AWAL

17 1 0
                                        

Cakrawala memang luas. Terlampau luas sampai banyak yang bertanya-tanya, setinggi apakah ‘langit ketujuh’ yang orang sering perbincangkan? Manusia memang definisi dari ketidaksempurnaan, ketidakpuasan, keserakahan, atau bahkan kelemahan. Banyak orang berharap, hari ini tak akan berganti karena bagi segelintir orang, harinya terlampau baik. Ada pula yang ingin segera menuju hari berikutnya – atau bahkan esok lusa, sebab di hari itulah ada hal yang menjadi alasannya tersenyum.

Namun, bagaimana nasib manusia yang tidak mengharapkan dua kemungkinan tersebut? Alasannya sederhana – hari-harinya menakutkan. Takada yang bisa ia tunggu, seolah helaan nafasnya hanya sebuah formalitas – ya, sebatas karena masih bernafas. Maka beberapa orang memang benar jika mereka mengatakan bahwa; hidup itu kadang tak adil.

Coba bayangkan, di tiap langkah jenjangmu yang seharusnya penuh keyakinan, nyatanya hanya ada ketakutan, cacian kadang pula tamparan, padahal kamu hanya melakukan satu hal: hidup seperti yang lain. Kamu tak mengerti apakah kesalahanmu layak menerima siksaan duniawi. Kamu percaya Tuhan tak akan memberi cobaan yang melebihi kemampuan hamba-Nya. Namun tak munafik bila kamu juga menunggu kapan semuanya akan berakhir, bukan?

Belum lagi jika kamu harus hidup di bawah bayang-bayang orang lain yang bahkan bisa dibilang beruntung karena telah menyelesaikan urusannya di negeri yang fana ini. Dipaksa memperjuangkan mimpi yang jelas takada dalam target hidupmu. Kamu harus berusaha baik-baik saja dengan lekukan manis di bibir milikmu, padahal nyatanya jiwamu terbelenggu dalam rantai kasat mata yang kamu sendiri pun tak dapat melihatnya dengan jelas.

Suara-suara itu bahkan mengusik tenangnya pikiranmu bahkan di saat ruang sekelilingmu sepi dan hampa. Mereka seolah sudah menetapkan pikiranmu sebagai tempat mereka hidup, tanpa menyadari hadirnya mengganggu hidupmu sendiri. Andai saja kamu punya kuasa untuk menonaktifkan segala bentuk distraksi diri, pasti sudah jauh-jauh hari kamu lakukan, bukan?

Mungkin orang seperti itu akan terus bertanya pada Tuhan, dunia, bahkan dirinya sendiri. Kapankah bisa menjalani hidup senormal orang lain tanpa takut dicaci dan bebas mewujudkan mimpimu sendiri? Mau mencari ke inti bumi pun jawabannya tak pernah pasti, kecuali jika berbincang soal waktu.

Semua orang tahu dan paham, bahkan sejak Taman Kanak-Kanak bahwa langit adalah salah satu elemen bumi yang menyimpan banyak keindahan dan ketenangan. Warnanya menyimpan keelokan tanpa syarat entah saat mentari terbit atau terbenam. Langit juga jadi tempat dimana awan berkumpul bak permen kapas yang manis, menjadi wahana bagi burung-burung yang lincah berterbangan bebas tanpa beban. Langit juga jadi tempat singgah sang pelangi ketika hujan baru usai membasahi bumi. Segelap apapun cakrawala, masih ada bintang-bintang dan bulan yang setia menemaninya kala malam menyapa. Belum lagi angin yang selalu berhembus seolah memberikan helaan nafas yang menenangkan. Kalau sudah begini, rasanya jadi makin iri pada sesuatu yang bisa menggapai langit, kan?

Langit itu penenang. Apalagi bagi kamu yang sedang merasa semuanya tak sesuai apa yang kamu harapkan. Ketika kamu menatap langit, sebagian bebanmu seolah melayang. Bisingnya suara bagai anomali yang menguasai setiap inci isi otakmu seolah pergi tersapu angin. Disitulah ketika ketenangan yang kamu rindukan akhirnya merengkuhmu dengan hangat. Kalau bisa memilih, mungkin kamu akan menjadikan langit sebagai tempatmu pulang. Yah, mau bagaimana lagi, mungkin itu definisi ketenangan bagi segelintir orang.

Bisa pula kamu berandai-andai menjadi seekor burung yang bisa terbang bebas. Kamu suka menikmati hembusan angin, bukan? Bahkan bersandiwara bagai burung yang siap melebarkan sayapnya untuk menjelajahi angkasa. Kamu tahu langit juga bukan sesuatu yang abadi, namun kamu masih ingin untuk kembali, bukan?

Sebab kamu sudah tak tahu lagi dimana harus mencari definisi yang nyata dari sebuah ketenangan.

*****

Hi, theree!! I'm back with new storyyy!! Sebetulnya book ini buat suatu event di satu penerbit yang lumayan banget, tapi setelah beberapa pertimbangan, i decided to upload Serenade Karsa disini juga!

So, enjoy it my new story🤍🍃

Intip Instagram-ku @azzhhsy buat update dan informasi seputar tulisanku yang lain, ya!

SERENADE KARSA Where stories live. Discover now