01.

821 6 0
                                        

"Ngapain nu?. "

"Engga."

"Kenapa?. "

"..."

"Nu."

"..."

"Emanuel."

Ya, laki laki yang terus dipanggil oleh sang kekasih dengan wajah tampan itu bernama Emanuel Tristan yang saat ini sedang marah hanya karena keinginannya tidak di turuti oleh sang kekasih.

"Apa?. "

"Kenapa sayang?. "

"Gue pengen skateboard beliin ar. "

Pria yang di panggil ar dengan nama lengkap Arkan Abigail itu menoleh dan mengusap kepala nuel.

Bukan tanpa alasan ia tidak membelikan keinginannya hanya saja Nuel itu tipe orang yang jika sudah mendapat barang yang dia inginkan ia akan sibuk dengan barang tersebut.

Arkan tidak ingin dirinya tidak dipedulikan oleh Nuel membanyangkannya saja sudah membuat dirinya emosi.

"Nanti aja sekarang lagi panas nanti nu sakit. "

"Tapi nu pengen main itu. "

Nuel akan menjadi manja jika ia menginginkan sesuatu.

Saat ini Keduanya sedang berada di apartemen milik Arkan sehabis pulang sekolah tadi memang Nuel melihat segrombolan anak sepantarannya sedang bermain skateboard di taman kota.

ia merasa takjub entah kenapa dan memberi tahu kekasihnya untuk membelikanya benda itu.

Tapi Arkan malah tidak mengizinkannya hanya karna cuaca sedang panas.

"Nu mau ar. "

Seraya beranjak dari duduk nya dan duduk di pangkuan Arkan.

Arkan dengan senang hati mengelus punggung milik Emanuel ia senang saat kekasihnya manja begini.

"Emang nu bisa?. "

"bisalah. "
Ucap Nuel dengan antusias seraya menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher Arkan.

"Kasih ar alasan kenapa nu pengen benda itu. "

"Nu mau kaya di luar negeri itu,bermain skateboard malam malam sama temen keliatannya seru. "

Dengan suara parau sepertinya Nuel mengantuk.

Benar dugaannya itu hanya keinginan sesaatnya saja jadi arkan memilih membiarkannya dan menciumi pipi Nuel membuat sang empu protes.

"Ck diem. "

"Iya iya. "

Arkan terus mengusap dan menepuk nepuk bokong Nuel agar ia tertidur.

Memandangi wajah damai Nuel menjadi aktivitas favorit nya.

Nafas yang di keluarkan oleh Nuel terasa sangat teratur lekas Arkan gendong dan memindahknya ke kamarnya.

Nuel sedikit menggeliat tidak nyaman saat akan di baringkan.

"Sut sut tidur sayang. "

Arkan memilih untuk ikut tidur dan berbaring bersama Nuel, melihat jam menunjukan pukul 17.04 masih terlalu sore untuk tidur dan Nuel juga belum makan ia memilih untuk memejamkan matanya sebentar dan membangunkan Nuel nanti.

Arkan terbangun saat jam menunjukan pukul 20.00 lekas ia membangunkan nuel.

"Nu bangun." Mengelus pipi nuel yang sedikit berisi itu.

NU dan AR [BxB]Where stories live. Discover now