PROLOG

470 22 3
                                        

-PROLOG




•••




"Nge galau mulu lo, cuman di putusin pacar doang, " ucap seorang cowok yang kini tengah memakan kacang seraya memberikan tatapan meledek kepada temannya.

"Bukan gara-gara di putusin Dil, tapi di mana harga diri gue sebagai cowok? Gak elite banget di putusin, harusnya gue yang mutusin, " balas cowok itu. Menatap sinis teman yang meledeknya.

Fadil Pangersa, menghentikan kegiatan memakan kacang nya. Menatap tak percaya pada teman buayanya---Raka Dirgantara.

"Ka? Yang bener aja anying, parah sih. Lagian aneh, ceweknya mau-mau aja sama muka lo yang pas-pasan. "

"Gini-gini juga gue punya banyak duit, tingkatan ketiga setelah Javier dan Axel, " ucapnya dengan bangga, seraya menarik turunkan alis nya.

Bara Batunegara, menatap aneh Raka "Kayaknya dari kita bertujuh cuma lo yang gak waras. "

Fadil menengahi "Kalo lo lupa, masih ada si Ryan sama si Utara. "

"Woy! " teriak Ryan Vanjier tiba-tiba membuat seluruh atensi teralihkan padanya.

"Gue sama si Utara mau nyanyi nih, dengerin baik-baik. Gue rasa ini lagu paling top markotop, " ucapnya, membuat orang-orang yang berada di sana siap-siap menutup telinga.

Pasalnya, mereka berdua, apalagi jika bergabung dengan Raka, tidak ada yang benar.

" Xel, dengerin lah, " pinta---Utara Langit Angkasa kepada wakil ketua---Axel Maheswara Ardana.

Tidak ingin berdebat, Axel mengangguk pelan.

Sedangkan, Javier Aksara Valleriaz hanya diam, menatap datar anggotanya yang membuatnya harus mengelus dada.

"Sok suci. " mulai Ryan.

" Ha - ha - ha - ha! " balas Utara, tidak menyadari jika Raka tengah menahan tawanya.

"Gue bukan Ustadz. "

"Gak punya sayap. "

"Tapi mirip malaikat. "

"Dulu sahabat, sekarang jadi bangsat. "

"Youp, itu versi dari gue. Next Ta! "

"Paijo mumet ndase, " lanjut Utara. Membuat Fadil berpikir keras, seperti pernah mendengar lagu ini.

"Minggat dadi TKW. "

"Paijo loro ati. "

"Jarena ora kuat. "

"Itu mah ganteng-ganteng swag anying! " celetuk Bara tiba-tiba. Karena sejujurnya dia juga menyukai lagu itu.

Mata Javier memutar malas "Stress "






•••






Gimana? Seru?

Segini dulu, soalnya prolog, hehe






18 Mei 2025






See you next time guyyss

JAVIERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang