Pagi hari yang cerah dan matahari sudah mulai menyapa para siswa-siswi SMA TREMUSRA dengan cahaya yang allahu.
Bel istirahat sudah terbunyi oleh gendang telinga para siswa-siswi membuat mereka langsung keluar dari kandang mereka.
Tapi daripada pergi untuk makan-makan, murid-murid berbondong-bondong pergi ke aula sekolah untuk melihat sebuah kertas yang paling dinanti nanti oleh mereka nan pajang di mading sekolah.
Tap, tap, tap
"Maaf, permisi. Mau lewat. Permisi ughh ,napa ramai sih disini??" gerutu seorang gadis nan rambutnya pirang sebahu bertinggi 5,2" yang berusaha melihat peringkatnya di sela sela kerumunan siswa siswi tsb.
Gadis itu akhirnya berhasil berada didepan pengumuman tersebut. Tapi, disaat dia mendongak keatas untuk melihat peringkatnya, alih-alih senang dia malah kesel sama kecewa dengan hasilnya
Peringkat UAS 2 Kls XI
1.Sheerin Damandra (100)
2. ....
3. Maria Evania (96)
4. ....
5. ....
"3 lagi, 3 lagi. Mata gw udah capek lihat tu angka. Bisa ngga sih selain angka sialan tu?" batin gadis tersebut sambil mengepal tangannya. Dia adalah Maria Evania.
Seorang siswi yang berkehidupan bukan kaya, tapi bukan miskin. Singkat aja Sederhana. Walupun kehidupannya kayak orang normal, but otaknya berkebalikan dengan kata normal. Gara-gara itu, dia selalu memenangkan olim-olim sana sini baik didalam maupun luar tempat tinggalnya.
Hanya saja sejak masuk sekolah ini, kehidupannya mulai berubah karna ada satu orang yang membuatnya nggak berhasil masuk top pertama dan itu adalah...
"KALIAN MINGGIR PARA RAKYAT BAWAH. SANG RATU MAU LEWAT!
Yap, sang ratu inilah yang membuat dia gagal dalam mencapai peringkat teratas.
Semua orang yang mendengar teriakan tersebut langsung meminggirkan tubuhnya agar bisa "sang ratu" lewat dengan mudah.
Sang ratu yang disebutkan adalah Sheerin Damandra. Ia adalah seorang siswi terkenal karna tampang parasnya yang wadidau dan merupakan anak perusahaan terbesar di perusahaan xxx. Sudah sewajarnya kalo dia adalah murid terpintar seantoro Indonesia. Bahkan juga didunia. Mulai dari kontes from German, Russia, America, dia borong semua piala dari negara-negara tsb.
Saat Sheerin sudah berada dilorong sekolah dan mengecek peringkatnya, ia hanya terkekeh dengan hasil yang didapatkan.
Dia kemudian berhadap dengan Maria sambil menatap maria dari bawah dengan kedua tangan dilipat ke dada
"I win, mai~" ia berkata sambil menampakkan senyuman kemenangannya-lebih ke merendahkan dari sisi Maria.
Maria yang mendengar itu merasa nggak terima dengan musuhnya yang didepannya.
"Dih, jangan pede lo! Hanya keberuntungan pemula" Maria berkata sambil mendengus kasar
"Keberuntungan pemula? Lo aja nggak pernah menang dari gua ege" ucap Sheerin dengan mengangkat salah satu alisnya.
"ingin banget gw tonjok tu mulut mak lampir!!" Batin Maria yang sudah muak dengan sikap sombong rival nya ini, but at least sombong sombong gini pintar nya kayak udah komputer aja
"Cih, bisa ngga sih lo diam? . Muak gw denger omongan lo, Lebih baik bicara dengan anjing daripada dengan mak lampir."
Daripada marah, Sheerin hanya terkekeh dengan ucapan mari tadi. Berbanding balik dengan temannya yang disamping. Dia langsung kesal saat maria berucap kasar kepada sahabatnya
"HEH! JAGA OMONGAN LO YA! LO TU NGGA TAU KONSE-"
"Lia, enough" Sheerin berucap dengan nada tegas sambil menatap nya dengan mata mengintimidasi
YOU ARE READING
We are enemies right?
Teen Fiction"gw bakalan ngalahin lo dan meraih posisi pertama, cap kan itu Sheerin Damandra!" "akan gw tunggu dengan senang hati Maria Evania" Mereka adalah Sheerin Damandra dan Maria Evania dua rival yang memperebutkan posisi pertama dan gelar "UIY" yang sang...
