A Heart That Recognized Yours

5.5K 131 12
                                        

"Saat pandangan kita bertemu pagi itu, waktu terasa berjalan begitu lambat. Seakan semesta berhenti berputar hanya untuk menyaksikanku jatuh cinta padamu..."
-Joss-
...
..
.

" -Joss-

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

...
..
.

Apakah kalian percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Perasaan aneh yang muncul saat kita bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya. Terlepas dari fakta jika kita tidak mengenal orang itu sebelumnya, namun ada perasaan kuat yang tiba-tiba muncul, seakan hati kecil kita berkata, 'Dialah orangnya!'... Banyak orang yang percaya dan merasa jika hal itu merupakan sebuah keajaiban, jalan takdir yang tidak terduga. Tapi banyak juga yang merasa hal itu hanya sekedar dongeng belaka.

      Sama seperti Joss Way-Ar, pria berwajah tampan yang merupakan aktor yang sedang naik daun itu tidak pernah merasa jika jatuh cinta pada pandangan pertama itu masuk akal. Baginya, cinta adalah hal yang perlu dipupuk dan dibangun perlahan, dan hanya bisa muncul melalui interaksi yang panjang dan memakan banyak waktu. Namun kehidupan ini memiliki banyak kejutan tak terduga. Joss yang selalu memegang teguh prinsipnya untuk tidak mudah jatuh hati, pada akhirnya harus menerima jika takdir punya jalan lain untuknya.

Pagi itu Phi Mark menghubunginya secara tiba-tiba, salah satu dari jadwalnya ada yang berubah mendadak dan dalam waktu 2 jam Joss harus sudah siap berada di tempat syuting iklan dari sebuah produk skincare ternama. Joss menghela nafas sebelum merenggangkan tubuhnya dan melangkah menuju kamar mandi. Pikirannya sedikit mengembara, bukan karena pekerjaan dadakan ini, hal ini baginya sudah menjadi makanan sehari-hari. Joss bahkan pernah mengalami yang jauh lebih buruk sebelumnya. Namun hati kecilnya mulai mempertanyakan pilihannya untuk meninggalkan dunia tinju profesional demi menjadi aktor.

        Bukannya Joss tidak bersyukur, justru sebaliknya. Mengingat antusias dari para penggemarnya begitu besar, dan banyaknya pujian yang dia terima bukan hanya karena wajah dan tubuhnya yang menawan, namun juga bakat alami Joss dalam berakting mengejutkan banyak orang. Namun entah mengapa, dibalik jadwalnya yang begitu padat, Joss merasa hari-harinya terasa kosong. Seakan ada lubang di dalam hatinya yang perlahan membesar dan menjadikan perasaannya semakin hampa.

        Jauh berbeda ketika dibandingkan dengan hari-harinya selama menjadi petinju yang dirasanya lebih bermakna. Memang Joss tak lagi harus melalui latihan keras yang menguras fisiknya, tidak juga harus menghadapi pertandingan yang mempertaruhkan nyawanya. Tubuhnya tak lagi dipenuhi memar dan luka, tapi hatinya tidak sepenuhnya bahagia.

Setelah menghela nafas untuk yang kesekian kalinya, Joss segera mengakhiri shower-nya dan bersiap untuk pergi. Tak butuh waktu lama, Joss sudah siap. Berkat tubuhnya yang tinggi dan atletik, Joss terlihat menawan meski hanya dengan pakaian paling basic sekalipun. "Let's do this!" Ucapnya sambil menepuk stir mobilnya pelan, sebelum melaju perlahan memasuki jalanan Bangkok yang padat.

A Heart That Recognized Yours Stories to obsess over. Discover now