We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

prolog

21 3 0
                                        

Jauh dari perkotaan, terdapat sebuah bangunan besar berisikan banyak anak-anak yang lahir tanpa mengetahui siapa yang menyebabkan mereka lahir ke dunia. Riuh suara mereka, seakan memberi warna pada setiap tembok putih rumah panti asuhan.

Namun keramaian tak selalu di sukai semua orang, di setiap sisi gedung terdapat anak-anak yang menangis meringkuk, anak-anak yang diam menatap langit, dan anak-anak yang berusaha lari dari rasa sakit atas ketidak adilan author pada nasib mereka.

Tetapi sejauh apapun mereka bersembunyi dari keramaian, suara keras dari pengeras suara panti memaksa mereka untuk menyatu dengan keramaian dan meninggalkan kedamaian mereka.

'Di harapkan kepada seluruh kanak-kanak agar berkumpul di tempat asal suara'.

Mendegar panggilan dari bunda, mereka yang bersembunyi akhirnya menampakkan diri mereka. Banyak dari mereka berwajah lesu datang dan duduk di tangga depan ruangan. sementara yang lain masih asyik bermain di sekitar area bebas bermain.

Tak lama 5 mobil masuk ke area panti dan sontak semua anak-anak panti mengerumuni mereka, menampilkan wajah manis yang penuh harap. Namun tak semua dari mereka ikut, ada yang memilih tetap duduk di tangga dan ada yang memilih untuk duduk memojok, hanya menatap tanpa bergerak. Mereka yang tak bisa menampilkan wajah manis tentu akan kalah maka tak ada lagi keinginan mereka untuk bersaing dengan anak-anak berwajah manis lainnya.

"kalian tidak ingin menghampiri mereka?" tanya Bunda panti pada 5 anak yang hanya diam menatap para pasutri yang ingin memilih calon anak mereka.

"nggak bunda. Nggak akan kepilih juga..". jawab seorang gadis yang cukup mengejutkan bunda panti.

"kan kalian belum coba, mana tau-"

"Bunda aku boleh balik ke kamar? mau ngerjain pr" tanya gadis itu yang berniat mengakhiri percakapan mereka, sayangnya bunda mereka membalas dengan gelengan kepala.

"nggak boleh, kamu kalau nggak mau kesitu setidaknya nggak boleh kesana kemari dulu. Duduk disini aja, tunggu sampai mereka yang hampirin kalian". ucap bunda yang langsung pergi untuk menyambut para pasutri yang ingin mencari anak adopsi.

5 keluarga pun di ajak untuk masuk ke ruangan untuk membicarakan perihal pemilihan anak adopsi dan melihat kecocokan latar belakang terlebih dahulu.

Sesaat sebelum masuk, ada sepasang suami istri menatap gadis pendiam yang duduk di tangga, mereka menatap gadis itu namun tak ada respon balik yang membuat mereka sedikit terkejut namun gadis itu seakan tak peduli dan hanya diam berharap bisa segera pergi.

Pasangan tersebut hanya bisa pergi berlalu begitu saja dan begitupun 4 pasutri lainnya anehnya ada seorang pria yang berjalan bersama istrinya namun ia berhenti di depan gadis itu dan membiarkan istrinya masuk lebih dulu. Pria itu lantas berjongkok, membuat gadis itu terkejut.

"Nama?" tanya pria itu dengan senyum tipis.

"Tiana".

Before Summer comeStories to obsess over. Discover now