01101000 01110100 01110100 01110000 01110011 00111010 00101111 00101111 01110001 00101110 01101101 01100101 00101101 01110001 01110010 00101110 01100011 01101111 01101101 00101111 01110111 01001011 01110100 00110011 01111010 01111010 01100010 00110111
Kapsul medis dengan layar menampilkan nama “Yuuri” terbuka, dan aku disambut pertanyaan singkat oleh wajah yang familier seiring aku membuka mata.
“Mengerti?”
“… Selamat pagi, Setsu.”
Orang yang menyambutku adalah Setsu, seorang tentara yang menyelamatkan kami dari bencana infeksi Gnosia di planet Liu-An.
Walaupun demikian, di kapal angkasa bernama D.Q.O. ini, LeVi sebagai akal imitasi kapal mendeteksi beberapa kru yang terinfeksi Gnosia.
“Sepertinya kau tidak apa-apa. Kalau begitu, sebaiknya kita segera ke ruang kendali.”
Gnosia … adalah ancaman yang menginfeksi orang-orang untuk memperoleh kemampuan menghapus orang lain atas nama dewa mereka, yakni Gnos.
Planet Liu-An telah dipenuhi oleh Gnosia, maka dari itu kami menyelamatkan diri dari sana dengan menumpangi D.Q.O., akan tetapi beberapa kru dalam kapal ini adalah Gnosia yang berhasil menyelinap, dan orang itu adalah ….
Teracak.
Setsu mungkin saja adalah Gnosia, orang-orang yang akan kutemui di ruang kendali nanti mungkin saja adalah Gnosia, bahkan aku sendiri mungkin saja adalah Gnosia.
Mengapa aku berpikir demikian? Ini karena ini bukanlah pertama kalinya aku mengalami peristiwa ini.
Untuk menjawab mengapa, aku … terjebak dalam pengulangan. Pengulangan yang memaksaku kembali ke awal saat aku dibangunkan dari kapsul medis, tak peduli kami telah berhasil atau gagal menyingkirkan Gnosia, aku akan terus kembali dan terus mengalami peristiwa ini dengan alur yang berbeda-beda.
Ini semua berawal dari Setsu, yang saat pertama kalinya aku terbangun, kami melalui kasus ini dan gagal menyingkirkan Gnosia, sehingga Setsu memberiku “kunci perak” ini untuk menolongku menyelamatkan diri dari ancaman Gnosia yang merenggut jiwa.
Dengan “kunci perak” yang menuntut informasi dari beragam individu, aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mencapai akhir yang ideal yang mana semua kru di kapal ini bukanlah Gnosia!
Memasuki ruang kendali.
“Sepertinya semua orang sudah terkumpul.” Setsu mengonfirmasi.
Aku memandang ke sekitar, mencoba mengenali semua wajah yang sedang menghadiri rapat. Hampir semua dari mereka adalah wajah yang familier, kecuali ….
Ada dua orang baru?!
Pada pengulangan ini, ada 10 orang yang hadir: Aku, Setsu, SQ, Raqio, Gina, Shigemichi, Sha-Ming, Otome, dan … siapa dua orang ini?
“Oi, oi. Orang yang kau bawa itu kelihatannya masih kebingungan. Apa dia baik-baik saja?” Raqio menyindirku.
Setsu menoleh kepadaku, menanyakan kondisiku.
“Apa kau baik-baik saja?”
Ah- Bagaimana agar aku bisa mempertanyakan identitas dua orang baru ini tanpa membuat mereka curiga? Uhh, aku coba—
“Maaf, sepertinya ingatanku masih belum pulih sepenuhnya. Itu, anu, maaf jika menyinggung, tapi … siapa dua orang ini?”
“Oh, mereka berdua-” Setsu mencoba berbicara.
“Menyedihkan. Mengetahui penyelamat kami menderita amnesia setelah insiden yang lalu.”
Seorang gadis dengan rambut merah model kucir bor kembar menghampiriku, mengambil tanganku dan memberikan senyum yang cerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gnosia: Bake no Kawa
FanfictionPenulis: JoeTIC Sampul: JoeTIC ⚠️English available⚠️ Kisah singkat fiksi penggemar Gnosia. ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Author: JoeTIC Cover: JoeTIC A short story fan fiction of Gnosia.
