~Welcome to Gallerie de Winter~
•Fairytail Canvas•
"Setiap lukisan adalah kisah dongeng yang tak lagi diingat. Dongeng tak mati-mereka hanya menunggu seseorang mendengarnya lagi."
Genre : Fantasy, romance.
SasuHina Area!!
Naruto adalah milik Masashi Kishimoto
Cerita ini milik Aizashinra88
Sebelumya terima kasih juga kepada para penyelenggara acara ini yaitu : keyralaws, kaori_ryu, Ariana_Rose777, XhyugaAngel, dan IrmaNur9
Sehat-sehat selalu ya kalian.
Happy reading and enjoy! 🥰
°
°
°
Jalanan di kota Konoha yang biasanya padat kini tampak sepi di pagi hari padahal sudah memasuki musim liburan. Mungkin karena orang-orang Konoha sering memilih berlibur ke pedesaan dan menikmati waktu yang tenang, menjauh sejenak dari keramaian kota yang terkadang memusingkan. Ya, walaupun tidak semuanya.
Adalah Uchiha Sasuke yang masih betah menikmati kesibukannya dalam bekerja meski di tengah musim dingin. Mobil hitam metalik miliknya berjalan dengan kecepatan sedang membelah jalanan sambari menikmati suara musik-oh bukan, melainkan suara ocehan sang ibu tercinta, Uchiha Mikoto.
"Pokoknya kau harus pergi ke pertemuan itu siang ini. Kau sudah dua kali membatalkannya, Sasuke. Kalau terjadi lagi untuk ketiga kalinya, ibu akan mencoret namamu dari daftar keluarga Uchiha."
Sasuke hanya menghela napas menanggapinya, bahkan lebih fokus pada jalanan dibandingkan mendengarkan celotehan Mikoto dari earphone yang terpasang di sebelah telinganya.
Lagi-lagi gertakan serupa. Hanya itu pikirnya.
Ayolah, baru beberapa meter Sasuke keluar dari parkiran apartmennya tapi sudah diceramahi begini, membuat moodnya yang memang selalu jelek bertambah hancur saja.
"Yamanaka Ino itu kandidat terbaik yang ibu pilihkan untukmu. Jika kau menolaknya lagi, kau akan kehilangan kesempatan untuk memiliki istri sepertinya, paham?"
"Tapi Kaa-san, sudah kubilang aku belum tertarik untuk menikah. Aku masih ingin fokus pada pekerjaanku." Akhirnya Sasuke menjawab.
"Fokus pada pekerjaan kau bilang? Maksudmu fokus pada perusahaan yang tidak seberapa itu?" Si ibu justru mulai sewot.
"Kaa-san, ayolah. Jangan bicara begitu." Suara Sasuke masih rendah dan pelan namun tetap terdengar agak kesal.
"Memang kenapa? Ibu benar kan? Padahal kau tinggal datang lagi saja ke perusahan ayahmu dan menempati jabatan yang sudah disiapkan untukmu. Kenapa dulu kau harus repot-repot mengundurkan diri dan membangun perusahaan baru?"
"Tapi itu impianku, Kaa-san."
"Impian apanya? Kau itu selalu mempersulit diri, tidak seperti kakakmu yang penurut."
KAMU SEDANG MEMBACA
Never Too Far
Fanfiction- Mereka pernah berjanji, namun terlupakan. Tanpa tahu bahwa seseorang masih menunggu dengan harapan. Dan ketika takdir memberikan sedikit keajaiban, akankah kali ini mereka memiliki kesempatan? - Cerita yang ditulis untuk event ulang tahun Hyuga Hi...
