Salsa adalah seorang gadis desa yang sederhana, lugu dan ceria. Kehidupan sederhana bersama kedua orang tuanya sudah cukup menjadi kisah hidup yang bahagia menurutnya. Namun nyatanya Kebahagiaan tidak untuk selamanya. Musibah yang dialami membuat...
"hiks salsa mohon kalian harus bertahan, salsa takut yah buk.."
"salsa takut sendiri, salsa takut yahh.." Ucap seorang gadis yang duduk tidak tenang, dengan kedua tanngan menutup wajahnya. Ia menangis khawatir menanti kabar kedua orang tuanya yang baru saja di larikan ke rumah sakit yang saat ini sedang dalam penanganan.
Hari ini tepatnya beberapa waktu lalu sebuah Gudang produksi di desa tepat ayahnya bekerja mengalami kebakaran hebat, mirisnya ayah dan ibunya menjadi salah satu korban dalam peristiwa malam itu.
"hiks hiks hiks Ayahh ibuu" Salsa masih terus saja menagis seorang diri di ruang tunggu rumah sakit. Hatinya tidak tenang perasaan khawatir, takut terus menerus menyelimuti perasaannya.
Salsa adisty Purnomo Namanya gadis yang saat ini berusia genap 17 tahun. Seorang gadis sederhana dengan hijab dan kaca mata yang selalu menghiasi wajahnya. Salsa nama panggilannya. Ia adalah putri semata wayang dari pasangan cakra Purnomo dan Mila Lestari. Dengan posisi anak tunggal tentu tidak di pungkiri salsa menjadi gadis yang selalu di sayang kedua orang tuanya, ia tak perna kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Salsa Lahir dan besar di sebuah desa yang jauh dari kota. Ia di didik dan di besarkan di desa oleh ayah dan ibunya. Kesehariannya juga tidak berbeda dengan remaja desa pada umumnya, Hari harinya ia habiskan untuk sekolah dan membatu ibunya di rumah. Kadang ia juga ikut beberapa kegiatan remaja remaja desa.Pribadinya yang sederhana, santun serta ceria membuatnya menjadi anak gadis yang di senangi banyak orang di sekitarnya.
***
"Sal" ucap seorang Wanita berlari kecil menghampiri salsa duduk di sampingnya dan memeluknya.
"kamu yang sabar ya nduk, ayah ibu pasti baik baik saja" ucap Wanita tersebut menenangkan salsa.
"hiks hiks bude salsa takut, ayah ibuu di dalam" salsa menangis meluapkan perasaannya dan mengeratkan pelukan pada bude marni.
"Nduk yang sabar yaa, salsa harus kuat ada bude disini. ayah ibuk di doakan biar keaadaannya baik ya nduk" ucap bude marni menenangkan salsa.
Tampak pintu ruang gawat darurat terbuka tampak seorang dokter keluar dan berjalan menghampiri salsa dan bude marni.
"Keluarga pak cakra dan ibu mila" ucap dokter
salsa dan bude marni yang mendengar nama ayah dan ibunya di sebut segera beranjak dan menghampiri dokter tersebut.
"iya dokter bagaimana keadaan pak cakra dan bu mila, saya tetangganya dan ini anaknya dok." Bude marni
"alhmadulillah untuk pak cakra saat ini keadaan sudah stabil, namun dengan luka bakar yang cukup serius maka perlu untuk kami lakukan pemantauan secara berkala ya buk mbak, jadi nanti untuk pak cakra bisa kami pindahkan ke ruang perawatan ya buk mbak" penjelasan dokter.
salsa yang menedengar pejelasan dari dokter merasa sedikit lega, namun perasaan takut masih mendominasi perasaannya bagimanapun ayah dan ibunya saja yang ia bunya saat ini.
"hiks hiks.. lalu ibu saya bagimana dok apakah ibu belum siuman?" tanya salsa. Mendengar pertanyaan salsa ekspresi dokter berubah dokter tampak ragu menyampaikan keadaan bu mila. Dokter menatap salsa dan bude marni
"bagaimana dok ibu saya baik baik saja kan?" tanya salsa
"untuk bu mila kami mohon maaf mbak bu" Dokter menjeda ucapannya.
" bu mila mengalami cukup kehilangan cairan dan mengalami shok berat karena mengalami luka yang lebih serius dari pak cakra, kami sudah berupaya untuk membantu namun tuhan punya renca lain mbak bu, dengan berat hati kami nyatakan bu mila telah tutup usia di jam 03.27. mbak yang kuat dan sabar ya" ucap dokter mengusap punggung salsa pelan.
"ibu..." salma diam sejenak mencerna ucapan dokter tak terasa air matanya kembali membasahi pipinya. Ia merasa tak percaya dengan kabar yang di dengar.
"maksud dokter, ibuu.." tak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya, rasanya bagai di hantam batu besar dadanya terasa sesak menusuk. Ia duduk terkulai lemas ke lantai bude marni yang berada di samping salsa membawa salsa kedalam peluknya.
"gak gak mungkin hiks hiks, IBUUU" teriak salsa histeris.
"bude hiks, ibu bude hiks hiks.. Dokter pasti salah kan bude hiks hiks..ibu gak mungkin tinggalin salsa bude" Perasaan sesak dalam dada dan denial akan kepergian ibunya serasa riuh di kepalanya.
Bude marni merangkul salsa menuntunnya untuk bediri dan menuntunnya untuk kembali duduk di kursi tunggu dengan salsa yang masih terus menangis dan menaggil ibunya dalam pelukan bude marni. Tidak lama setelahnya datang pakde tejo suami bude marni, mengetahui keadaan tersebut pakde tejo melakukan proses administrasi untuk pemindahan pak cakra ke ruang rawat dan mengurus keperluan pemakaman bu mila.
Bude marni dan pakde tejo adalah tetangga dekat keluarga pak cakra, selain itu saat salsa masih anak anak ia sering bermain dan menghabiskan waktu di rumah bude dan pakde. Keadaan pakde dan bude yang lama tidak di karuniai momongan membuat perlakuan mereka terhadap salsa sudah seperti pada anak mereka sendiri. Kedekatan itu yang kian lama menjadikan ikatan keluarga pak cakra dan pakde tejo seperti keluarga.
***
"Ayahh hiks hiks" panggil salsa saat melihat keadaan pak cakra saat keluarnya dari ruang penanganan pertama. Salsa beranjak dari duduknya mengmpiri bed ayahnya yang akan di pindahkan ke ruang perawatan. Bude marni selalu berada di samping salsa untuk mendampingi salsa. Salsa dan bude marni mengikuti perawat hendak ke ruang perawatan cakra.
Pak Cakra dan bu Mila memang hanya hidup berdua dari awal mereka tinggal di desa, Tak perna ada yang tau keluarga pak cakra. Yang warna tau Mereka hidup tanpa adanya sanak saudara, mereka hanya bertiga dengan salsa putrinya. Pak Cakra orang yang di kenal baik, ramah pada semua orang.
Kehidupannya Cakra dan keluarga di desa sangat sederhana, cakra bekerja di sebuah Gudang produksi di desanya, lebih tepatnya ia di percaya menjadi orang terpercaya pemilik pabrik tersebut untuk memantau kinerja pegawai disana dan memantau barang barang yang akan di produksi. Sedangkan istrinya mila hanya seorang ibu rumah tangga dan kadang kala membantu sedikit pekerjaan cakra.
Kehidupan yang sederhana menurutnya sudah lebih dari cukup, Cukup untuk makan, keperluannya, kebutuhan salsa dan sedikit Tabungan sudah sangat cakra syukuri dan bahagia. Menurut cakra dengan adanya kehadiran istri dan anak perempuanya sudah sangat lengkap merasakan Bahagia. Istri dan anaknya merupakan harta yang tak ternilai harganya dan tak bisa ia tukar dengan kebahagiaan lain di luar sana.
======================
Haii guys terima kasih banyak untuk yang berkenan mampir. Salam kenal ya aku inara dan ini cerita pertamaku. sebelumnya aku mau mohon maaf yaa kalau semisal masih banyak salah dalam penulisan.
Untuk kritik dan saran boleh banget di sampaikan ya guys :)
Terima kasih jangan lupa tinggalin jejak komen dan vote yaa, sampai ketemu di bab selanjutnya :)
Love, inara
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.