Selamat Datang di Chiba (Toko Wiz yang Berkhianat)

66 6 0
                                        

Sore itu di mansion Axel, keadaan seharusnya tenang. Matahari mulai terbenam, memberikan semburat oranye pada jendela-jendela besar di ruang tengah. Namun, seperti biasa, ketenangan adalah barang langka bagi tim petualang paling "berbakat" di seluruh Belzerg.

Pemandangan Biasa di Ruang Tengah

Kazuma sedang duduk di sofa empuknya, mencoba menikmati teh (yang untungnya belum berubah menjadi air murni) sambil menghitung sisa koin Eris di kantongnya. Di depannya, Aqua sedang merengek sambil berguling-guling di karpet mahal.

"Kazumaaaaa! Beli telur naga itu untukku! Aku janji kali ini akan membesarkannya dengan benar, bukan untuk dimakan!" ratap Aqua dengan air mata yang mulai mengalir deras.

"Sudah kubilang tidak, maka tidak!" balas Kazuma tanpa mengalihkan pandangan dari catatannya. "Terakhir kali kau membeli sesuatu kamu hanya akan menambah pengeluaran dan hutang bagi kita. Lagipula, itu bukan telur naga, itu telur ayam!"

Pintu depan terbuka dengan keras. Megumin masuk dengan langkah gontai, tubuhnya lemas seperti kain basah, sementara Darkness menggendongnya di pundak dengan wajah yang... sedikit terlalu bersemu merah.

"Kazuma... hari ini... ledakanku... sangat indah..." gumam Megumin lemas. Dia baru saja menyelesaikan ritual harian Explosion-nya dan sekarang berada dalam mode lumpuh total.

"Ah, Kazuma!" seru Darkness dengan napas sedikit terengah. "Tadi di hutan, kami bertemu sekelompok goblin. Mereka menatapku dengan pandangan yang sangat... sangat menghina! Mereka bahkan tidak mau menyerangku dan malah lari ketakutan melihat pedangku yang meleset terus! Benar-benar penghinaan yang luar biasa!"

Kazuma menghela napas panjang. "Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang normal?" batinnya.

Kekacauan Dimulai

Keadaan makin memanas saat Aqua, yang merasa diabaikan, tiba-tiba berdiri dan menunjuk ke arah dapur.

"Eh? Kazuma! Kenapa botol anggur mahal yang kusimpan di lemari es sudah kosong?!" teriak Aqua histeris.

Kazuma terdiam sejenak. "Oh, itu? Aku menjualnya kemarin untuk membayar ganti rugi sawah warga yang hancur karena ledakan Megumin minggu lalu."

Hening sejenak

Aqua Mulai merapal mantra Nature's Beauty sambil menangis histeris (yang hanya membuat ruangan basah kuyup), Megumin Merasa bangga karena ledakannya dianggap sangat merusak sampai butuh anggur mahal untuk membayarnya dan Darkness Mulai berimajinasi tentang bagaimana rasanya jika dia yang dipaksa bekerja di sawah sebagai hukuman.

Akhir dari Hari yang Melelahkan

"HENTIKAN!" teriak Kazuma sambil berdiri. Dia menggunakan skill Steal-nya secara refleks, dan entah bagaimana, dia malah mendapatkan botol saus tomat dari dapur yang sedang dipegang Aqua.

"Cukup. Aqua, berhenti menangis atau kau tidur di kandang kuda malam ini. Megumin, masuk ke kamarmu dan istirahat. Darkness... berhenti memasang wajah aneh itu, ini perintah!"

Meskipun mereka terus mengeluh dan bertingkah konyol, perlahan-lahan suasana mansion kembali tenang. Kazuma kembali duduk di sofanya, melihat rekan-rekannya yang merepotkan namun entah bagaimana membuat mansion besar ini tidak terasa sepi.

"Yah," gumam Kazuma sambil menyandarkan kepala. "Setidaknya hari ini tidak ada yang mati. Itu sudah sebuah kemenangan."

Setelah aktivitas biasa yang mereka lalui, akhirnya mereka semua memutuskan untuk mampir ke Toko Wiz sebelum pergi ke Guild untuk mengambil sebuah misi. Di toko Wiz, suasana biasanya dipenuhi dengan barang-barang terkutuk yang tidak berguna. Wiz sedang memegang sebuah cermin kuno berdebu.

"Eh, Wiz, apa ini? Kelihatannya mahal," tanya Kazuma sambil menyentuh permukaannya.

"Tunggu, Kazuma-san! Itu Cermin Pemindah Dimensi yang Tidak Stabil! Aku belum sempat—"

BOOM!

Cahaya putih itu memudar, menyisakan rasa mual di perut Kazuma. Saat penglihatannya kembali jernih, hal pertama yang ia hirup bukanlah udara segar padang rumput Axel, melainkan bau aspal panas dan asap knalpot.

"Di mana ini...?" gumam Kazuma.Matanya terbelalak melihat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang seolahmenantang langit. "Tidak mungkin... ini Jepang?"

;

;

;

To Be Continued

Kono:Oregairu Blessed Is My Wrong Romantic YouthStories to obsess over. Discover now