleh hujan yang tidak terlalu deras. Saat melewati penjual martabak langganan mereka, Rama meminta berhenti sebentar agar bisa membeli martabak di sana. Rama memesan dua. Satu martabak telur jumbo dan juga martabak keju. Ia tidak ingin makan sendirian, jadi ia juga membeli martabak keju kesukaan Azwar.
Setelah membayar pesanan, Rama pun kembali masuk ke mobil dan memperlihatkan dua bungkus martabak yang dibelinya. Azwar pun tertawa pelan. Karena tahu bahwa saat tiba di rumah nanti, Rama akan mengajaknya mengobrol sangat panjang. Satu kebiasaan mereka sejak dulu, saat ada martabak. Mobil itu pun kembali melaju. Hujan yang tadi turun perlahan mereda. Jalanan mulai kembali padat. Karena pengguna motor yang tadi memilih berteduh saat hujan, telah kembali melaju di jalanan. Azwar mengemudi dengan sangat hati-hati. Satu kebiasaan yang sangat Rama hafal sejak pria itu bisa menyetir.
"Aku akan langsung buat kopi susu setelah tiba di rumah. Kamu mau juga?" tanya Rama.
"Boleh, Mas. Tapi jangan terlalu manis, ya. Soalnya martabaknya sudah manis," jawab Azwar.
Mobil itu akhirnya masuk ke halaman rumah dan parkir di tempat biasa. Kedua pria itu segera keluar dari mobil, sambil membawa dua kantong martabak yang tadi dibeli. Tatap mata mereka mendadak tertuju pada dua buah mobil yang terparkir di halaman sebelah timur. Mereka tidak pernah melihat mobil-mobil itu sebelumnya. Sehingga membuat mereka bertanya-tanya dalam hati, soal siapa yang datang ke rumah ketika mereka sedang tidak ada.
YOU ARE READING
WARISAN
HorrorDipaksa untuk menyerahkan warisan yang seharusnya diterima, sama sekali tak membuat Rama dan Azwar marah. Namun saat warisan itu telah mereka serahkan, malapetaka mulai terjadi terhadap yang ingin menguasai segalanya-tanpa mereka tahu. Dan ketika ma...
