Chapter 1: The Golden Morning Of Jung's Baby

2.6K 118 3
                                        

HAPPY READING
--------------------------------------------------------------------------------------------------
.
.
.
🐶
.
.
.
--------------------------------------------------------------------------------------------------

​Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah gorden sutra di kediaman mewah keluarga Jung.

Suasana rumah itu selalu tenang di jam-jam awal, namun kehangatan sudah mulai terasa dari arah dapur. Di sana, seorang pria dengan paras yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun tengah sibuk dengan segelas susu dan penggorengan.

​Jung Taeyong, atau yang lebih akrab dipanggil Bubu oleh penghuni rumah itu, tampak sangat kontras dengan bayangan pria berumur 49 tahun pada umumnya. Mantan model papan atas itu masih memiliki tubuh yang sangat proporsional—langsing, namun memiliki lekukan yang sexy di bagian yang tepat, dibalut oleh celemek tipis di atas piyama sutranya.

Tangannya yang telaten sedang mengaduk susu formula khusus di dalam gelas kaca berhias stiker anak anjing, sementara wangi pancake madu mulai memenuhi ruangan.

​"Jae, bangunin Adek gih. Mandiin sekalian, udah jam tujuh lewat. Nanti dia telat sekolahnya." suara lembut Taeyong memecah keheningan, ditujukan pada sosok pria raksasa yang baru saja melangkah masuk ke dapur dengan kaus singlet hitam yang menonjolkan otot-otot lengannya yang kokoh.
(sekolah Jeno masuk jam 8 yah bub)

​Jung Jaehyun, sang kepala keluarga yang memiliki tinggi menjulang, hanya bergumam rendah sebelum mengecup pelipis istrinya singkat. "Mark mana? Bukannya dia janji mau bantu Adek siap-siap pagi ini?"

​"Mark lagi siap-siap, katanya mau jemput Haechan juga. Udah, kamu aja yang urus Adek, kasihan mark ntar dia riweh sendiri" balas Taeyong sambil tersenyum manis.
​Jaehyun mengangguk patuh. Dengan langkah tenang, pria berwibawa itu menaiki tangga menuju kamar paling ujung.

Begitu pintu terbuka, pemandangan paling berharga bagi Jaehyun terpampang nyata. Di atas tempat tidur king size yang penuh dengan boneka empuk, anak bungsunya, Jung Jeno, masih terlelap pulas. Remaja berusia 17 tahun itu tampak sangat kecil dengan wajah yang sangat menggemaskan, pipi yang sedikit tumpah ke samping, dan sebuah pacifier berwarna biru pastel yang bergerak naik turun di mulutnya.

​"Boy... bangun, Sayang. Mandi dulu yuk." bisik Jaehyun sambil mengelus pipi Jeno.
​Jeno melenguh kecil, matanya yang sipit perlahan terbuka. Begitu melihat sosok Daddy-nya, Jeno tidak langsung bangun, melainkan merentangkan kedua tangan kecilnya ke arah Jaehyun. "Daddyyy... gendong..." gumam Jeno tidak jelas karena terhalang pacifier-nya.

​Tanpa banyak bicara, Jaehyun mengangkat tubuh itu dengan sangat mudah. Jeno secara otomatis melingkarkan kakinya di pinggang kokoh Jaehyun, menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher sang Ayah.

Jaehyun membawanya ke kamar mandi luas di dalam kamar itu, di mana air hangat sudah disiapkan.
​Proses mandi berlangsung penuh drama manja. Jeno yang masih mengantuk hanya duduk diam di dalam bathtub, sementara Jaehyun dengan telaten menyabuni tubuh mungil anaknya.

"Anak pinter Daddy harus wangi, kan hari ini mau ulangan." ucap Jaehyun lembut. Jeno hanya menyahut dengan gumaman pelan, sesekali memainkan busa sabun dengan jemarinya yang bantet dan lucu.

​Setelah selesai mandi dan dikeringkan dengan handuk lembut, Jaehyun membawa Jeno kembali ke area walk-in closet. Di sana, seragam SMA kelas 11 sudah disiapkan oleh Bubu. Jaehyun membantu Jeno mengenakan kemeja putihnya, memakaikan dasi dengan rapi, hingga menyisir rambut hitam Jeno yang halus.

​"Nah, ganteng banget bungsu Daddy. Ayo, Bubu sudah nunggu di bawah," ajak Jaehyun. Jeno yang sudah rapi dengan seragamnya—meski wajahnya masih tampak mengantuk—akhirnya turun ke lantai bawah, tentu saja dengan cara digendong di punggung lebar Jaehyun karena ia mengaku kakinya masih "lemas".

​Di meja makan, Mark sudah duduk manis sambil memainkan ponselnya. Begitu melihat adiknya datang dalam gendongan sang Ayah, Mark langsung menyeringai jahil. "Wah, bayi gede Daddy sudah bangun? Masih nempel aja kayak koala," goda Mark.
​Jeno merengut, ia turun dari punggung Jaehyun dan langsung duduk di kursi tingginya yang empuk. "Abang berisik! Adek capek tahu habis mandi," sahut Jeno ketus namun terdengar lucu.

​"Sudah-sudah, jangan digodain terus Adeknya. Nanti nangis" tegur Taeyong sambil meletakkan sepiring pancake madu dan segelas susu hangat di depan Jeno.

Taeyong kemudian duduk di samping Jeno, mengelus rambut anaknya dengan sayang. "Dimakan ya Sayang, susunya dihabiskan biar otaknya encer pas ulangan nanti."
​Jeno mulai makan dengan lahap, sesekali disuapi oleh Bubu jika ia mulai melamun. Daddy Jaehyun dan Mark juga menikmati sarapan mereka sambil sesekali melempar candaan receh yang membuat Jeno tertawa kecil, melupakan rasa kantuknya.

Setelah sarapan selesai, Jeno segera meneguk habis susu di gelasnya hingga menyisakan kumis putih di atas bibirnya, yang langsung dilap lembut oleh jempol Jaehyun.

​"Ayo, berangkat sekarang. Mark, bawa mobilnya hati-hati, jangan ngebut bawa Adek." pesan Jaehyun tegas saat mereka semua berjalan menuju teras.

​Jeno menyalami tangan Jaehyun dan mencium kedua pipi Bubu Taeyong dengan penuh sayang. "Adek berangkat ya Bubu, Daddy. Doain Adek bisa kerjain ulangannya" pamit Jeno.

​"Pasti, Sayang. Semangat ya anak pinter Bubu!" seru Taeyong sambil melambai.
​Mark merangkul bahu Jeno, menuntun adiknya masuk ke dalam mobil mewah yang sudah terparkir rapi.

Jeno duduk di kursi penumpang, langsung memasang sabuk pengamannya. Saat mobil mulai bergerak meninggalkan pekarangan rumah, Jeno menyandarkan kepalanya di jok, menatap jalanan dengan tenang. Meskipun di rumah ia adalah kepingan terakhir yang sangat dimanja, Jeno tahu bahwa begitu ia sampai di gerbang sekolah nanti, ia harus berubah menjadi Jung Jeno yang cerdas dan siap menaklukkan lembar ulangannya.

​Pagi yang hangat itu pun ditutup dengan lambaian tangan Jaehyun dan Taeyong dari depan pintu, menatap mobil yang membawa kedua putra mereka menjauh menuju rutinitas dunia luar.

TBC.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

helloww kembali lagi dengan cerita baru akuuu.

dan yap shor story lagi.
jika disebelah mark yang manja disini Jeno yang manjaaa.

kayaknya cerita ini cuma sampe 7 chap aja dehhh.

yaudah dadahhh semuanya.
btw jangan lupa vote dan komennya yaw.

#KANGENMARK💔

The Last Piece Of Jung [END]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora