Di sebuah kota yang tenang, angka kriminalitas justru sulit ditekan meski pemerintahnya tampak bekerja keras.
Karena sialnya... sang walikota, dokter bedah terkenal, dan ahli IT jenius adalah otak di balik peredaran narkoba terbesar di kota itu.
M...
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
1. Seungcheol (45) - Wali Kota
• Wajah ramah, senyuman yang menenangkan, selalu tampak sederhana di depan rakyat. • Pidatonya dianggap "penyelamat kota" karena bisa menggerakkan hati orang. • Tapi di balik pintu tertutup, ia adalah perencana yang dingin, mengatur siapa yang harus hidup, siapa yang harus mati. • Ia bukan sekadar pemimpin kota, tapi "pemain catur" yang memanfaatkan sahabat lamanya untuk menguasai jalur narkoba. • Baginya, Joshua dan Jeonghan adalah "dua pedang" yang ia arahkan sesuka hati.
⸻
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
2. Joshua (40) – Dokter Bedah
• Tampak tenang, lembut, penuh kesabaran saat di rumah sakit. • Pasiennya percaya padanya, bahkan menyebutnya sebagai "tangan malaikat". • Namun, tangannya yang sama bisa berubah menjadi "alat penyiksa". • Ia biasa menghilangkan jejak dengan memanfaatkan pengetahuannya tentang tubuh manusia. • Hubungannya dengan Seungcheol seperti adik yang patuh pada kakak tertua. Tapi pada Jeonghan, ia punya hubungan kembar yang rapuh—penuh cinta dan benci. • Joshua bisa saja menyelamatkan Jeonghan dari peluru, tapi juga bisa jadi orang pertama yang menembaknya bila dikhianati.
⸻
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
3. Jeonghan (40) – Ahli IT
• Berwajah manis, gaya hidup elegan, sering dianggap "orang polos" di publik. • Di balik layar, dialah yang meretas sistem kepolisian, menutup rekaman CCTV, dan menanam data palsu. • Jeonghan punya otak analitis yang tajam, selalu tiga langkah lebih cepat dari lawannya. • Berbeda dengan Joshua, ia lebih sering menutupi kekejamannya dengan candaan dan senyum tipis. • Meski kembar, Jeonghan tidak pernah benar-benar percaya Joshua. Ia yakin, jika ada satu orang yang bisa menjatuhkannya, itu bukan polisi—tapi saudara kembarnya sendiri.
⸻⸻
Dinamika Tiga Tokoh.
• Seungcheol adalah otak. • Joshua adalah tangan yang mengeksekusi. • Jeonghan adalah bayangan yang menghapus jejak.
⸻⸻
Ketiganya bertemu di sasana tinju, dari situlah mereka mulai saling mengenal, bekerja sama, dan menjalankan hal-hal kotor bersama.
Mereka tampak tak tergoyahkan dari luar. Tapi justru karena mereka saling mengenal sejak lama, celah pengkhianatan itu semakin nyata—dan bisa muncul kapan saja.
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.