Kenalin, gue Reyhan pandi pranta. Calon suami sahnya Lisa Blackpink. Yang bakalan nikah ama yayang lisa tiga tahun dari sekarang. Sengaja nunggu eunni pas udah umur 30, biar jadi pasangan ideal versi majalah Trubus gitu.
Gimana? Gimana?
Ada yang aneh sama nama gue ya?
Hahahaha...... semua orang yang baru kenalan ama gue juga pada bilang nama gue ganteng, iya iya lah nama sama muka harus sinkron dong.
Mama sama papa nggak ada maksud apa-apa kok pas buat gue, eh maksudnya pas buat nama gue, mungkin mereka lagi bahagia bahagia nya pas ngadon gue mereka hanya memilih nama yang bagus, ya walupun ngga memiliki makna dalam.
Mendingan gue, lah abang gue lebih ekstrim dikasih nama. Yang ngasih sih nenek, sebagai wasiat terakhirnya, terpaksa mama sama papa nggak bisa nolak.
Mau tau apa nama abang gue?
Ntar kalau gue kasih tau, jangan diketawain ya, nanti abang gue ngambek, dia orangnya mah lembekan.
Hasrat Membara Pranata, itu nama abang gue. Nenek pesan panggilannya Bara, tapi pas udah gede dia protes, nggak mau dipanggil Bara, dia minta dipanggil Asra aja. Katanya itu lebih keren. Kalau nggak, dia ngancem buat ubah tu nama ke kantor Capil.
Di rumah, suasana keluarga Reyhan nggak jauh beda sama suasana di ruang sidang. Bayangkan aja, Papa yang seorang Hakim selalu duduk di kursi kepala meja makan layaknya pemimpin pengadilan, siap mengetok sendok kalau ada perdebatan yang nggak selesai.
Sementara Mama, si Jaksa penuntut yang tajam, nggak akan membiarkan Reyhan atau Abangnya beralasan telat pulang tanpa interogasi mendalam. "Mana buktinya? Siapa saksinya?" adalah pertanyaan rutin yang harus dijawab Reyhan setiap kali dia mau izin keluar nonton konser atau sekadar main bareng teman.
Abangnya, Hasrat Membara Pranata, malah makin menambah riuh suasana karena profesinya sebagai Pengacara kondang. Bukannya membela adiknya, Asra sering banget menggunakan kemampuan orasinya untuk bernegosiasi soal siapa yang bertugas mencuci piring atau membuang sampah.
Dia selalu punya celah hukum dan argumen logis untuk melimpahkan tugas rumah tangga ke Reyhan. Kalau sudah begini, Reyhan cuma bisa geleng-geleng kepala melihat keluarganya yang lebih mirip panel ahli hukum daripada sekadar kumpul keluarga biasa.
Awalnya, Reyhan sangat berambisi masuk Jurusan Teknik Mesin. Alasannya simpel dan sedikit konyol: dia merasa cowok teknik punya aura keren yang tak tertandingi di mata cewek-cewek dengan jaket himpunan yang gagah dan tangan yang sedikit kotor kena oli.
Niat utamanya bukan mau belajar termodinamika atau mesin kalor, melainkan menjadikannya umpan untuk memburu perhatian mahasiswi-mahasiswi cantik dari fakultas seberang. Baginya, menjadi "anak teknik" adalah tiket emas untuk jadi idola kampus yang dikejar-kejar kaum hawa.
Namun, realitas berkata lain saat hasil pengumuman keluar. Ambisi Reyhan kandas total; dia gagal menembus ketatnya persaingan di Teknik Mesin. Di tengah keputusasaan dan rasa gengsi yang runtuh, orang tuanya pun turun tangan.
Dengan tatapan penuh wibawa dari seorang Hakim dan Jaksa, mereka "mengarahkan" Reyhan untuk mengambil jalur yang sudah tersedia di depan mata. Tanpa daya untuk membantah, Reyhan akhirnya menyerah dan mendaftar ke Fakultas Hukum, menyerah pada takdir yang menuntutnya mengikuti jejak karier keluarganya.
Kini, hari-hari Reyhan tidak lagi diisi dengan mimpi membongkar mesin, melainkan tumpukan kitab undang-undang yang tebalnya minta ampun.
Alih-alih dikelilingi cewek-cewek yang terpesona dengan keahlian mekaniknya, dia justru harus berhadapan dengan perdebatan pasal-pasal setiap harinya. Reyhan hanya bisa menghela napas panjang saat sadar bahwa di rumah dia sudah "disidang" oleh orang tuanya, dan di kampus pun dia tetap harus belajar cara menyidang orang lain.
# kalian bebas berimajinasi tentang siapa karakter dalam ceritanya ya hehehe, kalau aku sih Josgawin 😭🙏
VOCÊ ESTÁ LENDO
Aku, kamu dan kampus ( END)
Ficção Geral....... langsung baca aja kalau mau, bersebaran typo hehehe Semua bermula dari sebuah meja makan formal yang menyatukan dua pilar kekuatan ekonomi: Keluarga Pranata dan Keluarga Wijaya. Di sanalah garis takdir ditarik. Reyhan Pandi, pemuda dengan v...
