Kepingan-kepingan memori yang hilang, kejadian penting yang terlupakan, poin-poin yang seharusnya melekat.
Takdir, masa depan dan masa lampau. Semua abu bagi Azalea Itzel Victoria. Untungnya, ia dikelilingi orang-orang yang selalu sedia membantu.
...
Direnggut paksa oleh takdir yang terkesan tiba-tiba. Mati menjadi jalan, sadar menjadi kesempatan. Pertanyaannya, jika masih ada kesempatan, apakah penderitaan menjadi jaminan?
.
"Hah... hah..." Ia sibuk menghela napas yang tersengal-sengal. Tangan sibuk mengemudi motor ninja hitamnya. Fokusnya terpecah dua, antara fokus pada jalan yang ditempuhnya dan motor lain yang dari 15 menit yang lalu selalu berada di jalur yang sama.
Kepalanya menoleh kebelakang. "Dia buntutin gue." Melihat saat berbelok motor di belakangnya masih setia di sana, membuat yakin bahwa pengendara tersebut mengikutinya.
"Fokus... fokus... fokus." Menenangkan diri yang perlahan diselimuti rasa khawatir.
Sedetik kemudian, ia menarik pedal gas -membiarkan jarum kecepatan menunjuk angka 55km/jam.
Sesuai perkiraan motor di belakanganya melakukan hal yang sama, berusaha agar tak kehilangan yang ia incar.
"Fokus..." Tak bisa dipungkiri tangannya gemetar, mewakili jantungnya yang berdegup tak karuan. Ia menambah kecepatan hingga mencapai angka 70km/jam, jalanan yang lenggang memudahkannya.
Dan berhasil, saat ia menoleh kebelakang motor itu hilang. Ia tersenyum smrik di balik helm full face-nya. "Ternyata payah," ejeknya sebelum kembali menghadap ke depan.
Matanya terbelalak kaget, saat mendapati sebuah truk besar mengarah ke arahnya dengan tak terkendali. Tak punya pilihan, ia memutar stir ke kanan.
BRAKK!!!
Bukannya selamat, ia terpelanting jauh sebab dari arahnya berbelok ada sebuah mobil pickup melaju dengan kencang, menabraknya sehingga terseret di atas aspal yang kasar.
Ia meringis. Tubuh bagian kirinya terkoyak oleh permukaan aspal, darah mengalir, sakit menjalar. "Ban-tu... gu-gue," ucapnya terbata pada seseorang yang mendekat.
Seseorang itu berjongkok tepat di hadapan matanya yang sudah terasa berat. Orang itu tersenyum, membuatnya mencoba mengulurkan tangan.
Seseorang itu menatap tangannya yang terulur hanya sepersekian detik sebelum jatuh karna tak ada cukup tenaga.
"Udah, jangan maksain diri." Seseorang itu berucap.
Seseorang itu kembali tersenyum simpul. "Harus kuat dong. Tenang lo gak sendirian kok," Ia berdiri, "Karna King bakal nemenin lo ke akhirat."
Tak lama dari itu, suara tabrakan yang tak kalah kencang terdengar memekak telinga.
"Gue sweet banget kan, Queen?" Ia tersenyum lebar. Hanya sebatas bibir, tak sampai mata.
"Kalian berdua bakal mati di jalan krisan ini, haha," lanjutnya sambil menatap dua sejoli yang terkapar tak berdaya itu. "Selamat tinggal, Queen and King." Ucapan itu dihiasi senyum simpul.
Queen menyumpah serapahi manusia yang baru saja pergi meninggalkannya, setelah menertawakan nasibnya.
Sedetik kemudian, Queen menelusuri sekitar, mencari keberadaan King. Dan benar saja, tak jauh darinya, seorang cowok yang kondisinya tak jauh berbeda dengannya tergeletak di samping motor yang ia kenali sebagai milik King.
"King..." lirih Queen yang dengan sekuat tenaga berusaha menggapai King.
Meski ini sangat membuatnya tersiksa, tapi perlahan-lahan tubuhnya berhasil mendekat. Hal itu membuat tekadnya makin bergemuruh, ia lebih bersemangat untuk maju.
Tepat saat tangannya hendak berhasil menggapai tubuh King, hatinya mencelos, matanya berair. 'Gue dan King gak bakal selamat.' Batinnya berseru.
Bukan pesimis, tapi ia sadar ini memang sudah jalan.
Queen segera menggapai tubuh King untuk dipeluk. 'Sekalipun ini ajal kita, gue berharap di kehidupan selanjutnya, gue bakal kenal lo lagi, King.'
Tes!
Setetes air mata mengalir. Dan itu bertepatan dengan ledakan dari motor milik King yang berada tepat di samping keduanya.
BOOM!!
"Menyedihkan," ujarnya yang ternyata belum juga beranjak.
|CL|
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
18.03.26
pasti sampe tamat! up setiap minggu, tepatnya sabtu malem buat nemenin malming kalian yang diem di rumah ajaa