"Ih, Pa! Kok nggak nanya-nanya aku dulu, sih? Aku nggak mau nikah muda, Ma, Pa!" berontak Thea.
Eva mendekat ke arah Thea. "Sayang, Mama mohon, ya. Kamu terima saja perjodohan ini. Perusahaan Mama dan Papa sedang kacau, Nak," ujar Eva sambil mengelus rambut Thea.
Thea menatap ke arah calon suaminya itu, yang tak lain adalah dosennya sendiri, yaitu Marco Kalandra Sadewa.
Thea berdecak. "Baiklah, Thea mau terima perjodohannya," Eva dan Edward pun tersenyum mendengar ucapan Thea.
"Nah, begitu dong, baru ini anak Papa sama Mama," ujar Edward sambil memeluk Thea.
Thea menatap tajam Marco yang sedang tersenyum melihatnya.
"Ya sudah, Ma, Pa, aku mau ke kampus dulu," ujar Thea. Kemudian Marco berdiri dan meminta izin kepada orang tua Thea bahwa ia akan mengantarkan Thea ke kampus.
Awalnya Thea menolak, namun orang tua nya menyuruhnya.
Thea berdecak kesal, lalu keduanya berpamitan kepada Eva dan Edward.
Saat hendak memasuki mobil, pintu dibukakan oleh Marco.
"Lain kali nggak usah, aku bisa sendiri," ujar Thea datar.
Di dalam mobil, Thea hanya diam menatap ke arah jendela, sampai Marco memegang tangannya.
Namun, tangan itu ditepis oleh Thea. Meski begitu, Marco tetap memegangnya.
"Maafkan saya karena kamu harus menikah muda. Saya tahu ini berat untuk kamu hadapi, tapi percayalah, saya akan membuat kamu bahagia," ujar Marco sambil mencium telapak tangan Thea.
"Tapi aku takut, Pak!" ujar Thea.
"Nathea, kamu tidak perlu takut. Saya akan selalu menjaga kamu, asal kamu mau menerima saya... dan anak saya," ujar Marco, yang membuat Thea terkejut.
"A-anak?!"
"Jadi aku bakal langsung jadi ibu?" tanya Thea.
Marco mengangguk. "Ih, Pak! Kalau anak Bapak nggak nerima aku gimana, Pak?" tanya Thea khawatir.
"Anak saya pasti akan menerima kamu. Kamu tenang saja," ujar Marco dengan suara lembut.
*******
Sesampainya di kampus, Thea bergegas ingin keluar dari mobil, tetapi ditahan oleh Marco.
"Buru-buru banget, yang. Nggak mau kasih ini dulu?" ujar Marco sambil menunjuk ke arah bibirnya.
Thea merinding mendengar ucapan itu.
"Dasar dosen mesum!" ledek Thea, lalu mencium Marco singkat."muach".
"Ya sudah, aku mau masuk kelas dulu."
Thea langsung membuka pintu mobil dan berjalan cepat menuju gedung kampus tanpa menoleh lagi.
Jantungnya masih berdebar kencang setelah kejadian barusan.
"Astaga, apa sih tadi? Kenapa aku malah nurut sih?!" gumamnya pelan sambil menepuk keningnya sendiri.
Dari dalam mobil, Marco hanya tersenyum tipis melihat kepergian Thea.
"Gadis itu... menarik," ujarnya pelan sebelum akhirnya menjalankan mobilnya.
Di dalam kelas, Thea mencoba fokus pada pelajaran. Namun pikirannya terus melayang.
Menikah... sama dosen sendiri... terus langsung punya anak sambung lagi...
"Ih, pusing!" bisiknya sambil menutup wajahnya dengan buku.
"Tumben banget lo kelihatan stres gitu, The?" tanya sahabatnya, Rina, yang duduk di sebelahnya.
Thea menoleh pelan. "Rin... kalau misalnya lo disuruh nikah sama dosen lo sendiri... lo bakal gimana?".
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Dinikahi Dosen Anak Satu
Любовные романы"Saya tidak sabar untuk membuat kamu mendesah dibawah saya, Nathea". ujar Marco tersenyum smirk. Marco Kalandra Sadewa adalah seorang Dosen sekaligus pemilik perusahaan tertinggi di kota. Marco yang terkenal cuek tiba tiba saja dijodohkan dengan Nat...
