Bab 1. Naughty Princess

19K 427 7
                                        

Nama : Gabriela Larasati Sanjaya Umur : 22 tahunKarakter : Centil & manjaBerdarah Indonesia-AustraliaSarjana Ilmu Komunikasi, University of MelbourneJulukanya adalah Princess

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.

Nama : Gabriela Larasati Sanjaya
Umur : 22 tahun
Karakter : Centil & manja
Berdarah Indonesia-Australia
Sarjana Ilmu Komunikasi, University of Melbourne
Julukanya adalah Princess

***
Melbourne, sore yang hangat. Gabriela Larasati baru saja menapaki fase baru dalam hidupnya. Ia telah menuntaskan pendidikannya di University of Melbourne, Australia. Jurusan Ilmu Komunikasi.

Wajahnya cantik, dihiasi hidung mancung dan senyum yang menawan. Kulitnya tidak terlalu putih, namun memancarkan kilau sehat yang membuatnya terlihat segar dan berenergi. Rambut cokelat panjangnya jatuh bergelombang di bahu, menambah pesona alami yang sulit diabaikan oleh siapa pun.

Hidupnya berjalan sempurna, walaupun ia tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu dan ayahnya yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.

Beberapa minggu setelah kelulusannya, ia pergi ke bar bersama teman-teman kuliahnya. Ia sudah terbiasa dengan kegiatan itu, tetapi malam itu sangat kacau. Ia bahkan pulang dalam keadaan mabuk dan kehilangan kesadaran, dengan digendong oleh pengawal kiriman ayahnya dari Indonesia.

Keesokan paginya, berita itu sampai ke telinga sang ayah yang sedang berada di Indonesia. Dengan tegas, ayahnya memutuskan untuk memblokir seluruh akses kartu kredit Gabriela sebagai pelajaran untuk putrinya yang nakal itu. Tak hanya itu, Gabriela juga segera dijemput pulang ke Indonesia dan dikurung sementara di rumah megahnya. Semua fasilitas tersedia, tetapi ia tidak bisa berkeliaran dengan bebas.

***
Di dalam kamarnya yang megah, Gabriela duduk termenung, mencoba mencari jalan keluar dari masalahnya yang cukup pelik. Matanya menatap kosong ke layar ponsel, pikirannya berkecamuk. Akhirnya, ide itu muncul di kepalanya. Ia akan menghubungi sepupunya, Soraya. Perempuan yang dikenal dominan dan tegas itu.

Dengan cepat Gabriela menekan nomor telepon Soraya dan menunggu hingga panggilannya tersambung.

"Halo Mbak Raya, apa kabar?" Sapanya dengan cepat, berusaha terdengar santai.

"Baik. Kenapa tiba-tiba menghubungi mbak, Briela?" Jawab Soraya dengan nada curiga, matanya memicing seolah menebak masalah yang akan datang.

Ia sudah terbiasa dengan tingkah Gabriela, sepupunya yang paling berbeda dari yang lain, sering membuat onar hingga keluarga pun ikut pusing mengurusnya.

Di balik telepon, Gabriela menarik napas dalam-dalam, lalu berkata,
"Mbak, pliss, tolongin Briela ya. Sekarang Briela lagi dikurung sama Papi," nada suaranya seolah memohon, menekankan kesulitan yang tengah dihadapinya.

Soraya menghela napas panjang, nada bicaranya berubah agak kesal.

"Briela, Mbak sudah lelah mengurus masalah kamu. Kamu kan sudah dewasa, seharusnya kamu bisa menyelesaikan masalahmu sendiri," jawabnya ketus.

Last LandingHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin