Sama...
Ya, itu benar. Sama adalah kata yang paling ku benci dalam hidupku saat ini. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik yang berlalu tak pernah berubah dari sebelumnya.
Selalu sama...
Aku hanyalah seorang yang biasa-biasa saja. Tak punya kemampuan, kekayaan, apalagi keistimewaan. Benar-benar tidak berguna. Aku hanya pengangguran yang bertahan hidup dengan harta warisan keluargaku yang telah lama pergi meninggalkanku.
Sendiri sebenarnya bukanlah hal yang begitu menakutkan. Lagi pula aku bisa melakukan semuanya sendiri tanpa menyusahkan orang lain. Tetapi sendiri kadang juga bisa membuatku gila, atau sekarang aku memang sudah gila? Hahaha... lagi pula tak ada yang peduli juga denganku.
Berbicara dengan diriku sendiri adalah satu-satunya cara agar aku tetap waras. Bertanya dan menjawabnya sendiri, membuat lelucon dan tertawa seolah-olah sedang bercanda dengan orang lain, sekeras apapun tawa yang keluar dari mulutku ini tak akan merubah kenyataan bahwa nyatanya tawa itu palsu.
Pelarian semasa hidupku hanya lah game. Dunia virtual yang menemaniku disaat orang lain sibuk dengan Dunia Asli-nya. Walaupun ini palsu, tetapi ini sedikit lebih baik dari Dunia Asli-ku, disini aku bisa melakukan hal apapun yang aku suka, sampai akhirnya aku muak. Tetapi tanpa dunia ini aku tidak akan tahu bahwa masih banyak orang di luar sana yang bahkan bernasib lebih buruk daripada aku.
Dikutuk atau kurang bersyukur...
itu lah kalimat yang paling sering ditanyakan di kepalaku. Dikutuk untuk menjalani hidup seperti ini sampai ajal menjemputku? Atau aku memang kurang bersyukur mendapatkan hidup yang sedikit lebih baik dari orang lain di luar sana?
Dari dulu aku sangat suka berkhayal tentang hidupku. Tetapi aku yang bodoh ini akhirnya sadar, mau sekeras apapun aku berkhayal tidak akan merubah hidupku sedikit pun.
"Bagaimana kalau aku bisa membuat cerita sesuka hatiku sendiri?"
Ide itu terus melayang-layang di kepalaku, sampai akhirnya membuatku tersadar.
"Hahahhaha, aku juga bisa membuat cerita seperti para author sialan itu. Dan semuanya akan kumulai dari web-novel."
Ucapku dengan nada penuh keyakinan, dan senyum tipis dengan tatapan penuh percaya diri.
Mungkin itu tidak akan merubah apapun, tetapi menulis sepertinya lebih baik dari pada bermain game sialan itu...
YOU ARE READING
Grey
Mystery / ThrillerBagaimana sebuah cerita bisa mengubah hidup seorang penulis?
