Sore itu, Seungkwan memasuki rumahnya dengan keadaan lelah. Hari ini cukup menguras tenaganya, jam kuliah yang penuh dan tugas yang menumpuk membuat ia kelelahan bukan main. Seungkwan tidak kuat lagi untuk naik ke kamarnya, ia akhirnya menjatuhkan dirinya disofa ruang tengah, tempat dimana biasanya kakaknya berkumpul.
Oh iya, Selamat datang di kehidupan Seungkwan 21 tahun. Adik kecil yang disayangi semua orang itu kini telah tumbuh dewasa. Seungkwan duduk di semester 5 tahun ini. Semua kakaknya sudah menikah kecuali Jun, laki-laki itu masih setia menunggu Minghao.
Mereka semua membawa pasangan masing-masing untuk tinggal dirumah besar itu.
"Adek?"
Seungkwan membuka matanya dan mendapati Jeonghan dengan perut bulatnya. Ya, laki-laki cantik itu sedang hamil. Setelah bertahun tahun menikah akhirnya kakaknya itu diberi anak.
"Kok tidur disini? Kenapa gak ke kamar aja?"
"Capek kak huhu, gak kuat mau ke kamar"
"Kakak ambilin minum ya"
"Eh jangan kak, nanti kakak cape"
Jeonghan menghentikan langkahnya, Ia tersenyum menenangkan pada seungkwan.
"Yaudah kakak tinggal ya, mau bantuin bibi masak"
Seungkwan mengangguk,
"Jangan cape cape kak, kasian dede bayinya"
"Iya adek"
Seungkwan kembali menyamankan posisinya dan menutup matanya. Tapi baru saja mata itu terpejam, seseorang memanggilnya.
"Kak seungkwan"
Seungkwan berdecak lalu membuka kembali matanya, ia melihat Ichan duduk disofa sampingnya.
"Apa chan?"
"Cape kak"
Seungkwan memutar matanya malas, sungguh informasi yang tak bermanfaat sama sekali. Ngomong ngomong, Ichan sekarang sudah besar. Anak itu sudah kelas 3 SMP. Tumbuh tinggi dan besar bahkan hampir menyamai tinggi Seungkwan.
"Habis darimana lo?"
"Kerja kelompok kak, cape banget sumpah"
"Ya sama chan, gue juga cape"
"Halooo selamat sore, adek abang tersayang"
Tebak siapa yang heboh sore sore seperti ini? Tentu saja Hoshi, kakak Seungkwan yang paling pecicilan.
"Diem bang, aku cape" Ujar Seungkwan.
"Yahh padahal mau nawarin es krim"
Seungkwan duduk tiba-tiba, matanya sedikit berbinar melihat Hoshi membawa es krim kesukaannya. Sudah lama ia ingin makan es krim, tapi ia tak punya waktu karna sibuk dengan tugas kuliahnya.
"Wahh sinian bang"
Hoshi malah menyembunyikan es krim itu dibelakang tubuhnya.
"Kok diumpetin?"
Hoshi tersenyum mencurigakan,
"Cium dulu dong" Hoshi menunjuk pipinya.
Seungkwan tidak habis fikir, tidak hanya Hoshi, bahkan kakaknya yang lain juga seperti ini. Padahal umur mereka dibilang sudah tidak muda lagi. Tapi selalu saja minta dicium pipinya.
"Gak malu bang?" Tanya seungkwan sambil melirik Ichan.
"Sama ichan? Malu? Aelah paling minta dicium juga"
Seungkwan sontak menatap Ichan saat mendengar itu.
"Boleh kak?" Tanya Ichan.
Seungkwan sudah muak, ia mengambil tasnya lalu beranjak ke kamar.
YOU ARE READING
Posesif? 2 |End
FanfictionMasih dengan kisah Seungkwan dan keposesifan kelima kakaknya. oh iya jangan lupakan pacarnya itu. Sequel of Posesif? 1
