We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

RZ-0-01

18 1 0
                                        

RedZone-0

☣️☣️

Di hari senin sore yang cerah, dua gadis cantik dan centil itu tengah menonton saluran televisi dengan asik, mereka bercanda dan tertawa lepas karena siaran TV tentang pertunjukan lucu itu. Sedangkan dua lelaki tengah fokus mengerjakan tugasnya masing-masing, dua nya lagi sedang bermain bulu tangkis di belakang rumah Marsya. Keenam orang tersebut tengah menjalankan tugas kelompok yang diberikan oleh guru mereka.

Saat sedang fokus menonton siaran televisi, Marsya tak sengaja melihat ke arah Olaf. Lelaki dengan penampilan culun, memakai kacamata minus nya dan rambut tersisir rapi oleh ibunya. Marsya pun menyenggol lengan sahabatnya dan mengisyaratkan ke arah Olaf. Dimana Olaf tengah menatap ke arah bagian paha Cheya yang sedikit terlihat karena rok nya tak sengaja tertiup angin. Cheya dengan kesal menutup paha nya yang terekspos itu dengan bantal

"Liat apa?!" tanya nya dengan nada tegas

Olaf pun segera mengalihkan pandangannya, dan bangkit dari duduknya. "Marsya, aku izin ke toilet rumah mu" katanya dengan posisi kepalanya menunduk ke lantai. Marsya pun hanya menganggukkan kepalanya pelan. Olaf berpenampilan sangat culun, di kelas ia hanya bisa duduk di bangku sekolahnya membaca buku/mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan. Hal itu membuat teman-teman dikelasnya menjauhinya karena Olaf tak suka berbaur, dan terlihat membosankan.

Di saat tertawa lepas menonton siaran TV tiba-tiba saja tv itu buram seperti semut. Tak ada angin, tak ada hujan. Keduanya pun segera menoleh ke arah bersamaan "Marsya! Ini kenapa?" tanya Cheya dengan raut wajahnya kebingungan

"Biar aku check" katanya lalu bangkit dari duduk nya. Saat hendak menuju ke arah televisi, dirinya dikejutkan oleh siaran mendadak. Simbol ☣️ muncul di layar televisi dan peringatan darurat! Marsya pun segera menepuk-nepuk pelan ke arah televisi, ia kira itu hanyalah TV nya yang rusak."Peringatan darurat ⛔! Sebuah virus yang tak dikenal bermunculan dimana mana. Sebaiknya anda tetap dirumah untuk menjaga keselamatan diri sendiri⚠️☣️"

Gevardian yang sedari tadi fokus mengerjakan tugas kelompok pun teralihkan oleh peringatan darurat ia pun segera bangkit dari duduknya dengan raut wajahnya kebingungan dan terkejut. Ia segera meraih ponselnya di saku nya, dan mencoba menghubungi orang tua nya tetapi tetap saja, ponselnya juga tak ada sinyal. Dengan rasa cemas ia menghubungi orang tuanya berkali-kali, tetapi tetap saja tak bisa. Dan sebuah peringatan darurat muncul di ponselnya secara tiba-tiba

"Check handphone kalian." ucapnya dengan nada sedikit panik, kedua gadis itupun segera menuruti perintah Gevardia. Dan benar saja peringatan darurat di handphone nya muncul secara tiba-tiba.

Perasaan mereka bercampur aduk. Gelisah, takut, panik, cemas, bingung. Mereka tak tahu apa yang harus dilakukan. Marsya pun segera melangkah ke belakang rumahnya untuk memberikan kabar terhadap kedua lelaki yang asyik bermain bulu tangkis di rumah nya

"Gatha, Arzan! Cepat kemari" teriak nya, keduanya pun hanya acuh tak acuh. "Kau pasti meminta kami untuk membantu tugas mu yang belum, kan?" oceh Gatha, Arzan hanya terkekeh pelan

"Bukan itu! Ini peringatan darurat, cepat kemari!" teriak nya lagi, mereka pun segera menghentikan kegiatannya. Saat Gatha dan Arzan mencoba menuruti kata Marsya. Tiba-tiba saja sekelompok orang mendekat ke arahnya dan menyerang Arzan. Arzan berteriak kesakitan dan meminta tolong, keduanya hanya terdiam kaku dan tak mampu melakukan hal apapun. Saat Gatha mencoba menolong Arzan, lengannya sudah lebih dahulu ditarik oleh Marsya dibawa masuk ke dalam rumahnya. Marsya segera menutup pintu nya kembali, tetapi sekelompok orang yang tak dikenal itu mencoba menahannya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 19, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

#Redzone-0 ☣️ Failed Experiment 🚫Stories to obsess over. Discover now