end.
[markhyuck short story] : SPECIAL
• warn: mpreg
publish: 29/04/2025
...
Menceritakan tentang Mark―seorang pemburu hadiah terkenal di perbatasan barat. Dirinya mencari Haechan―yang menghilang setelah berhenti menjadi partner Mark sebagai pemburu...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
― ⏳️ ―
Setelah berbulan-bulan berpindah-pindah, akhirnya mereka menemukannya.
Sebuah lembah tersembunyi di balik pegunungan tinggi yang nyaris tidak tersentuh manusia.
Dikelilingi oleh tebing-tebing curam dan hutan lebat, tempat ini seolah terputus dari dunia luar.
Air sungai mengalir jernih di tengah lembah, dan padang rumput yang luas membentang sejauh mata memandang.
Mark menuntun kudanya menuruni lereng, sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan Haechan tidak tertinggal.
Haechan, yang kini menggendong bayinya erat di dada, tampak lelah tetapi matanya penuh harapan.
Ketika mereka akhirnya mencapai dataran yang lebih rata, Mark turun dari kudanya dan membantu Haechan turun dengan hati-hati.
"Tempat ini… sepertinya aman," kata Haechan pelan, suaranya masih dipenuhi kehati-hatian.
Mark menatap sekeliling. Tidak ada jejak manusia lain. Tidak ada tanda-tanda kehidupan kecuali burung-burung yang sesekali melintas di langit dan suara air yang mengalir tenang.
"Lebih dari sekadar aman," gumam Mark.
"Ini tempat yang tidak akan ditemukan siapa pun." Haechan menggigit bibirnya, menatap bayinya yang tertidur pulas di dalam gendongan.
"Kau yakin?" Mark mengangguk mantap.
"Aku sudah lelah berlari. Kita butuh tempat untuk menetap. Untuk membesarkan anak kita tanpa rasa takut, Haechan." Haechan menatapnya lama sebelum akhirnya menghela napas dalam.
"Baik. Tapi jika sesuatu terjadi.. Bagaimana?"
"Aku akan melindungi kalian," potong Mark, suaranya penuh kepastian.
Haechan terdiam. Ia tidak pernah sepenuhnya mempercayai Mark—tidak setelah apa yang mereka lalui di masa lalu.
Tapi dalam beberapa bulan terakhir, Mark membuktikan dirinya berkali-kali.
Tanpa kata, Haechan menoleh ke arah lembah dan melangkah maju.
Mereka mulai membangun rumah kecil dari kayu yang mereka temukan di sekitar hutan. Tidak besar, tapi cukup untuk mereka bertiga.
Mark berburu dan memastikan mereka selalu memiliki makanan, sementara Haechan merawat bayi mereka.
☆☆☆
Setiap malam, mereka duduk di dekat perapian, berbagi keheningan yang perlahan berubah menjadi kepercayaan.
Mark mulai terbiasa melihat Haechan menatap bayinya dengan lembut, meskipun kepada dirinya, omega itu masih bersikap dingin.
Namun, ada momen-momen kecil yang tidak luput dari perhatian Mark, seperti ketika Haechan membiarkannya menggendong bayi mereka lebih lama, atau saat omega itu dengan canggung meletakkan selimut ekstra di dekat tempat tidur Mark saat malam terasa lebih dingin.
Mereka tidak banyak bicara, tetapi kebersamaan mereka cukup untuk membuat Mark yakin.
Bahwa di tempat yang tersembunyi ini, di antara pegunungan yang sunyi, ia akhirnya menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar tempat aman.