Prolog

6.8K 369 12
                                        

Pria mungil yang saat ini berada di kampusnya terlihat sedikit kesulitan dalam membawa beberapa buku untuk dikembalikan ke perpus atas perintah salah satu dosen. Sepanjang jalan pria mungil itu hanya bisa mengomel sepanjang jalan tanpa memperhatikan dengan baik jalannya. Hingga dia menabrak seseorang dan membuat buku-buku yang dia bawa jatuh berserakan dilantai.

"Kalau jalan itu lihat pakai mata bisa kan?!" Kesal pria mungil itu sembari melihat kearah pria tampan yang menabraknya itu. Melihat dari wajahnya sepertinya dia adalah mahasiswa baru, ntah pindahan ntah memang baru masuk.

"Maafkan saya " Ucap pria itu membantu mengambilkan semua buku yang berserak dan memberikan pada pria mungil itu.

"Saya harap kita tak bertemu lagi, rasanya benar-benar akan sial sekali jika kita bertemu." Ucapnya ketus lalu pergi begitu saja.

At. Perpustakaan.

Pria mungil itu masuk dan memberikan buku itu pada penjaga perpustakaan karena bukan tugasnya untuk menyusun buku itu, lalu diapun pergi mencari buku yang dia butuhkan saat ini.

Saat sedang melihat buku-buku yang akan dia cari, temannya menepuk bahunya dan membuat sang empu melihat padanya dengan tatapan malas.

"Bagaimana Huang Renjun? Novelnya bagus bukan?"

"Apanya yang bagus, lagian kenapa dia sangat lemah sekali, bahkan dia menerima saja suaminya menikah dengan orang lain." Kesal renjun dengan suara pelan karena tahu dia ada dimana saat ini.

"Kau ini, lagian kau kan sudah tahu kalau duchess Nakamoto Renjun itu tak bisa memberikan keturunan bagi Duke Na Jaemin."

"Aeri uchinaga. Biarpun begitu, mereka bisa mengasuh anak bukan malah memutuskan pernikahan lainnya." Ketus renjun pada temannya yang merupakan keturunan Jepang itu, dan yang saat ini mereka bahas adalah novel rekomendasi dari wanita itu. Dan renjun benar-benar naik darah karena membacanya. Dan apa-apaan itu? Kenapa pula namanya sama dengan dirinya, hanya berbeda nama belakang saja, karena tokoh utama sang duchess adalah keturunan miracle-beautiful suatu negeri dalam novel itu, bernama Nakamoto Renjun.

"Kau jangan terlalu membenci cerita itu, tidak baik nantinya renjun. Kalau begitu aku duluan, hati-hati nanti." Ucap wanita itu lalu diapun pergi lebih dulu, renjun hanya menghembuskan nafas beratnya dan diapun mengambil buku yang dia perlukan untuk mengerjakan tugas sebentar di perpus.

Satu jam telah berlalu, renjunpun sadar kalau dia sudah terlalu lama di perpus, terbukti dari langit yang sudah berganti dari sore ke malam. Renjun pun memasukkan laptopnya lalu diapun melihat novel yang menyebalkan itu dan mengeluarkannya.

"Aku bersumpah akan mengembalikan dulu pada uchinaga itu, aku tak akan mau lagi menerima rekomendasi buku darinya lain kali." Monolog renjun kesal lalu diapun segera pergi dan tujuan utamanya adalah mencari temannya itu.

Tapi kenyataan yang terjadi, renjun malah tersandung kakinya sendiri dan diapun jatuh berguling-guling dari anak tangga atas ke bawah. Dia bahkan bisa merasakan kepalanya yang berdarah saat ini, novel yang dia akan kembalikan juga tergeletak mengenaskan disebelahnya. Renjun berusaha memanggil seseorang untuk meminta bantuan ditengah kepalanya yang semakin memberat, hingga dia melihat kaki seseorang disebelahnya dan saat akan melihat orang itu renjun malah menutupi matanya karena cahaya yang menyilaukan.

"Maafkan aku, tapi tolong hiduplah sebagai aku, tolong buat Duke Na mencintaimu, aku sungguh tak sanggup jika harus melihat semua yang terjadi saat ini. Saat kau terbangun nanti, tolong rubah semuanya. Kau akan terbangun sebelum kau menikahi Duke Na. Tolong lakukan itu untuk kita Huang Renjun."

Renjun mendengar samar-samar suara yang jelas dia sangat kenali, yah itu adalah suaranya. Sepertinya Renjun sudah mulai berhalusinasi saat ini, hingga akhirnya dia menutup matanya seketika.

💐💐💐💐💐

💐💐💐💐

💐💐💐

💐💐

💐

Byur!

"Renjun! Tolong! Bantu keponakanku!" Teriak seorang wanita sangat cemas lalu mendekat kearah danau.

Para pengawal yang mendengar langsung mendekat dan disaat bersamaan, seorang pria berjubah pangeran langsung masuk kedalam danau dan berenang untuk menyelamatkan seseorang yang dipanggil renjun itu.

Beberapa menit kemudian, sang pria berjubah pangeran itu lantas dibantu para pengawal langsung meletakkan tubuh Renjun di tepi danau, pria itu langsung memberikan pertolongan pada renjun yang saat ini diketahui memiliki luka di kepalanya.

"Segera panggilkan tabib!"

"Baik pangeran jeno." Ucap salah satu pengawal berlari memanggil tabib sementara itu, orang yang tak sengaja menjatuhkan renjun terdiam karena rasa takut saat ini.

"Renjun, jangan membuat imo takut nak." Ucap wanita cantik yang sudah berumur sekitar 50 tahun itu, Wendy Son.

"Renjun, buka matamu renjun, kau bisa mendengar kak jeno bukan?" Ucap pria yang bertitel pangeran itu, Lee jeno. Pangeran bungsu dari raja Lee Donghae dan ratu Tiffany Huang.

Renjun terbangun dan merasakan kepalanya yang sangat sakit, juga pandangannya yang kabur, dia bahkan tak tahu dia berada dimana saat ini.

"Renjun? Bisa dengarkan kak jeno?" Renjun hanya bisa menggelengkan kepalanya saking sakitnya hingga dia kehilangan kesadarannya kembali. Wendy sangat kaget dan diapun mencoba menyadarkan renjun setelah mendorong jeno.

"Renjun? Jangan tinggalkan imo hiksss... Jangan pergi, apa yang akan imo katakan pada orangtuamu hikss..." Tangis Wendy benar-benar sangat kehilangan.

"Maaf pangeran, nyonya Huang, biar saya cek." Ucap tabib yang baru datang dan Wendy langsung memberikan ruang begitu pula dengan jeno. Tabib itu memeriksa renjun dengan teliti.

"Kita harus segera membawa tuan muda ke tempat tidur, lukanya harus segera diobati dan denyut nadinya juga lemah saat ini." Ucap tabib membuat Wendy terjatuh saat mendengar nya.

"Jangan yuta, winwin, jangan bawa anak kalian bertemu kalian saat ini. Aku sangat menyayanginya layaknya seorang ibu hiksss...."batin Wendy.
















💐 Tbc 💐

My Duchess: The Unifished Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang