In Erenburgh, a city cursed by eternal fog, beauty and death are two sides of the same coin.
Duke Kaelen Augustus is not merely a nobleman. He is a Noctifer-an immortal entity imprisoned in time, enduring a thousand years of boredom, waiting for som...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
⚠️ MATURE CONTENT WARNING (21+)This novel explores dark and intense psychological themes. It contains explicit sexual scenes (including BDSM, Breath Play, and Primal Play), graphic violence, gore, and depictions of mental health struggles (delusions). Reader discretion is strongly advised. If you are looking for a sweet, fluffy romance, this is not it. But if you are ready to explore the darkest corners of love and obsession, welcome to Erenburgh.
PERINGATAN PEMBACA DEWASA (21+)
"Requiem for a Silver Rose" adalah novel romansa gotik yang kelam, yang kutulis untuk pembaca dewasa.
Kamu harus tahu bahwa cerita ini secara gamblang mengeksplorasi tema-tema psikologis yang sangat intens, ambiguitas moral, dan konten yang berpotensi sangat mengganggu.
Karena itu, mohon perhatian penuh bahwa naskah ini berisi (tidak terbatas pada):
Adegan Seksual yang Sangat Eksplisit dan Grafis Dinamika Kuasa / BDSM (termasuk Primal Play dan Breath Play) Kekerasan Grafis, Darah, dan Ritual Pengorbanan Manipulasi Psikologis dan Obsesi Kematian dan Pembunuhan Artistik Eksplorasi Kesehatan Mental (Delusi, Halusinasi)
Kenyamananmu adalah prioritas. Mohon kebijaksanaan penuh darimu sebelum melanjutkan.
PERHATIAN: Sejalan dengan Peringatan Pembaca (21+), beberapa visual pada bab, mengandung penggambaran karakter yang bersifat sensual, sangat intim, dan eksplisit. Kami menyarankan kebijaksanaan penuh saat melihat ilutrasinya.
SEBELUM KABUT TERANGKAT...
Selamat datang di Erenburgh.
Seperti yang telah kuperingatkan, cerita ini kelam. Sangat kelam. Isinya terbungkus kabut, penderitaan puitis, dan romansa yang rumit. Novel ini kutujukan untuk pembaca dewasa yang tidak takut berjalan di lorong yang remang-remang dan menikmati karakter yang abu-abu.
Aku juga ingin memberi tahu bahwa naskah ini ditulis dengan gaya Prosa Sastra yang spesifik: memvariasikan struktur kalimat, banyak bermain kiasan, dan memberi ruang untuk ambiguitas.
Jika kamu merasa terhubung dengan simfoni ini, dukunganmu adalah segalanya bagiku.
VOTE / LIKE: Satu 'vote' darimu adalah satu lilin yang menyala di tengah kegelapan Kaelen. SHARE: Bagikan elegi ini ke teman-temanmu jika kamu rasa mereka akan ikut menghargainya. TINGGALKAN KOMENTAR: Komentar yang baik dan membangun sangat membantuku untuk tumbuh dan membuat dunia ini jadi lebih baik lagi.