Dinginnya angin yang berhembus dengan kencang menelusup masuk melewati celah jendela yang terbuka tidak membuat seorang gadis berparas cantik terusik sedikitpun akibat dinginnya udara sekitar yang menusuk kulit.
Rintik rintik salju pertama kali mulai ikut turun berjatuhan ke bumi membuat nya semakin berbinar menatap ke arah langit.
Di tengah kegiatannya yang asik menatap ke arah langit, seseorang mengelus kepalanya dari arah belakang membuatnya tersentak dan menoleh lalu melemparkan sebuah senyuman yang di balas senyum tak kalah manis oleh orang itu.
"Ku kira kamu belum bangun Nana" ucap seseorang yang mengelus kepalanya tadi "kenapa berdiri di sini Hem? Udaranya dingin sekali apa kamu tidak kedinginan?"
Gadis yang di panggil 'Na' tadi berbalik lalu menggeleng dan tersenyum lebar ke arah sang kakak membuatnya gemas dan berakhir mencubit kedua pipi sang adik.
"Segeralah turun, susu coklat kesukaan mu dan sarapanmu sudah kakak siapkan di meja makan." Ucap sang kakak membuat Nana mengangguk "jangan lupa pakai juga pakaian hangat serta syal dan tutup itu jendelanya" ucapnya melanjutkan
Kemudian Nana berbalik untuk melihat pergerakan sang kakak yang kini mulai beranjak pergi meninggalkan kamarnya
"Kakak tunggu di bawah" ucapan terakhir sang kakak sebelum atensinya menghilang tertutup daun pintu dan meninggalkan sang adik
Narumi atau yang biasa di panggil Nana itu kini sekarang berbalik, ia menutup rapat jendela kamar yang tadi ia buka dan beranjak menuju ke arah lemari mengambil mantel dan syal untuk ia gunakan seperti perintah kakaknya tadi.
Setelah selesai kemudian ia bergegas menghampiri sang kakak yang sudah terduduk manis di kursi makan yang kini sedang sibuk dengan sebuah iPad di tangannya.
Pria bernama Jefry itu menoleh sekilas, melihat sang adik yang kini sudah terduduk manis di depannya dan mulai menyantap sarapan pagi miliknya.
Nana tahu sang kakak kini sedang sibuk dengan pekerjaan miliknya.
Sang kakak memang lebih sering mengontrol pekerjaannya dari rumah, pria itu hanya masuk kantor setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu saja selebihnya ia kerjakan di rumah.
Setelah urusan pekerjaan nya selesai ia letakan iPad nya di atas meja dan bergabung dengan sang adik untuk menyantap sarapan paginya.
"Nana, ini semester baru di lingkungan pembelajaran kamu...." Ucapnya membuka percakapan di sela sarapan paginya sambil menatap sang adik
"Semoga menyenangkan" ucapnya melanjutkan, membuat sang adik langsung mengulum senyum cerah hingga membuat matanya menyipit membentuk bulan sabit.
"Dan...." Jefry menggunakan kalimat nya.
Jika ada yang mengganggumu, segera katakan padaku atau pada Herin
Jemari sang kakak dengan lincah membentuk sebuah isyarat tangan membuat Narumi mengangguk dengan senyum simpul. Dia acungkan ibu jarinya dan kemudian menunduk melanjutkan lagi sarapan nya yang tertunda membuat Jefry yang melihat hal itu tersenyum kecut. Dia pandangi sang adik yang sibuk menyantap sarapan paginya yang hampir habis.
Jefry menghela nafas pelan dan kembali menyantap sarapannya dan kini suasana kembali sunyi dan tenang.
******
Sesaat lagi halte Hashimoto.
Pintu yang di buka adalah sebelah kiri.
Nana yang saat itu berdiri di depan pintu segera bergeser sedikit menjauh setelah mendengar pengumuman dari speaker, agar tubuhnya nanti tidak menghalangi orang orang yang kini akan turun di sebuah halte di depan.
ESTÁS LEYENDO
Gestures and Love
Romance【Gadis lugu×Pria humble+Cinta Pandangan Pertama+Cinta Manis】 "Sejak aku bertemu dengan mu, suara dalam duniaku telah berubah." Mirai Narumi Alexa adalah seorang mahasiswi tuna wicara. Selama hidupnya, ia tinggal dan menjalani hidupnya di tempat yang...
