Nirbita Nebula Ashra. Ia hanyalah seorang gadis sederhana yang sibuk merangkai bunga di toko kecil milik neneknya. Tak ada yang tahu, setiap senyum yang ia berikan menggenggam rahasia di balik cahaya mata.
Ditolak orang tua, dicap kotor oleh dunia...
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
"Kalau begitu, semua yang terjadi di kehidupan Nirbita adalah takdir dari Tuhan, ya, Nek?"
• Nirbita Nebula Ashra
❤️🩹
"Nenek, kenapa hidup Nirbita beda dengan teman-teman Nirbita?"
Pertanyaan polos itu lolos keluar dari bibir milik si kecil Nirbita Nebula Ashra. Gadis kecil berusia tujuh tahun yang kini bernaung kasih sayang dengan sang nenek—Marthana Esha. Gadis kecil yang dibiarkan hidup dengan lara tanpa sedikit pun dekapan hangat dari orang tuanya.
Nenek Esha menoleh, menatapnya dengan tatapan hangat penuh kasih. Diusapnya surai halus cucu satu-satunya yang begitu ia kasihi. Ia duduk di sebelahnya, menatap mata cantik milik Nirbita yang menatap penasaran menunggu jawaban.
"Kehidupan setiap manusia di dunia ini memang berbeda. Kita nggak bisa memilih kehidupan yang kita inginkan karena Tuhan telah menakdirkan semuanya jauh sebelum manusia itu lahir," jelas sang nenek. Kalimatnya memang sedikit susah untuk dicerna oleh anak seusia Nirbita. Namun berkat ketelitian dan juga kecerdasannya, Nirbita mampu memahami semua kalimat itu.
"Kalau begitu, semua yang terjadi di kehidupan Nirbita adalah takdir dari Tuhan, ya, Nek?" Nirbita bertanya kembali.
Nenek Esha tersenyum, lalu mengangguk. "Nirbita benar. Apa yang terjadi di kehidupan Nirbita adalah takdir yang telah Tuhan berikan. Dan Nirbita harus bersyukur dengan hal itu."
"Bersyukur meskipun Mama dan Papa pergi dan tidak kembali lagi pada Nirbita?" Pertanyaan itu membuat nenek Esha terdiam seribu bahasa. Hatinya mencelos saat mendengar pertanyaan polos itu. Gadis kecil tak berdosa ini harus menerima segala lara yang seharusnya tak ia rasakan. "Nirbita tidak mau bersyukur dengan itu, Nek. Tapi Tuhan pasti kecewa kalau Nirbita tidak bersyukur. Nirbita janji, mulai sekarang, Nirbita akan terus bersyukur meskipun Mama dan Papa tidak kembali pada Nirbita lagi."
Nenek Esha tersenyum. Bangga dengan betapa dewasanya Nirbita dalam menerima semua takdir pahit yang ia terima. Gadis kecil yang harusnya hidup dipenuhi kasih sayang dari orang tua, justru sebaliknya ia malah ditelantarkan dan dilupa begitu saja oleh mereka.
Nenek Esha mendekap hangat tubuh kecil Nirbita. Mengecup kecil puncak kepalanya sambil mengusap surai hitam halusnya. "Nenek, Nirbita punya permintaan," ucap Nirbita pelan.
"Apa itu sayang?" Nenek Esha menunduk, menatap si gadis kecil yang terlihat sedang berpikir.
"Nenek harus janji temani Nirbita terus, sampai Nirbita besar nanti. Nenek mau kan janji itu sama Nirbita?"
Anggukan dari sang nenek adalah jawaban yang Nirbita terima. Gadis kecil itu tersenyum. Senang karena sang nenek mau berjanji untuk menemaninya sampai ia dewasa nanti.
Nenek akan terus menemani kamu, sampai kamu menemukan seseorang yang bisa memandang kamu dengan cara yang berbeda.
❤️🩹
Hello guys, I'm comeback. Naybies, how are you?
Aku harap kalian bisa menikmati cerita ini dan menyimpan tokoh di dalamnya ke dalam hati kalian. Sayangi mereka oke? Seperti aku yang sayang kalian 💕.