Haiii semuaa, perkenalkan namaku Aranita Paramitha Aulia Laksana seorang mahasiswa aktif tingkat akhir alias semester 7 jurusan Manajemen. Aku dari keluarga yang cukup, cukup sederhana hehehe. Oh iyaa, aku mempunyai satu kakak laki-laki yang cukup baik tapi terkadang menyebalkan dan jarak umur kita cukup jauh yaitu 6 tahun. Aku sangat menyukai anak kecil tapi aku tidak menyukai kucing , bukan tidak menyukai lebih tepatnya aku ada sedikit trauma takut dicakar seperti kejadian waktu itu pada masa aku SD, ya itu masih membekas ingatannya sampai sekarang hehehe....
Today aku ada kelas guys, aku kuliah diluar kota tempat tinggalku. Disini aku ngekost berdua sama temen sekelasku dia orangnya very very nice namanya Aluna Safira biasa aku panggil Luna. Dia selalu berbagi dan membantu apapun itu yang aku sedang butuhkan. Hari ini aku berangkat kuliah dengannya kita setiap hari jalan kaki menuju kampus karna jarak kosan kita dengan kampus itu sangat dekat klo diibaratkan seperti lagu lima langkah hehehe
"Ra, hari ini mata kuliahnya pak Robi ya?" Tanya Aluna kepadaku
"Iya Lun, Kenapa?"
"Gua belum selesai ngerjain tugasnya bjirr, gimana dongg huhuhu" Ucap dia sambil dengan raut wajah sedih
"Lu udah belum?" Tanyanya
"belum hehehe" Jawabku sambil tersenyum meringis
"kelar deh nasib kitaa. Apa kita gak usah masuk aja ya kelasnya pak Robi?" Tanya Luna sambil menatapku penuh harap
"GIla lu Lun, ya masuklah siapa tau nanti ada mukjizat" Ucapku dengan tidak yakin
"Mukjizat apaan" Ucapnya lirih
"Ya gua juga kagak tau lah" Ucapku
"Yaudah yuk berangkat, lu dah siap kan?" Lanjutku
Kita akhirnya berangkat ke kampus dengan perasaan gelisah, sepanjang perjalanan kita terus berdoa berharap pak Robi berhalangan masuk atau tugas beliau diperpanjang deadline nya.
--------------------
Sesampainya kita di kelas ternyata sudah setengah temen kelas kita yang sudah mengisi bangku dan yang tersisa hanya bangku dari baris tengah ke depan. Apa memang sudah tradisinya ya bangku belakang selalu paling laris dan ya mau gak mau kita duduk di bangku yang tersisa yang untungnya bukan bangku baris terdepan.
Kelas kita dimulai pada pukul jam 8 tepat namun pak Robi belum kunjung datang memberi kabar pun kepada kita aja tidak ada padahal kan kita juga butuh kepastian ya gak bisa digantung begini ehh, hehehe...
Sepuluh menit berlalu akhirnya teman kita Hana dapat kabar dari pak Robi dosen kiler itu.
"Guys, Sorry pak Robi hari ini gak bisa masuk karena beliau harus mengantar anaknya ke rumah sakit" Ucap Hana memberi tahu kita
Kita yang mendengar kabar tersebut senang bukan karena kabar anaknya yang harus di bawa ke rumah sakit tapi karena dosen kiler itu tidak masuk kelas yang artinya aman dari pengumpulan tugas beliau hehehe
"Oh ya untuk tugas pak Robi yang minggu kemarin, beliau meminta dikumpulkan tetap hari ini disimpan di meja ruangannya nanti sore beliau ke kampus" Lanjut Hana seketika membuat kita lemas mendengar kabar tersebut. bener-bener ya dosen kiler.
YOU ARE READING
Hati yang Berdebar Diam-diam
RomanceMenyimpan rasa kepada seseorang memang tidak menyenangkan ya hehehe tapi mau bagaimana lagi itu yang bisa aku lakukan saat ini. menyukai seorang pria dari enam tahun yang lalu dan sampai sekarang rasa itu masih tetap sama, apakah ini yang dinamakan...
