Minggu pagi, Aruni sudah sibuk mempersiapkan segala keperluan keberangkatan ke kota hari ini. Mulai dari baju, keperluan pribadi seperti alat mandi, skincare, dan masih banyak lagi sampai satu koper dan tas besar melebihi tas untuk ke gunung pun rasanya masih tak muat.
"Banyak banget ya keperluannya, repot deh" keluh Aruni berkacak pinggang.
"Gimana? Sudah semua sayang?" Tanya sang Ibu dengan lembut, Ibu Rini namanya. Ibu paling lemah lembut dan tegar yang pernah Aruni punya.
Mendengar pertanyaan Ibunya, Aruni spontan menoleh "Udah sih, Bu..." Aruni menjeda ucapannya sebelum tangannya merangkul tangan Ibunya, "Bu, Runi nggak jadi aja ya pergi nya. Runi nggak tega ninggalin Ibu sendiri"
"Yah, masa ini mau dibahas lagi sih? Kan Ibu sudah bilang nggak apa-apa, udah dong jangan sedih lagi" balas Bu Rini dengan mengamit tangan anaknya lagi, memberikan kecupan ringan pada punggung tangan Runi. Kemudian, mengecup dahi Runi dengan sedikit lama.
"Ah Ibu, Runi nangis lagii!"
.........
"Gimana Run, udah selesai diangkut semua ini barang-barangnya?" Tanya seseorang yang akan mengantarkan Aruni ke kota. Rudi, sepupu Aruni dari pihak almarhum ayah. Kebetulan Rudi supir truk akan mengangkut pasir ke kota, jadi Ibunya meminta tolong sekalian mengantar anak perempuannya ke kota.
"Udah semua, Mas Rud."
"Ya udah berangkatlah kita kalau udah, keburu siang banget" ajak Rudi yang sudah mau membuka pintu kursi kemudi. Aruni mengeplak punggungnya "Heh, pamit dulu sama Ibu!"
"Oh, hehehe lupa Run..." Rudi langsung membalikkan badannya mendekati Bu Rini sambil mencium tangannya "Ibu, kita pamit ya. Ibu tenang aja, aku bakal antar Runi dengan selamat sampai tujuan."
"Hati-hati pokoknya ya, Rud. Nggak usah ngebut yang penting nyampe selamat sampe kota" pesan Bu Rini, dibalas anggukan dan acungan dua jempolnya.
Runi mencium punggung tangan Ibunya, "Pamit ya, Bu. Ibu hati-hati di rumah,ancium kening, kedua pipi dan memeluk Aruni singkat.
"Jangan lupa pulang ya, anak cantik Ibu"
~~~~~
Selamat bertemu dengan prolog kisah Aruni.
Sampai bertemu di bagian selanjutnya
Bye bye👋👋
YOU ARE READING
Kangen, Ibu!
ChickLitkisah Aruni Mustika yang dilanda dilema berat karena dirinya ingin menggapai mimpinya bisa bekerja di kota. Tetapi, ia juga mempertimbangkan keadaan Ibunya kemungkinan akan ditinggal sendirian di desa. Aruni tidak tega jika harus meninggalkan Ibunya...
