PROLOG

1.5K 85 3
                                        

"Berjanjilah satu hal pada saya. Kembalilah ke Semarang"

Kalimat itu terlambat.

Langit Jakarta malam itu gelap, seolah kota ini sedang menahan napasnya sendiri. Udara lembap menggantung di antara pepohonan halaman rumah para perwira. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya pucat di aspal yang basah oleh embun.

Beberapa jam lagi, sejarah akan berubah. Beberapa jam lagi, nama-nama tertentu akan tercatat dalam buku sejarah bangsa. Namun malam itu, tidak ada yang tahu.

Tidak para prajurit yang berjaga di halaman.
Tidak keluarga yang masih terlelap di dalam rumah.
Tidak pula seorang perwira muda yang berdiri tegak menjalankan tugasnya.

Ia tidak tahu bahwa beberapa langkah ke depan, takdir sedang menunggunya.

Dan seseorang... sedang berusaha menghentikannya.

Seseorang yang seharusnya tidak berada di sana.

Seorang perempuan yang tidak pernah tercatat dalam sejarah tahun 1965.

Ia datang dari waktu yang berbeda, dengan satu pengetahuan yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.

Ia tahu apa yang akan terjadi malam itu. Ia tahu siapa yang akan gugur. Ia tahu bahwa beberapa takdir telah tertulis terlalu kuat untuk diubah.

Namun tetap saja, ia mencoba.

Karena ketika seseorang mengetahui masa depan, ada satu pertanyaan yang tidak pernah bisa dihindari: 

Jika kau tahu seseorang akan mati...

apakah kau akan diam saja?

Atau kau akan mencoba mengubah sejarah meskipun dunia mungkin tidak akan pernah mengingatmu?

Karena ada cinta yang tidak pernah dimaksudkan untuk hidup lama.
Ada perasaan yang hanya diizinkan tumbuh, bukan dimiliki.

Dan ada nama yang, betapapun dalamnya dicintai, tetap tak pernah dituliskan dalam sejarah.

Disclaimer : Kisah ini adalah karya fiksi yang terinspirasi dari peristiwa sejarah Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan tragedi tahun 1965.

Beberapa tokoh dalam cerita ini merupakan tokoh sejarah nyata, termasuk Kapten Pierre Tendean, sebagaimana tercatat dalam berbagai sumber sejarah dan biografi resmi, salah satunya buku Sang Patriot: Biografi Resmi Pierre Tendean.

Namun alur cerita, dialog, serta tokoh tambahan dalam novel ini merupakan hasil imajinasi penulis. Peristiwa yang sesungguhnya tetaplah sebagaimana tercatat dalam sejarah dan sumber resmi.

Karya ini ditulis dengan penuh rasa hormat kepada para tokoh sejarah dan keluarga yang ditinggalkan.

Kisah ini juga didedikasikan untuk mengenang Kapten Pierre Tendean serta memperingati hari kelahirannya, 21 Februari 1939.

Happy heavenly birthday, Kapten Czi. (Anm) Pierre Andries Tendean.

1965 : A Name Unwritten in History - A Pierre Tendean StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang