POV: RIGEL
Gue natap pantulan di cermin besar itu dengan napas tertahan.
Sumpah demi Tuhan, ini bukan gue.
Sosok di dalam cermin itu balik natap gue dengan mata bulat yang berair, bibir cherry pink yang keliatan bengkak, dan kulit wajah yang terlalu mulus buat ukuran cowok yang hobi main futsal panas-panasan.
Gue nyoba ngomong, mau maki-maki bayangan itu, tapi suara yang keluar malah kedengeran soft banget, kayak kucing kejepit pintu.
"Bangsat..." gumam gue, tangan gue gemetar pas nyentuh pipi gue sendiri. Halus. Gila, halus banget. Kayak pantat bayi.
"Jangan ngumpat, Sayang. Nggak cocok sama dress-nya."
Suara berat itu bikin bulu kuduk gue meremang. Dari pantulan cermin, gue bisa liat Al jalan santai ke arah gue. Dia pake tuksedo hitam yang pas banget di badan tegapnya, wanginya dominan banget, campuran musk sama rokok mahal yang bikin lutut gue entah kenapa jadi lemes.
Gue mau balik badan, mau nonjok mukanya yang sok ganteng itu, tapi kaki gue susah digerakin. Bukan cuma karena heels 7 cm yang dia paksa gue pake, tapi karena ada sesuatu yang ngeganjel di selangkangan gue.
Alat sialan itu.
"Lepasin gue, Al," desis gue. Gue berusaha terdengar garang, kayak Rigel si raja tawuran SMA Pelita Bangsa. Tapi sialnya, nada gue malah kedengeran kayak cewek ngambek minta dibujuk.
Al ketawa kecil. Dia berdiri tepat di belakang gue, tangannya yang besar dan hangat melingkar di pinggang gue yang sekarang-entah gimana caranya-keliatan lebih ramping dari bulan lalu.
"Lepasin?" Al nunduk, bibirnya nyaris nyentuh telinga gue. Hembusan napasnya bikin gue merinding gila. "Kita baru aja mulai, Rere. Liat..."
Tangan Al turun, ngelus perut rata gue yang dibalut gaun satin ketat warna navy.
"Lo liat kan? Lo lebih pantes kayak gini," bisiknya, nadanya posesif setengah mati. "Gue nggak butuh sahabat cowok yang kasar, Gel. Gue butuh yang manis, yang nurut... yang bisa gue dandanin sesuka hati gue."
"Gue cowok, anjing!" protes gue, tapi tenaga gue rasanya kesedot abis pas tangan Al ngeremes pinggang gue.
"Ssttt..." Al nempelin jari telunjuknya di bibir gue. "Mulai sekarang, di mata dunia, Rigel Arkana lagi study abroad. Yang ada di sini cuma Rere. Calon tunangan gue."
Dia nyium puncak kepala gue, terus natap mata gue lewat cermin dengan tatapan yang bikin gue sadar: Gue nggak bakal bisa kabur.
"Siap buat tampil, Cantik? Tamu undangan udah nunggu."
Dan saat itu juga gue tau, hidup gue sebagai cowok udah tamat.
-------------------------------------------------------------
🗓️ JADWAL RILIS & UPDATE (ANNOUNCEMENT)
🚀 OFFICIAL LAUNCH: TANGGAL 11/12 BULAN INI!
Halo warga Wattpad! Siapin mental kalian buat perjalanan transformasi Rigel yang penuh drama, manipulasi halus, dan spicy moments bareng Tuan Muda Algibran.
JADWAL UPDATE
🟢 WATTPAD (Versi Free)
Update setiap 5 HARI SEKALI.
Chapter reguler, sensor tipis-tipis sesuai pedoman komunitas.
Add to Library sekarang biar notifnya masuk!
🔴 KARYAKARSA (Versi Early Access + Uncut)
Update lebih ngebut: 2 HARI SEKALI.
3-5 Chapter lebih maju daripada Wattpad.
FULL UNCUT VERSION
Jangan lupa follow, vote, dan komen yang rame! Spam komen "LANJUT" adalah bensin buat author! 🔥
See you on Chapter 1!....
dan btw ilustrasinya menyusul di tanggal sebelum chapter 1 rilis
YOU ARE READING
Bro To Babe
General FictionRigel Arkana, kapten futsal yang hobi balapan liar, nggak pernah nyangka hidupnya bakal hancur-atau justru "diperbaiki"-cuma gara-gara kalah taruhan PS. Hukumannya simpel: Nemenin Algibran Mahesa, sahabatnya yang tajir melintir, ke kondangan sepupun...
