Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki terdengar di keheningan malam, seorang gadis nampak bersembunyi ketakutan di antara rak rak buku ,tubuhnya bergetar hebat ,sebisa mungkin ia menahan Isak tangisnya yang keluar,setiap hari ia di cap sebagai antagonis oleh orang orang yang berada di dekatnya,namun nyatanya ia hanya seorang gadis kecil yang malang
Disaat teman teman seusianya sibuk bermain dan berbahagia,gadis itu malah sebaliknya,siksaan serta makian sering ia dapatkan ,semenjak kedua orangtuanya meninggalkan nya dari dunia ini ,hidupnya yang tenang berubah derastis dalam satu malam , usianya kini sudah menginjak 17 tahun tapi tubuh nya terlihat sangat kecil dan kurus
"DIVAAA Dimana lo "suara bas seseorang terdengar menakutkan di keheningan malam ,divanya stepani Aldebaran nama gadis yang saat ini masih bersembunyi di antara rak rak buku perpustakaan sekolah ,,rasa takut kian menghantuinya,ia tidak bersalah namun mengapa kakak kelas nya selalu menyalahkan nya , padahal mereka yang selalu mengganggunya tapi kenapa ia yang selalu di salahkan,apakah karena dirinya miskin ?,pertanyaan itu selalu menghantui diva
"Rey Lo cari dia ,kalo ketemu ,Lo langsung bawa ke hadapan gue"perintah laki laki yang tadi memanggil nama diva ,laki laki dengan tindik hitam itu segera keluar dari perpustakaan, meninggalkan teman nya di sana, ekspresi marahnya terlihat jelas dari ekspresi wajah nya,
"Diva sekarang Reno udah pergi ,Lo gak perlu sembunyi lagi "pinta Rey lembut ,yah di antara gang Reno hanya Rey lah yang selalu membantu diva dengan diam diam ,tanpa diketahui oleh orang lain
Diva yang mendengar suara lembut Rey segera keluar dari persembunyian nya
"Makasih Rey lagi lagi kamu nyelamatin aku "ujar diva pelan ,
"Lo gak usah berterimakasih sama gue div ,sekarang Lo harus pergi dari sini ,gw ga mau Lo kenapa Napa "ujar Rey ,ia menyentuh pundak diva lembut ,sorot matanya mampu menenangkan diva ,diva bersyukur masih ada orang baik yang melindunginya
,ketika diva dan Rey hendak melangkahkan kakinya tiba tiba
Cklel
Pintu perpustakaan terbuka , menampilkan Reno dkk ,,dengan cepat Rey segera menyembunyikan tubuh kecil diva di belakang tubuhnya
"Penghianat ternyata " ujar Reno sinis ,, sebenarnya ia tidak benar benar pergi dari perpustakaan ia hanya mau memastikan bahwa Rey setia kepadanya tapi benar kata orang orang ternyata Rey diam diam membantu diva
Reno melangkah maju ,ia menatap remeh ke arah Rey dan juga diva
"Lo jangan pernah sakitin diva lagi " ujar Rey ,kali ini ia tidak akan membiarkan diva terluka lagi ,ia akan menyelamatkan diva bagaimanapun caranya, meskipun nyawa taruhan nya
"Gara gara dia pacar gue masuk rumah sakit "ujar Reno tajam
"Bukan diva yang bikin Gea masuk rumah sakit ,tapi cewek lo sendiri yang ngelukain dirinya "bela Rey karena nyatanya apa yang Rey ucapakan itulah faktanya,ia melihat dengan kepala matanya sendiri Gea lah yang membenturkan kepalanya ke tembok kamar mandi ,selama ini ia hanya diam ,karena takut dengan ancaman Reno ,tapi tidak untuk kali ini ,Rey akan membela diva
"Banyak bacot Lo dasar penghianat"
Bug
Reno meninju wajah tampan Rey , sedangkan ketiga teman nya hanya melihat nya tanpa berniat memisahkan
Bug
Bug
Bug
Ray membalas pukulan Reno dengan berkali kali lipat
Teman'reno yang melihatnya segera membantu Reno ,mereka menyerang Rey secara bersamaan
"Stop aku mohon ,kalian boleh pukul aku tapi aku mohon jangan sakitin Rey " perkataan diva mampu membuat mereka berhenti memukul Rey ,wajah Rey sudah babak belur ,dari sudut bibirnya sudah terdapat bercak darah ,Rey yang mendengar perkataan diva segera menggelengkan kepala
