Hallo, terima kasih telah membuka halaman pertama dari buku digital ini.
Aku tidak tahu bagaimana cara kamu sampai di sini—apakah lewat rasa penasaran, rekomendasi teman, atau hanya sekadar iseng menjelajahi rak buku digital. Tapi yang pasti, kehadiranmu berarti. Sebab ini cerita pertamaku. Sungguh. Karena kisah ini pada awalnya tidak pernah ditulis untuk ramai, melainkan untuk yang mengerti sunyi. Mungkin seperti kamu.
Senandung Rindu Salju Sibiu lahir dari ruang kecil di dalam hati dan kepalaku. Tentang seorang yang mencintai musik dan puisi. Mencintai dengan cara yang tak banyak orang tahu; diam, tulus, dan penuh luka yang tak pernah ia pamerkan.
Ini bukan kisah cinta biasa. Bukan juga kisah sukses yang mengilap. Ini adalah cerita tentang tumbuh—tentang kehilangan, tentang memilih kejujuran di tengah sorotan, dan tentang menyanyikan seseorang yang bahkan tak lagi mendengar.
Aku menulisnya dalam malam-malam panjang, membayangkan salju turun di kota kecil Sibiu, membayangkan seseorang membaca ini sambil menatap jendela dan merasa bahwa... ia tidak sendirian.
Mungkin kamu pernah mencintai seseorang dalam diam. Mungkin kamu pernah mengejar mimpi yang membuatmu menjauh dari yang kau cinta.
Mungkin kamu pernah merasa bahwa suara hatimu terlalu lirih untuk didengar dunia.
Kalau iya,
Cerita ini adalah untukmu.
Selamat datang.
Selamat membaca.
Dan semoga kau temukan potongan dirimu dalam senandung ini.
— Rikhvi Abdilah, Penulis
https://www.instagram.com/rikhvii
••••••
Di kota kecil bernama Sibiu, waktu tidak berjalan tergesa. Jam berdentang di menara gereja tua dengan irama sabar, dan salju turun seperti lagu yang sudah lama terlupakan. Di kota ini, impian seringkali tumbuh diam-diam—di balik kaca jendela, di loteng sekolah, atau di ujung puisi yang tak pernah dibacakan.
Danial Alessio adalah satu dari sedikit anak muda yang percaya bahwa suara bisa menyelamatkan seseorang di luar sana. Ia percaya bahwa sebuah lagu bisa menyembuhkan luka, bahwa sepotong puisi bisa lebih tajam dari kata “selamat tinggal.” Tapi dunia tidak selalu memberi ruang untuk mimpi-mimpi lembut seperti itu.
Ia tumbuh bersama gitar warisan ayahnya, puisi yang ditulis dengan pensil tumpul, dan seorang gadis bernama Alana—yang diam-diam menyimpan kehangatan dalam tatapan dan sketsa-sketsanya.
Mereka tidak pernah benar-benar saling mengungkapkan. Karena waktu selalu datang terlalu cepat… atau terlalu lambat.
Lalu datanglah panggung. Kota besar. Sorotan.
Dan di antara gemuruh penonton dan keheningan surat yang tak berbalas, Danial harus memilih; tetap menjadi dirinya sendiri, atau menjadi suara yang dicintai banyak orang, namun kehilangan arah.
Ini bukan hanya kisah tentang cinta.
Ini kisah tentang keraguan, kehilangan, dan keberanian untuk tetap jujur, meski dunia terus meminta kita menjadi sesuatu yang lebih terang dan lebih ramai.
Di kota yang dingin, di bawah salju terakhir, seorang remaja menyanyikan lagu terakhirnya…
…dan berharap, seseorang masih mendengarkan.
••••••
Selamat memasuki kisah yang akan membawamu menjelajah. Jangan lupa vote-nya juga, ya!
ESTÁS LEYENDO
Senandung Rindu Salju Sibiu
RomanceSalju turun di Sibiu, mengubur jejak dua jiwa yang pernah berjalan berdampingan. Danial, seorang remaja yang hidup dari musik dan puisi. Alana, gadis penari dengan dunia yang tak pernah sepenuhnya bisa ia miliki. Mereka tumbuh bersama, tapi memilih...
