Mayat itu tergeletak di atas meja. Tembakan di kepalanya masih segar, darah mengalir membentuk genangan yang memantulkan lampu neon di ruangan kumuh itu.
Mark menghela napas panjang, matanya menatap dingin ke tubuh tak bernyawa itu. "Dia salah satu informan kita."
Renjun melipat tangan di dada, wajahnya tanpa ekspresi. "Dan seseorang ingin memastikan dia tidak berbicara."
Jeno menatap dinding, melihat simbol aneh yang tergambar dengan darah. "Ini bukan hanya peringatan. Ini undangan."
Jaemin, yang selama ini berdiri dalam diam, akhirnya berbicara. "Undangan untuk siapa?"
Pintu ruangan terbuka. Langkah kaki menggema di lantai beton.
"Untukku."
Semua kepala menoleh.
Haechan berdiri di ambang pintu, mengenakan jas hitam yang terlalu rapi untuk tempat sekotor ini. Matanya berkilat dingin, bibirnya melengkung membentuk senyum yang tidak sepenuhnya ramah.
Jisung membeku di tempatnya, hampir tidak percaya. "Haechan?"
Chenle bersiul pelan. "Wow. Aku pikir kau sudah mati."
Haechan tertawa kecil, melangkah masuk dan menatap mayat di meja. "Sepertinya seseorang sangat ingin aku kembali ke permainan ini."
Mark memperhatikannya dalam diam. "Apa ini ulahmu?"
Haechan mengangkat bahu. "Aku bisa saja bilang iya, hanya untuk melihat reaksimu. Tapi sayangnya, tidak. Aku tidak membunuhnya. Tapi aku tahu siapa yang melakukannya."
Jaemin menatapnya tajam. "Dan kenapa kau baru muncul sekarang?"
Haechan tersenyum, tetapi ada sesuatu yang gelap di balik matanya. "Karena ini bukan hanya tentang kalian lagi. Ini tentang sesuatu yang lebih besar."
Renjun mengernyit. "Apa maksudmu?"
Haechan menatap mereka satu per satu sebelum akhirnya berbicara.
"Ada seseorang di antara kita yang mengkhianati kelompok ini. Dan aku di sini untuk menemukan siapa dia."
Ruangan itu mendadak sunyi.
Di luar, sirene polisi berbunyi di kejauhan. Lampu neon berkedip-kedip, seolah-olah dunia memberi peringatan.
Permainan baru saja dimulai.
YOU ARE READING
Tujuh Bayangan
Short StoryDi kota yang dikuasai oleh kegelapan, tujuh nama menggema dalam bisik-bisik jalanan. Mereka bukan orang biasa-mereka adalah legenda yang hidup di dunia yang penuh darah, kebohongan, dan rahasia yang terkubur dalam-dalam. Namun malam ini, mereka semu...
