Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Sampai Akhir

6 1 0
                                        

Pagi hari, seperti biasa usai kajian pagi di asrama putri, Alya akan melakukan rutinitas paginya, membereskan kamar sembari bersenandung ria.

     Alya Thalia Fatimah, para santri biasa memanggilnya Ning Alya. Putri bungsu dari pimpinan pondok pesantren Al Falah . Sudah menjadi rahasia umum jika Ning satu ini begitu menyukai lagu. Dari mulai lagu India, Indonesia, Arabic, sampai Korea. Suaranya yang memadai sungguh mendukungnya yang hobi sekali bernyanyi sambil melakukan aktivitas lain . Sangat menyenangkan bukan ?

Gamis yang dia pakai ke asrama sudah raib. Hilang entah kemana berganti dengan daster dibawah lutut dan lengan panjang. Rambut pirang asli yang di Cepol asal.

" Chalte chalte yunhi tuk jaata Hoon main"

Sesekali tubuh nya bergerak mengikuti irama lagu. Saat asyik menari, pintu kamar tiba tiba terbuka. Tubuh Alya seketika kaku, untuk melirik pun rasanya enggan. Namun, iris cokelat terang khas Asia tenggara itu diam diam melirik jam dinding.

' kok udah pulang sih ?' batin nya bertanya

"Eh mas, udah pulang " ujarnya kikuk memberanikan diri membalik badan melihat sosok yang masuk.

Alya pun segera menyalimi tangan suami nya dengan takzim. Iya suami. Zayyan Khalif Alfarizi , putra tunggal pemilik ponpes Al Ihsan. Nyatanya, Alya telah diboyong sejak lima bulan lalu menjadi menantu tunggal di ndalem megah Al Ihsan ini.

" Iya, kamu lanjutin aja, saya mau mandi" ujar nya dengan bibir berkedut menahan tawa karena melihat wajah Alya yang memerah malu.

Sepanjang menikah, baru kali ini dia melihat kelakuan absurd Alya. Saat Zayyan masuk ke kamar mandi, Alya menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. Malu. Biasanya, Zayyan kembali dari masjid saat hari sudah siang, jadi dia tidak melihat kelakuan tantrum Alya.

"Ihhh malu banget" gerutunya menempelkan kening nya pada dinding.

Selain malu karena kelakuan tantrum nya, Alya juga malu dengan pakaian nya yang terbuka dan kepala nya yang tidak memakai hijab. Selama ini, dia ragu untuk membuka dirinya di hadapan Zayyan mengingat pernikahan mereka karena sebuah perjodohan. Dia takut Zayyan risih.

"Al, tolong ambilin handuk baru buat saya" ucap Zayyan menampilkan wajah nya dari balik pintu kamar mandi yang dibuka sedikit. Lagi, lagi, Zayyan melihat kelakuan tantrum Alya yang menjedotkan kepala nya pelan pada dinding. Perempuan itu cengo di tempat nya

" Alya" panggil Zayyan membuat Alya tersadar dan segera membawa handuk yang Zayyan minta.

" Eh iya maaf, sebentar" ujar nya dan langsung pergi. Zayyan sendiri tersenyum tipis seraya menggeleng kecil.

Alya termenung di halaman belakang ndalem. Sore ini terasa begitu syahdu dengan sinar jingga yang turut menghiasi cakrawala, burung burung berkicau indah, angin pun turut serta berhembus lembut membelai wajah Alya yang sedang memejamkan matanya. matanya terpejam, tapi tidak dengan pikiran nya yang sangat berisik.

Mengingat pernikahan nya dengan Zayyan membuat Alya pusing sendiri. Lelaki itu terlampau dingin dan susah di tebak. Alya dan Zayyan hanyalah orang asing yang harus terikat dalam ikatan sakral pernikahan karena perjodohan. Kuno bukan ? Namun, di kalangan pesantren, hal ini adalah hal yang lumrah.

Sungguh, awal nya Alya pun tak mempunyai rasa apa pun untuk Zayyan. Namun, waktu mengubah segalanya, di bulan kedua pernikahan nya, perempuan ini merasakan cinta untuk Zayyan walau lelaki itu sangat dingin padanya. Gus satu itu memang terlampau kaku. Bahkan pada kedua orang tuanya sendiri. Alya mengetahui fakta yang mengejutkan saat awal awal pernikahan. Itu pun tak sengaja mendengar saat santri ndalem tengah berbincang.

Fakta bahwa sebelum nya Zayyan hampir menikah namun tidak jadi. Entah karena apa, namun alasan nya tidak ada yang tau. Persiapan saat itu sudah hampir 100 persen. Undangan pun sudah hampir dibagikan. Kini, ada dua pertanyaan dalam benak Alya. Satu, apa alasan pernikahan itu batal ? Dua, apa Zayyan masih mencintai mantan calon istrinya ?.

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Oct 26, 2025 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Cinta dan PengorbananHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora