"Huhh" suara hela nafas seorang gadis dibibir pantai yang sedang duduk termenung. Entah apa yang dia pikirkan.
"Mengapa aku berbeda dengan yang lain?" Ucap gadis itu dengan raut wajah sedih.
Ternyata yang dia pikirkan adalah karena fisiknya. Hanya karna kulitnya gelap dia jadi terus berpikir bagaimana cara agar kulitnya bisa putih. Elia, itu namanya. Dia memang cantik. Namun, dia sering minder karna warna kulitnya. Padahal semua warna kulit sama saja. Akan tetapi beberapa orang menganggap kecantikan itu hanya kulit yg putih.
Elia melihat pemandangan matahari terbenam yang indah dari bibir pantai. Dia tersenyum dengan mata yang sembab sehabis menangis dan berkata "wahh mataharinya cantik... Berbeda denganku yah..." Ucapnya, lalu tanpa sadar air matanya menetes lagi.
Tanpa ia sadari seorang pemuda seumurannya menghampirinya dan bertanya "mengapa kamu menangis?" Ucap pemuda tersebut sambil berlutut dihadapan Elia.
Menyadari seseorang menghampirinya dan bertanya, dia bergegas menghapus air matanya dan menjawab "ahh tidak..." Ucapnya sambil tersenyum sedikit meskipun terpaksa. Kemudian Elia bertanya kepada pemuda itu "kamu siapa? Kok kamu kesini? Kita kan gak saling kenal." Kata Elia yang keheranan mengapa orang yang tak ia kenal tiba tiba bertanya mengapa ia menangis.
Lalu pemuda itu menjawab "Ya kalo gak kenal kenalan dong. Kenalin nama aku Senja! Aku kebetulan tinggal disekitar sini. Jadi, aku sering liat kamu duduk disini sendiri. Terus kamu kayak merenung terus sendiri sambil nangis. Yaa aku samperin lah, kayaknya kamu butuh orang buat dengerin cerita kamu...." Ucap pemuda bernama Senja itu dengan antusias menawarkan diri untuk menjadi pendengar yang baik.
Karna belum mengetahui siapa nama Elia. Senja kemudian bertanya kepada Elia. "Oh iya.. nama kamu siapa?" Tanya Senja sambil pindah dari yang tadinya berlutut dan sekarang menjadi duduk di samping Elia. Elia pun menjawab "Namaku Asellia, panggil aja Elia.." jawabnya dengan wajah yang masih suram. "Wahh nama kamu cantik ya kayak yang punya nya!!" Ucap Senja dengan mata yang berbinar binar.
"Ahh, aku gak cantik..." Ucap Elia sambil menunduk. Melihat Elia yang terlihat sedih, Senja bertanya lagi "lhoo? Kok gitu? Memang kamu cantik kok!" Ujar Senja sambil menatap Elia. Kemudian Elia menjawab "Aku hitam gini gak mungkin cantik! Temen temenku putih, sementara aku... Seperti ini" jawab Elia dengan mata yang berkaca kaca kemudian ia pun menangis.
Melihat teman barunya menangis, Senja pun menenangkannya terlebih dahulu kemudian memberi dia motivasi. "Jangan begitu! Kamu harusnya bersyukur. Semua orang itu punya kekurangan dan kelebihannya masing masing. Jika kamu hanya melihat orang orang cantik dengan kulit putih saja, tentu kamu pasti akan minder. Coba kalo kamu liat model model cantik berkulit gelap di luar negri. Bahkan, ada seorang model yang berasal dari negara kita lho!" Ujar Senja yang memberi motivasi kepada Elia sambil tersenyum.
Mendengar motivasi dari temannya Elia merasa sedikit percaya diri dengan penampilannya. Namun, ia bicara lagi kepada Senja "memang nya kamu pernah ngerasain jadi aku? Enggak kan!?" Ucap Elia dengan nada yg agak marah. Tapi, Senja tetap menjawab dengan sabar dan tulus "Aku pernah kok! Waktu aku masih SMP, aku sering minder karna teman temanku pintar dan aku merasa aku paling bodoh diantara mereka. Bahkan aku tak masuk 10 besar. Ternyata, setelah aku melihat ranking yg berada di belakangku aku sadar. Jika kita hanya melihat yg pintar tentunya kita akan jadi paling bodoh. Tapi sebaliknya 'kan? jika kita melihat yg lebih bodoh. Dan setelah itu aku berusaha belajar menjadi lebih baik. Kemudian setelah kerja keras itu, aku berhasil mendapat juara 3 besar!" Ujar Senja sambil tersenyum menatap Elia.
"Emangnya dengan berusaha kulit aku bisa jadi putih?" Tanya Elia dengan mata yang membulat kepada Senja. "Bukan kayak gitu maksud aku. Tapi, coba deh kalo kamu cari kelebihan dalam diri kamu. Terus kelebihan itu kamu kembangin" Ujar Senja dengan nada semangat. "Tapi apa kelebihan aku? Kayak nya aku gak punya kelebihan..." Jawab Elia dengan wajah sedih. "Ahh kamu ini! Hmmm coba kamu berdiri" ucap Senja menaikan nada bicaranya sambil terbangun dari duduknya untuk berdiri. Lalu setelah mendengar senja berkata seperti itu, Elia pun ikut berdiri.
"Liat! Kamu tinggi! Badan kamu juga ramping. Rambut kamu juga panjang dan cantik!!!" Ujar Senja dengan semangat. "Hah? Maksudnya?" Tanya Elia karna kurang mengerti apa maksud dari teman baru nya itu. Kemudian senja pun menjelaskan jawabannya secara singkat. "Ahh kamu ini... Diluaran sana, banyak orang berusaha agar memiliki tubuh tinggi dan ramping. Namun tidak banyak orang yg berhasil. Sedangkan kamu udah punya!" Jawab senja sambil menaikan alisnya.
Mendengar jawaban Senja barusan, Elia merasa sangat termotivasi. "Ehh iya ya! Hmm makasih ya udah kasih aku motivasi! Aku jadi semangat dan gak minder lagi sama warna kulit. Sekali lagi makasih, Senja!" Ujar Elia dengan senang. Senja yang mendengarnya pun ikut senang. "Haha... Iya, sama sama!" Ucap Senja sambil tersenyum kepada Elia.
Setelah merasa senang karna telah diberi motivasi oleh Senja, Elia pun ingin membalasnya dengan mengajak Senja berjalan jalan di bibir pantai sambil menikmati matahari yang tenggelam diantara deburan deburan ombak. Kemudian mentraktirnya jajanan.
"Ehh Senja! Gimana kalo kamu aku traktir jajan? Mau gak?" Tanya Elia dengan penuh semangat dan mata yang berbinar binar. "Hmm kok kamu mau traktir jajan?" Tanya Senja agak heran karna ia tidak tahu maksud Elia. "Yaa anggep aja itu tanda terimakasih dari aku buat kamu karna kamu udah ngebuat aku gak minder lagi." Ucap Elia dengan mata yang menatap kebawah. Mendengar jawaban Elia, Senja pun mengerti dan mengiyakannya "Ohh gitu ya! Yaudah ayok" ajak senja. "Ayok jalan ke abang abang pedagang!!" Ujar Elia yg mengajak Senja penuh semangat sambil menirukan gaya bak super hero.
Di bibir pantai Elia berlari diatas pasir pasir dan berteriak kepada Senja. "Kalo kamu bisa nangkep aku, nanti ku traktir bakso juga!!" Teriak Elia sambil berlari kabur dari senja. Mendengar ucapan Elia, Senja pun sontak ikut berlari untuk mengejar Elia. "Ohhh... Nantangin ya!!!" Teriak senja sambil berlari menuju Elia untuk menangkapnya.
Mereka berlari diatas pasir dibibir pantai sambil menikmati suasana sore hari dengan semburat jingga yang mewarnai indahnya langit saat itu. Dan dilengkapi suara deburan ombak yang berisik namun menenangkan. Mereka bercanda meski baru mengenal. Dan saling tertawa bersama.
Setelah awal mula mereka kenal, mereka menjadi sahabat. Mereka sering bertemu untuk bercanda tawa dan bercerita. Kemudian akhirnya setelah mereka berjuang untuk mencapai mimpinya masing masing beberapa tahun kemudian mereka berdua akhirnya sukses. Elia menjadi model terkenal diluar negri. Dan Senja menjadi dokter di rumah sakit besar.
Setelah sukses, Elia sangat berterimakasih kepada Senja karna telah memberinya motivasi dan dukungan dukungan disetiap ia bercerita tentang keluh kesahnya. Setelah mereka berdua sukses, mereka tetap menjadi sahabat. Meskipun jarak memisahkan, mereka tetap saling menghubungi untuk menanyakan kabar, bertukar cerita dan lainnya.
Gimana? Mau lanjut atau tamatin?😉✨
YOU ARE READING
Matahari Di Sore Itu
Short StorySemburat jingga menghiasi langit dan laut yang sunyi pada sore itu. Disitulah dia selalu ada pada saat itu. Elia, dia selalu duduk di pinggir pantai menikmati suara deburan ombak yg berisik namun menenangkannya dari kebisingan dunia.
