✦𓇼✦❀✦𓇼✦
"
Lo ngerti nggak sih main catur??"
"Ngerti, lo aja yang tolol,"Ucapnya menyindir.
Revan Althaf dan Arsen Adriel dua rival yang saling tolak belakang, mereka terkenal sikap yang tidak mau kalah satu sama lain tapi jika saling di pertemukan sudah seperti kucing dan anjing.
Dan sekarang mereka berdua berakhir disini, bermain catur siapa yang kalah salah satu darinya harus mengakui ia yang paling hebat.
Tapi bagaimana jadinya kalo mereka sama-sama tidak mengerti main catur?? Bermain hanya demi bisa membuktikan siapa yang lebih hebat.
Revan sikapnya yang dingin dan wajahnya yang datar, tapi jika berhadapan dengan Arsen sang rival nya seketika sikap nya yang dingin hilang.
Begitu pula dengan Arsen sikap yang angkuh dan arogan, yang selalu nggak mau kalah terhadap rivalnya sendiri. Dia ingin sekali mengalahkan Revan rivalnya dan menghancurkan sikap sombongnya itu.
Tapi walaupun begitu mereka saling membantu. Disaat anggota geng Arsen diserang oleh musuhnya sendiri, disitulah Revan membantu bersama anggota nya. Mereka itu hanya gengsi semenjak kejadian dulu yang menimpa mereka, seandainya jika anggota inti mereka tidak bantu menenangkan mereka berdua mungkin mereka saling bermusuhan sekarang.
"Eh lihat ketua lo tu, masa main catur aja gk bisa," Celetuknya.
Mereka yang mendengar langsung menatap sinis terutama—raka Wijaya, raka salah satu anggota inti yang termuda dan paling cerewet. Merupakan salah satu anggota inti, geng Dragon Black yang di pimpin oleh Revan.
"Eh monyet lo bisa diam gak?? Berisik banget jadi orang,liat tuh ketua lo juga gak bisa main!! " Cibir nya.
"Lo mau berantem hah!!?" Tanya java. Salah satu Anggota inti Arsen.
" kalian bisa gak jangan berisik mulu kayak orang gila aja, liat tuh orang gila aja gak pernah berisik kayak kalian berdua,"sindir Andi. Yang lansung di setujui oleh mereka semua walaupun mereka juga tersinggung.
Mereka berdua menatap sinis lalu memalingkan wajah.
"Eh leo lo baca buku apa??serius amat??" Tanya jevan.seketika semua orang mengalihkan pandangannya kepada leo.
"Oh ini gua sedang baca novel," Sahutnya.
"Sejak kapan lo suka baca novel??tanya Jevan lagi. Semua orang menatap leo penasaran begitu pula Revan dan Arsen yang sejak tadi mengoceh.
"Oh itu tadi ada kakek yang kasih gua novel ini, trus gua heran dong. Yaudah gua tanya balik eh kakeknya malah hilang, "Ceritanya.
" Hantu kali,"timpal Arsen.
"Lo tolol atau goblok sih, mana ada hantu Siang hari," Sindir Revan.
Mereka yang melihat mengeleng kepala melihat mereka berdua mengoceh lagi, sama seperti Raka dan Java.
"Trus novelnya cerita tentang apa??sampai lo serius bacanya??" Sekarang ray yang bertanya, mengalihkan pandangan mereka semua ke leo.
"Judulnya gak ada sih tapi novelnya menceritakan anak yang dibenci bahkan dia menjadi penyebab ibunya meninggal saat melahirkan nya, namanya Kenzie dia juga punya kembaran cuman beda 5 menit tapi karena Kenzie lahir terakhir nyawa ibunya gk tertolong. Dan karena itu semua anggota keluarga Adhikara menganggap si Kenzie pembunuh tapi tidak untuk kembarannya malah disayang. Dan bla bla bla...... "Cerita leo panjang.
Sekarang mereka semua terdiam,mendengarkan cerita panjang leo.
" Itu novel apaan anjrit, masa bayi baru lahir udah disalahin kan tu bayi belum tau apa-apa!!"geram Raka.
"Iya anjrit!! Pasti penulisnya lagi mabuk tuh!!" Seru Java.
Saat asik-asik mengoceh tentang novel yang dibaca leo tiba-tiba.......
Brakkk.....
"Anjing."
"Babi."
"Astaghfirullah."
Seketika Semua orang yang disana terkejut mendengar suara pukulan meja.
"Apa liat-liat??nah nasi goreng nya sudah siap, jangan lupa bayar!!"kata abang nasi goreng lalu pergi meninggalkan mereka yang sudah mengerutu.
" Anjir mau copot jantung gua anjrit, gua kirain apaan ternyata abang nasi goreng."kata Rafa sambil mengelus dada.
"Hmm... Ayo makan gua dah lapar, setelah ini kita langsung pulang," Kata Revan. Entah tau kenapa perasaan nya tiba-tiba gak enak.
𓂃𓈒𓏸 ❀ 𓏸𓈒𓂃
Hari menjelang malam, udara yang begitu dingin menusuk kulit. Lampu perlahan-lahan mulai terang di setiap sudut jalan.
Kini Revan mengendarai motornya menuju jalan pulang. Entah kenapa perasaannya tiba-tiba gak enak.
Asik dengan pikiran nya tanpa sadar ada ayam yang melintas sehingga Revan tidak bisa menghindari nya.
"Awasss ayammm!!!" Teriak Revan.
Brakkk......
Brakk.......
Kecelakaan yang tidak bisa dihindari pun terjadi, jalan yang ramai di penuhi motor kini saling bertabrakan.
Revan kini dilumuri dengan darah dikepala,sebelum kehilang kesadaran ia mengatakan sesuatu.
"Hey anak ini terluka parah, tolong bantu dia."
"Tunggu sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu."
"A-ayam," Katanya terbata-bata lalu kehilangan kesadaran sepenuhnya.
Semua orang yang mendengarkan ucapan Revan melongo tak percaya. Apa-apaan pemuda satu ini disaat kondisinya seperti ini masih bisa memikirkan ayam.
𓂃𓈒𓏸 ❀ 𓏸𓈒𓂃
Maaf jika kata²nya tidak enak dibaca atau banyak typo, baru pertama kali nulis, tandai jika kalian kurang suka nanti kalo udah tamat di revisi ulang. Jangan lupa vote dan comment.
Cerita ini hanya dibuat untuk meluangkan imajinasi saja.
YOU ARE READING
Tiga Kunci Emas
General FictionHidup di dunia novel yang bahkan dirinya ini tidak bisa berpikir secara logika. Revan bertransmigrasi ke sebuah novel tua yang dibaca oleh leo-anggota nya itu. Menempati tubuh bocah sma yang bahkan keluarga nya sendiri tidak menganggap nya, hidup...
