Matahari belum menampakkan wujudnya. Langit gelap itu masih di dominasi oleh cahaya rembulan. Angin berhembus kencang di tengah hawa dingin yang menyelimuti. Seorang gadis tengah meringkuk menahan rasa sakit di bagian dadanya. Nafasnya terputus-putus bersamaan dengan rasa sesak yang mendominasi. Tangannya berusaha menggapai inhaler yang berada tidak jauh dari tubuhnya.
Namun, kesadarannya lebih dulu di renggut paksa oleh kegelapan. Tubuh gadis itu terbaring tidak sadarkan diri di lantai marmer yang dingin. Tidak ada orang lain di ruangan gelap itu. Sebuah keberuntungan apabila ada yang mengetahui keberadaannya dan memberinya pertolongan sebelum kematian menjemput.
⭐
Di sisi lain, seorang gadis dengan seragam putih abu-abu sedang duduk di jembatan taman. Memandang kosong ke arah danau yang memancarkan cahaya bulan yang bersinar terang malam ini. Penampilannya yang begitu berantakan dengan beberapa luka di tubuh basah kuyup nya membuat gadis itu terlihat menyedihkan.
Katanya melirik ke arah layar smartphone yang menampilkan ruang obrolannya dengan kakak sulungnya yang masih belum di balas ataupun di baca.
"Seandainya saja dia menjemputku tadi, sudah pasti aku tidak akan berakhir seperti gelandangan," gumamnya menyalahkan sang kakak.
Gadis itu kemudian memilih pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki karena waktu sudah semakin larut.
⭐
Sementara itu di tempat lain, ada seseorang yang menatap penuh harap ke arah gerbang. Rasa cemasnya semakin menjadi kala melihat pesan yang dia kirim kepada kakak dan adiknya tidak ada yang di baca. Nomor mereka tidak aktif. Hal itu semakin menambah kecemasan dalam dirinya.
"Dimana kalian? Kenapa pesanku tidak ada yang di balas?" gerutu gadis itu mulai kesal.
Salah seorang wanita paruh baya berjalan mendekat. "Ce Ayu tunggu di dalam saja, ya? Masih panas gini badannya," ujar wanita itu kepada Ayu yang masih berdiri di depan teras rumah.
Gadis itu menggeleng pelan. "Aku tunggu kakak sama adek di sini aja," balasnya menolak.
"Tapi nanti ayah bisa marah kalau Ce Ayu drop lagi. Nurut sama budhe, ya?"
Mendengar itu, Ayu memilih patuh. Ada rasa bersalah dalam dirinya mengetahui kakak dan adiknya belum pulang sampai saat ini.
⭐
Main character
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Arinda Kaluna (Kak Rinda)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Ayudia Saskirana (Ce Ayu)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.