We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

1

3.9K 188 15
                                        

Author POV

Seorang perempuan bernama Izara Rizwana saat ini sedang berada di parkiran kampus tempatnya mencari ilmu, dan sedang menunggu seseorang yang akan pulang bersamanya pada sore hari ini.

Ia pun berulang kali melihat ke arah jam yang berada di layar handphone miliknya, sambil memakan sebungkus Siomay yang ia beli dengan kemasan plastik, pada Tukang Siomay yang berada di sekitar parkiran tersebut.

"Mana sih dia, katanya 10 menit lagi." Keluh Izara yang kerap dipanggil Zara, sambil menyuap sepotong Siomay dalam ukuran yang lumayan besar.

"Sampe Somay gue dah abis, belom muncul juga dia." Keluh Zara lagi, sambil berjalan ke arah tong sampah, lalu membuang bungkusan plastik Siomay yang sudah habis, ke dalam tong sampah tersebut.

Setelah membuang sampah, Zara kembali lagi menuju motor miliknya yang sudah ia keluarkan dari barisan parkiran. Dirinya pun menaiki motor tersebut yang sudah dalam posisi standar dua, kemudian ia melihat ke arah bangunan Gedung Fakultas yang bertuliskan Fakultas Ekonomi dan Bisnis di kampus tersebut.

Tak lama, seseorang yang Zara tunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Zara pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan tidak mau memperlihatkan bahwa dirinya sedang memperhatikan seseorang tersebut yang merupakan kekasihnya sendiri, yang bernama Syabella Cassandria.

Ya, Zara memang sedang menunggu Syabella yang kerap dipanggil Bella, untuk pulang bersamanya pada sore hari ini.

"Tadi gue ke kamar mandi dulu." Adu Bella pada Zara, setelah ia sudah berada tepat di samping kiri Zara.

"Iya." Respon Zara, dan memberikan helm miliknya pada Bella.

Bella pun langsung menerima helm tersebut, lalu memakainya. Setelah itu, ia langsung naik ke atas motor milik Zara dengan posisi yang tidak begitu menempel dengan tubuh Zara.

Zara mulai mengendarai motornya setelah Bella sudah naik dengan posisi yang sempurna. Baik Zara maupun Bella, keduanya tidak ada yang mau memulai obrolan atau melakukan Physical Touch layaknya sepasang kekasih jika sedang berboncengan di atas motor. Hal itu karena hubungan mereka tidak seakur dulu, tidak seromantis dulu, dan tidak semanis dulu, dikarenakan baik Zara maupun Bella sekarang merasa sudah tidak cocok dan sering berbeda pendapat.

1 jam kemudian

Zara dan Bella kini sudah berada di depan rumah milik keluarga Bella yang berada di daerah Jakarta Selatan. Jarak dari kampus mereka ke rumah Bella, memakan waktu kurang lebih 1 jam, apalagi mereka pulang di jam 5 sore yang bisa terbilang kondisi jalanan sangat padat.

"Udah Maghrib, mau masuk ga?" Tawar Bella pada Zara setelah ia sudah turun dari motor Zara.

"Langsung pulang aja." Jawab Zara dengan dinginnya, sambil mencatolkan helm pemberian Bella, di cantolan motor miliknya.

"Langsung pulang, jangan kemana-mana." Pesan Bella.

"Sampe rumah, langsung kabarin gue dan ga mau terima alasan lupa." Pinta Bella.

"Di rumah nanti juga langsung makan, mandi, abis itu tidur. Jangan pake main game dulu sama temen-temen lu atau main hp sampe malem. Paham?" Pesan Bella sambil terus melihat ke arah wajah Zara yang tidak mau menatapnya.

Zara sendiri yang mendengar pesan-pesan tersebut dari kekasihnya, hanya bisa menggertakkan giginya, dan mencengkram kuat-kuat setir motor yang sedang ia pegang. Kalimat-kalimat yang baru saja keluar dari mulut Bella, sudah sangat sering ia dengar dan membuatnya merasa muak sekarang.

"Iya." Respon Zara dengan singkat, padat, dan terdengar dingin.

Setelah merespon seperti itu, Zara langsung pergi dari rumah Bella tanpa berpamitan terlebih dahulu, mengucap kalimat-kalimat romantis, atau mencium kening Bella seperti yang ia lakukan waktu awal-awal berpacaran.

TOXIC! (END)Stories to obsess over. Discover now