Chapter 1:Gadis Rubah

102 12 4
                                        

Di suatu pagi yang cerah, terdapat sebuah rumah sederhana di dalam hutan yang lebat yang menutupi hampir sekitaran rumah. Rumah itu cukup nyaman dan tenang bagi siapapun yang tinggal di rumah itu.

Nanamaki Reonafly, seorang gadis rubah berumur 20 tahun sedang berlatih menggunakan sihir kegelapan yang dimilikinya.

Nanamaki Reonafly, seorang gadis rubah berumur 20 tahun sedang berlatih menggunakan sihir kegelapan yang dimilikinya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Tangannya mengeluarkan bola kegelapan dan matanya tertuju pada batang pohon yang besar menjulang tinggi.

"HIAAATT!" Seru nya, menembakkan beberapa bola hitam ke arah pohon yang menjulang tinggi hingga memberikan bekas di batang nya.

Ketika ia sedang fokus berlatih, "Reona, sarapan sudah siap!" Terdengar suara wanita yang lembut memanggil gadis rubah itu dari dalam rumah.

Telinga gadis itu bergerak sesaat, merespon panggilan wanita yang ada di dalam, ia menyerap kembali sihir kegelapan yang telah ia keluarkan dan bersiap masuk ke dalam rumah.

"Iya ibu, bentar!" Jawab gadis itu dengan ceria, ia berlari masuk ke dalam rumah dan pergi ke dapur dimana aroma masakan yang lezat nan menggoda mulai membuat perut gadis itu berbunyi.

Kruuuuukk

"Hmmm? Perut mu sudah keroncongan ya setelah latihan magis di halaman rumah? Sini, ibu sudah buat kan sarapan favorit mu." Suara lembut wanita kembali terdengar dari arah dapur, rambutnya yang panjang bergelombang dengan warna perak mengkilap.

" Suara lembut wanita kembali terdengar dari arah dapur, rambutnya yang panjang bergelombang dengan warna perak mengkilap

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Penampilan indah bukan? Seperti seorang malaikat yang ditugaskan untuk merawat ku. Yah, ibuku memang seorang malaikat sih" batin gadis itu, memandangi sosok wanita yang tak kain adalah ibunya.

"Bagaimana dengan latihan mu, nak? Apakah ada peningkatan yang signifikan?" Tanya ibu dengan suara lembut.

Gadis itu duduk di kursi meja makan, meraih sendok kayu yang telah disiapkan untuk mereka berdua sarapan. Sarapan pagi itu sangat sederhana namun menggoda, roti yang lembut dan empuk dengan sup kaldu ayam serta segelas susu hangat.

"Wahh, susu!" Ucapnya dengan ceria ketika melihat susu hangat disajikan di di atas meja.

Tangannya bergerak mengambil roti yang empuk dan dan membelah nya menjadi 2 potongan.

ATASHA: Perjalanan Hidup Si Gadis Rubah Stories to obsess over. Discover now