"Lo coba aja dulu main tele, siapa tau nanti kalo ada yang cocok nyantol."
Mendengar perkataan itu, Lisa menoleh kearah sumber suara. Lisa hanya berdua dengan Seulgi ditempat ramai ini, karena sudah menyelesaikan kelas pelajarannya, mereka berdua sekarang berada di kafetaria.
"Gue takut kalo main tele banyak yang chat aneh-aneh aja." ucap Lisa.
"Ya kalo dapet yang kayak gitu tinggal Lo skip." ucap Seulgi menyeruput minumannya.
"Nanti aja dirumah gue nyoba." ucap Lisa.
Lisa dan Seulgi sudah berteman sejak Sekolah Menengah Akhir, sampai-sampai mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pendidikan kuliah ditempat yang sama.
"Lo tau Jennie anak informatika itu?." Tanya Seulgi.
"Tau, kenapa?." jawab Lisa.
"Lo kenapa ga deketin dia aja? doi anaknya cakep kok, pinter juga." ucap Seulgi menyenggol lengan Lisa.
"Ogah, tu cewe judes mukanya, ga sanggup gue." ucap Lisa bergidik ngeri.
Seulgi yang mendengar itu terkekeh dan menggelengkan kepalanya. "Ya usaha lah, siapa tau dengan sedikit usaha dia bakal luluh." ucap Seulgi menaikan kedua bahunya.
Mendengar itu Lisa menggelengkan kepalanya, "Big no! mending gue sendiri dulu. Tapi, gue mau nyoba saran Lo buat nyari-nyari temen chat di aplikasi tadi."
Mendengar itu seulgi manggut-manggut. Dia menawarkan untuk bermain aplikasi tadi karena temannya ini selalu mengeluh tentang dirinya yang kesepian, dia sangat pusing asal kalian tau!.
"Udah makin sore nih, balik yu, mau ujan juga kayaknya." ucap Seulgi menatap langit.
Mendengar itu Lisa pun melihat ke atas, memang benar langit sudah sedikit mendung, tandanya sebentar lagi hujan akan turun. Segera Lisa merapihkan barang bawaannya, seperti ponsel, buku, dan powerbank.
"Lo bawa mobil atau motor?." ucap Lisa melihat seulgi merapihkan barangnya juga.
"Gue bawa mobil sih, kalo Lo?."
"Pas, Lo liat Irene, ajak pulang bareng aja gih." ucap Lisa meunjuk Irene. Seulgi yang melihat itu membulatkan matanya terkejut, sepertinya Lisa akan menjahilinya.
"Irene! Seulgi mau nganterin lo nih!." teriak Lisa pada Irene
Mendengar itu Seulgi dengan cepat menggelengkan kepalanya, Lisa tahu temannya ini sangat menyukai Irene. Hanya saja, dia malu untuk bilangnya, padahal sepertinya Irene pun menyukai Seulgi.
Mendengar itu, Irene menghampiri keduanya. Seulgi setengah mati menahan rasa gugupnya di depan sang pujaan hatinya ini. Di satu sisi dia senang, tapi di sisi lain dia malu.
"Lo mau nganterin gue?." tanya Irene
"U-mm... i-itu anu." Seulgi menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Lisa yang mendengar itu menahan tawanya, dia tidak tahan dengan ekspresi temanya ini yang malu-malu.
"Udah, Lo anterin dia aja, lagian kalian berdua satu arah kan?." ucap Lisa memegang bahu seulgi.
Mendengar itu Seulgi menoleh dan menajamkan matanya ke arah Lisa, sungguh rasanya dia ingin memukul wajah tengilnya itu. Tidak berselang lama, Seulgi akhirnya pulang bersama Irene, dia pergi meninggalkan Lisa yang masih berdiri dengan cengiran khasnya.
Lisa berjalan menuju parkiran mobil dengan santai, sesekali dia bernyanyi mengikuti lagu yang sedang dia dengarkan melalui earphone bluetooth di telinganya. Selama dia berjalan, dia tersenyum pada orang yang menyapa nya, tetapi dia tidak berhenti melangkahkan kakinya.
YOU ARE READING
Hei, I Love You. (JENLISA) ~END~
Teen FictionJennie yang dikenal sebagai wanita jutek itu menyukai seseorang, akan tetapi dia sangat gengsi untuk mengatakannya.
