Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Good Mood : The Man with a badmood

1.8K 161 57
                                        

Oh Dewa!

Sungguh, demi kulit kerang ajaib yang berada entah di univers yang mana, Sasuke sudah cukup bersabar dengan semua ini. Ia benar-benar jengkel sekarang.

"Sial!"

Sasuke menendang batu.

"Sial!"

Sasuke memukul tembok.

"Sial!"

Sasuke menjambak rambutnya.

Menginjak dua dekade hidup, Sasuke baru tahu rasanya di landa gegana seperti ini. Umpatan-umpatan kesialan bertubi-tubi keluar dari bibir tipisnya yang kian bergemetak.

"Nah, berapa sekarang umurmu?"

Sasuke menaikkan alis heran, curiga atas pertanyaan Kakashi yang begitu tiba-tiba sekali. "Apa yang sedang kau rencanakan?" Tanya Sasuke lurus, tajam dan mengintimidasi seperti biasanya. Kakashi menarik senyum yang tampak ambigu. Walau pakai masker, tapi Sasuke tahu itu.

"Yah, kami sedang mencocokkan usia yang pantas untuk kau bisa dapatkan kembali hak dan warisan klan Uchiha."

Sasuke menyeringai. "Oh, kalau begitu aku siap."

"Siap untuk apa bocah?"

Tsunade datang dari arah lain, bergabung ke percakapan itu. Sasuke hanya menatap datar dan sama sekali tak tertarik membalas pertanyaan dari mantan Hokage tersebut.

"Ah.. Sasuke, sebelum kau ku berikan dokumen serta surat-surat kepemilikan, ada beberapa syarat yang harus kau penuhi dulu." Kakashi mengambil atensi Sasuke lagi. Muridnya itu kini sepenuhnya berfokus padanya.

"Syarat apalagi yang harus aku lakukan, aku sudah di penjara dan melakukan penebusan dosa, apalagi yang kalian inginkan?"

Kakashi menyentuh kedua bahu Sasuke dari belakang, mencoba bernego dengan pemuda itu. Dalam artian mempersiapkannya untuk mendengarkan baik-baik apa yang akan Kakashi katakan. "Untuk mendapatkan kembali semua hak keluarga Uchiha, ada dua syarat penting yang harus-"

"Katakan cepat!" Potong Sasuke tak sabaran membuat pria putih pertengahan tiga puluh itu mendengus kasar.

Kakashi berputar hingga ia benar-benar menghadap. "Pertama, kau haruslah sudah berumur dua puluh tahun."

Sasuke menyipit. "Bulan depan aku genap dua puluh tahun, aku sudah penuhi syarat pertama. Lalu apa yang kedua?"

Kakashi memicing. Di perhatikan dari caranya menutup mata, Sasuke tahu ada yang tersembunyi di balik sana.

"Katakanlah bahwa kau benar-benar akan melakukannya." Titah Kakashi tiba-tiba dingin.

Perubahan itu di sadari oleh Sasuke dan entah kenapa bulu tengkuknya meremang tiba-tiba.

Apa aku harus ikut sekte sesat?

Pertanyaan batin meluncur dengan tidak elitnya, membuat Sasuke meneguk salivanya kasar. Dua puluh tahun bernafas, Sasuke tidak pernah takut atas segala sesuatu yang di kaitkan dengan hal-hal ghaib atau jika biasanya si Dobe bilang, hantu atau arwah penasaran yang masih belum selesai urusannya. Dan otak jeniusnya kemudian berpikir jika beberapa mendiang keluarga Uchiha belum ikhlas sepenuhnya untuk menyerahkan harta mereka pada satu-satunya Uchiha di muka bumi ini. Dan Sasuke menebak kalau Kakashi memerintahkannya untuk menyelesaikan itu semua sebelum menerima warisan.

Dasar gila, itu tidak mungkin Sasuke.

Sasuke menggeleng, mengusir pemikiran-pemikiran bodoh yang berkeliling di kepala ayamnya.

"Aku tidak yakin kalau bocah tengik ini bisa menjalani perintah dengan baik."

Tsunade telah berdiri di sebelah Kakashi dengan tangan menyilang. Mata madunya melihat ke anak Uchiha dengan sorot meremehkan. Wajah cantiknya begitu menyebalkan di mata Sasuke.

Good Mood [SASUKE B'DAY]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang