EPISODE 2

10 0 0
                                        

ೋ❀❀ೋ═══ ❀ ═══ೋ❀❀ೋ

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

ೋ❀❀ೋ═══ ❀ ═══ೋ❀❀ೋ

Heppy reading.....

"Woi!!!!"

Teriakan melengking itu berasal dari seorang gadis cantik berambut pirang yang melangkah masuk tanpa salam ke dalam mansion megah keluarga Laurent. Para penjaga di sekitar kediaman hanya bisa menggelengkan kepala, sudah maklum dengan kelakuan sang nyonya muda Taylor tersebut.

Langkahnya terus berpacu hingga ia berhenti tepat di bawah pendar lampu kristal yang berkilauan. Gadis itu menatap tajam ke arah tiga orang yang tengah duduk di sofa putih ruang keluarga yang luas. Namun, bukan kemegahan ruangan itu yang mencuri perhatiannya, melainkan raut wajah gadis berambut hitam legam yang sangat panjang di sana. Sepasang mata hitam itu tampak mulai digenangi air mata.

"Valyaaaa!!! Lo kenapa?"

Teriakan itu sontak membuat Valya, Nathan, dan Kalvin menoleh serempak ke arah Alya yang berdiri tak jauh dari mereka. Di belakangnya, tampak Andre dan Theo yang mengekor, tampak pasrah layaknya asisten pribadi bagi si cegil satu itu.

Alya langsung menghambur ke arah Valya. Begitu sampai, ia tanpa ragu mendorong kasar tubuh Kalvin yang duduk di samping Valya, lalu mengambil alih posisi itu.

"Lo kok nangis? Siapa yang buat bestie gue nangis, hah?!" tanya Alya sambil menatap tajam ke arah Nathan. Namun, Nathan hanya bersikap santai dan memilih untuk tidak menjawab.

"NATHAN!!!! GUE NANYA SAMA LO YAH, ANJING!!!" Suara menggelegar itu membuat Nathan menghela napas panjang. Sementara yang lain hanya bersikap biasa saja, sudah terlalu terbiasa dengan tabiat Alya.

Andre dan Theo menyusul masuk, langsung meletakkan tas dan barang bawaan Alya ke atas meja sebelum ikut bergabung duduk bersama para sahabatnya.

"Nggak capek lo pada jadi dayang si cegil?" celetuk Kalvin diiringi kekehan.

"Cap-" Ucapan Theo terhenti seketika saat Alya melemparkan tatapan mematikan ke arahnya.

"Mau bilang apa lo, hah?!!" ancam Alya dengan raut wajah sangar. Ia lalu kembali menoleh pada Nathan. "Oi, Nathan! Mau gue geprek tuh mulut lo, hah?! Lama banget cuma jawab gitu doang!"

"Arthur," jawab Nathan singkat.

"Arthur? Lah, kok bisa? Ya gue tahu sih Arthur tuh cukup cuek sama Valya, tapi gue nggak pernah lihat dia jahatin Valya," ucap Alya bingung. Selama ini ia tahu Arthur memang dingin dan sering bicara pedas, tapi Valya bukan tipe gadis yang akan menangis hanya karena ucapan ketus.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 29 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

 bloody darkness Where stories live. Discover now