Sheera baru saja tiba disekolah. Di pagi hari seperti ini para siswi sudah histeris begitu melihat The Boys tiba di koridor sekolah. Semua gadis itu meneriaki satu persatu nama dari The Boys. Bahkan ada yang membawa pamflet dan poster bertuliskan "Marry Me, Harry!" "Louis, I'm pregnant!!", "Niall, I'm Yours", "I love Liam!", dan lain sebagainya.
Hal ini tentu mengganggu Sheera. Ya, Sheera memang sedikit berbeda dengan gadis lainnya. Jika di sekolah-sekolah lain seorang captain cheerleader adalah sosok gadis yang angkuh, sombong, dan senang menindas, tidak dengan Sheera. Ia adalah gadis biasa yang cerdas, berprestasi, dan santun. Dan satu lagi, ia sama sekali tidak tertarik dengan salah satu dari The Boys. Ia selalu merasa terganggu dengan kehadiran mereka, tapi ia mencoba untuk tidak menunjukkannya.
The Boys memang bukan artis atau sebuah geng, hanya saja karena mereka sering menghabiskan waktu bersama, beberapa orang berpikiran bahwa mereka adalah sebuah kelompok orang-orang populer.
"Harry, kumohon jadikan aku gadismu." Ucap salah seorang siswi yang datang dengan wajah memelas.
"Kau selalu menjadi gadisku, sayang." Harry mengedip genit sambil mengangkat dagu gadis itu. Harry memang dikenal sebagai yang paling genit. Kabarnya ia tukang gonta-ganti pacar bahkan gosipnya sebagian gadis di sekolah ini pernah berkencan dengannya. Dia anggota terfavorit di antara The Boys yang lain.
Di saat para gadis ribut mengerubungi The Boys, seseorang justru menepuk punggung Sheera yang sedang merapihkan buku-bukunya di loker.
Ia terkaget dan langsung memutar tubuhnya, "Rosie!" sahutnya.
Rosie tergelak. "Kenapa? Kau terkejut?"
"Tidak, aku baik-baik saja." Dustanya sambil kembali fokus pada barang-barang di dalam lokernya.
"Kau sudah mengerjakan tugas Ny.Humpries belum?"
"Tentu saja sudah."
"Well, aku tidak heran jika kau sudah mengerjakannya. Kau kan gadis terpintar di sekolah ini." Rayu Rosie sembari menampakan gigi-giginya yang teratur sempurna.
"Kau memujiku karna ingin meminjam tugasku, kan?"
Ia terkikik, "Kau memang sangat mengerti diriku. Jadi, boleh kan, S?"
Sheera memutar bola matanya, "Okay. Ini." Sheera memberikan tugas Kimianya pada Rosie.
"Terimakasih, S! Kau memang teman terbaikku!"
"Okay okay, cukup. Aku harus masuk kelas." ucap Sheera. Ketika ia berbalik badan tiba-tiba saja secara tidak sengaja ia menabrak seseorang yang tubuhnya cukup kekar dan berdada bidang. Semua buku yang ia pegang langsung berjatuhan ke lantai koridor. Detik itu juga Sheera mengaduh kesakitan dan langsung berjongkok mengambil buku-bukunya.
"Whoa, m-ma-maafkan aku." Kata pria itu terbata-bata dan langsung membantunya memunguti buku-buku Sheera yang terjatuh. Sheera langsung mengangkat mukanya dan melihat siapa sebenarnya pria yang tak sengaja ia tabrak. Well, dia adalah si mantan kapten team football. Liam.
"Liam??" Tanya Sheera dengan sedikit nada keheranan sekaligus kaget.
"Well, S-Sheera maafkan aku. Aku tidak sengaja. Kau baik-baik saja?"
"Ya aku baik-baik saja. Terimakasih untuk bantuannya." Jawab si gadis berambut hitam dan panjang itu. Begitu semua bukunya terkumpul, Sheera pun berdiri disusul oleh Liam.
Liam tersenyum ramah padanya. "Kau mau pergi ke kelas?"
"Ya." Jawab Sheera singkat.
"Kelas apa?"
"Matematika."
"Well, begini, aku tau kau murid terpintar di sekolah ini dan kemarin aku tidak masuk kelas Sejarah. Apa kau keberatan jika aku meminjam buku catatan sejarahmu, Sheera?"
"Umm...tentu." tanpa berpikir panjang Sheera langsung merogoh tasnya dan memberi buku sejarahnya pada Liam.
"Terimakasih." Kata Liam.
"Sama-sama." Jawab Sheera sambil tersenyum manis. "Well, kalau begitu sampai nanti, Liam. Aku sedang terburu-buru sekarang."
"Tentu. Sampai nanti." Dia membalas senyuman Sheera. Begitu Sheera pergi ke kelasnya, Liam langsung membuang napas lega. "Benar-benar sial." Gumamnya.
"Hey kau, Liam!" sahut seseorang yang suaranya datang dari arah belakang punggung Liam.
Kontan Liam langsung memutar tubuhnya dan melihat sesosok pria yang tinggi semampai seperti dirinya, hanya saja rambutnya keriting dan ia memiliki lesung pipi saat tersenyum.
"Harry? Ada apa?"
"Aku melihatnya."
"Apa? Kau melihat apa?" Tanya Liam bingung.
"Aku tahu kau menyukai gadis itu. Well, siapa namanya?"
Apa?! Bagaimana ia bisa tau? Pikir Liam, berusaha mengatur degup jantungnya saat ini.
"Sheera? Maksudmu Sheera?"
"Jadi, namanya adalah Sheera? Well, kuakui dia memang sangat cantik. Bukankah dia kapen baru di cheerio?"
"Ya, memang."
Harry tertawa kecil, "Akhirnya kau menyukai gadis juga."
"Apa maksudmu, Hazz?"
Harry terkekeh, "Tidak, aku hanya bercanda. Ayo, ke kelas. Niall dan Louis sudah di sana." Harry langsung berjalan meninggalkan Liam di belakang.
"Tunggu, Harry." sahut Liam.
Sontak Harry langsung menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang. "Hmm?"
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Liam heran.
Harry langsung menyipitkan matanya, mengira-ngira apa maksud dari pertanyaan Liam barusan. "Aahh, aku mengerti. Well, dari caramu menatapnya dan dari cara bicaramu padanya. Kau terlihat salah tingkah, kawan." Harry tergelak. "Baiklah, aku harus pergi. Sampai jumpa di kelas, Li." Harry kembali berjalan meninggalkan Liam.
Sementara itu Liam masih terdiam ditempat.
Sebegitu terlihat kah? Lagi-lagi Liam berpikir keras.
I've tried playing it cool
But when I'm looking at you
I can't ever be brave
Cause you make my heart race
TO BE CONTINUED!
PLEASE VOTE!
*Pic of Kendall Jenner as Sheera Hastings on multimedia
So, guys, ini adalah fanfic lama gue yang gue re-publish karena tiba-tiba aja gue kangen album-album Up All Night dan Take Me Home HAHAHAHA. Jadi, maaf bahasanya masih sangat kaku karena gue ga all out untuk revisi buku ini, sekadarnya aja yaa...
YOU ARE READING
UP ALL NIGHT - Season 1 [Slowly Editing]
FanfictionWimbledon Senior High School, adalah sebuah sekolah elit yang terletak di London, UK. Sheera Hastings merupakan salah seorang murid tahun kedua yang baru saja terpilih menjadi captain cheerio di sekolahnya. Selain karena ia cantik, bertumbuh indah d...
![UP ALL NIGHT - Season 1 [Slowly Editing]](https://img.wattpad.com/cover/5199099-64-k170860.jpg)